CHAPTER 9 : ME AFTER YOU

471 49 3
                                              

WARNING : Adult content in some parts..

Jinhwan kembali bekerja setelah mendapat cuti 2 hari dari Timjang-nim-nya sebagai bonus setelah menemani IKON tur konser selama 6 bulan. Dan kini dia sedang meeting dengan semua anggota tim dan dipimpin langsung oleh Sajang-nim. Dia menyampaikan bahwa akan ada konser tambahan yang akan dilaksanakan di Seoul dan Jepang mengingat banyaknya J-konic (sebutan untuk fans IKON di Jepang) yang menginginkan IKON mengadakan konser di sana. Waktu pelaksanaan dua bulan dari sekarang jadi masih ada waktu untuk persiapan, mengingat member juga sedang cuti sebulan. Saat Sajang-nim sedang mengevaluasi semua hal yang berkaitan dengan tur konser kemarin, tiba-tiba pintu diketuk dan masuklah sang leader IKON, Hanbin.

"Maaf aku terlambat, Sajang-nim" tanpa ragu dia mengambil tempat duduk tepat di samping Jinhwan yang duduk paling belakang. Tentu saja Jinhwan terkejut namun segera bersikap biasa, menyapanya dengan menundukkan kepala saat Hanbin sudah duduk. Pria itu memasang wajah datar, wajah yang terakhir kali dikenali Jinhwan sebagai wajah cemburunya Hanbin tapi Jinhwan tidak terlalu memikirkannya, mungkin kekasihnya seperti itu karena ada Sajang-nim sedang rapat bersama mereka saat ini.

2 jam kemudian meeting selesai, Sajang-nim keluar ruangan diikuti Dara Timjang-nim dan juga Hanbin. Semua staf lain kembali ke ruangan mereka dan Jinhwan juga kembali ke mejanya ketika matanya menangkap sesuatu di atas mejanya..Buket bunga itu sudah ada disana lagi..Jinhwan benar-benar salah tingkah sekarang karena Hanbin jelas melihatnya saat keluar dari ruang meeting tadi dengan tatapan yang sulit diartikan. Jangan sampai kekasihnya itu marah lagi dan mendiamkannya. Jinhwan tidak sanggup mengalaminya lagi...

Buru-buru dia menghubungi Mino yang girang setengah mati saat tahu gadis itu meminta bertemu dengannya. Sesampainya di kafe tempat janjian mereka, Mino bergegas menghampiri Jinhwan yang sedang duduk sendiri sambil meminum kopinya.

"Sudah lama menunggu? Maaf jalannya macet sekali" Mino mencoba berbasa-basi pada Jinhwan untuk mengatasi rasa gugupnya saat ini.

"Oppa..aku akan langsung saja..aku meminta bertemu denganmu karena ingin memberitahumu untuk tidak lagi mengirimiku bunga lagi. Bukankah sudah kukatakan aku tidak suka?"

"Maaf..kupikir kau sudah mengizinkanku menjadi temanmu seperti yang kaukatakan saat aku menjemputmu dulu"

"Jangan salah paham Oppa, aku menganggapmu sebagai teman, bukan sahabat apalagi kekasih jadi mengertilah, tidak ada teman yang mengirim bunga kepada teman lainnya kecuali dia sedang sakit atau meninggal..jadi jangan lakukan lagi..kumohon.." Jinhwan menatap Mino tajam.

"Aku bersalah Jinan-ah..kumohon maafkan aku..ya?" Mino memohon pada gadis di hadapannya yang terlihat sedang menahan amarahnya.

"Kumaafkan tapi jangan mengulanginya..jangan pernah mengirimiku bunga lagi atau aku akan berubah pikiran untuk berbaikan denganmu lagi"

"Aku janji..terima kasih Jinan-ah..Oh? Kau sudah mau pergi?" tanya Mino saat melihat Jinhwan berdiri dari kursinya.

"Waktu istirahatku sebentar lagi habis..aku permisi,Oppa" Jinhwan meninggalkan Mino dan bergegas kembali ke kantor.

.

.

"Wah jadi itu pria yang mengirim buket bunga setiap hari ke kantor Jinhwan eonni?"

"Pria setampan dan sekeren itu ditolak olehnya? Sombong sekali gadis itu"

"Mungkin Jinhwan eonni sudah punya pacar makanya pria itu ditolak"

"Tapi aku tak pernah melihatnya dengan pria manapun sampai hari ini aku melihatnya dengan pria tinggi itu"

"Sudahlah..jika ingin tahu yang sebenarnya,tanyakan langsung pada orangnya,jangan bergosip di belakangnya seperti ini" Jisoo mengakhiri pembicaraan gosip di antara teman-teman stafnya yang kebetulan melihat Jinhwan bersama Mino tadi.

BINHWAN -LOVE OF MY LIFE-🔚Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang