CHAPTER 8 : JEALOUSY

443 55 4
                                                  

Hanbin sedang bekerja di studio musiknya, namun dia tidak bisa fokus karena masih memikirkan pertengkarannya dengan Jinhwan, apalagi gadis itu terus mengiriminya pesan bahkan meneleponnya. Hanbin yang masih kesal tidak menanggapi puluhan chat dan panggilan masuk dari Jinhwan itu.

"Angkat teleponnya, Hanbin-ah..dari tadi berbunyi terus..berisik sekali" gerutu Jaewon yang sama sekali tidak ditanggapi Hanbin,menoleh pun tidak. Jaewon yang sudah hapal kelakuan sahabatnya karena sudah biasa diabaikan itu hanya geleng-geleng kepala.

"Berikan padaku..kalau kau tidak mau mengangkatnya biar aku saja" Jaewon hendak mengambil ponsel Hanbin yang tergeletak di depan pria itu.

"Hyuuunng..sudahlah biarkan saja.." Hanbin kesal sekali sekarang lalu pergi keluar membawa ponselnya, sebelum Jaewon mengetahui siapa yang menhubunginya.

Ck..untung saja kau sudah kuanggap adikku sendiri..jika tidak maka sepatuku ini sudah mendarat di kepalamu..gerutu Jaewon dalam hati.

.

.

.

Sudah 2 minggu Hanbin mendiamkan Jinhwan, dia hanya berbicara seperlunya dengan gadis itu ketika di kantor dan mengabaikannya sepenuhnya ketika di luar jam kerja. Jinhwan hanya bisa pasrah menerima perlakuan kekasihnya itu, karena walaupun Hanbin mendiamkannya namun dia tetap menunjukkan perhatiannya pada Jinhwan seperti diam-diam mengirim makan siang ke ruangannya, membantu membawakan koper dari ruang wardrobe ke lantai 3 atau sekedar mengambilkan botol minum saat Jinhwan lupa membawanya. Intinya pria itu sudah tidak benar-benar marah pada Jinhwan dan gadis itu ingin berbaikan dengan Hanbin. Selain karena dia merindukan Hanbin juga karena sebentar lagi IKON akan memulai tur Asia mereka, akan aneh rasanya jika mereka masih tetap perang dingin seperti ini sebab Jinhwan juga akan ikut dalam tur.

Jinhwan memberanikan diri datang ke lantai 3 ke ruang latihan anak-anak IKON untuk menemui Hanbin. Menurut jadwal, para member hanya akan berlatih setengah hari saja lalu diperbolehkan pulang untuk istirahat mempersiapkan diri karena besok mereka akan melakukan persiapan untuk konser perdana di Seoul untuk memulai rangkaian tur konser mereka. Sesampainya disana hanya ada Hanbin dan Jaeho sang manajer, member lain sepertinya sudah pulang ke dorm.

"Annyeong haseyo.." Jinhwan mengetuk pintu yang terbuka separuh itu lalu menyapa kedua namja di dalam ruangan itu.

"Oh..annyeong haseyo Jinhwan-ssi..ada yang bisa kubantu?" tanya Jaeho.

"Maaf mengganggu, aku ingin bicara sebentar dengan Hanbin-ssi..apa boleh?"

"Sama sekali tidak mengganggu, kami sudah selesai..Hanbin-ah, kutunggu di bawah ya..aku permisi, Jinhwan-ssi.."

"Ya hyung.." Hanbin mengangguk pada Jaeho yang keluar dari ruangannya.

Jinhwan menunggu hingga sang manajer keluar dan menutup pintu sebelum dia bicara dengan Hanbin.

"Hanbin-ah..kau..masih marah padaku?" Jinhwan bertanya sambil menggigit bibir bawahnya, dia gugup sekaligus takut mendapat tatapan tajam dari kekasihnya yang menatapnya semenjak dia masuk ke ruangan itu.

Hanbin tidak menjawab, malah berjalan melewatinya ke arah pintu, membuat Jinhwan kecewa sekaligus kesal, apa Hanbin akan pergi lagi sekarang tanpa bicara padanya? Sampai kapan dia akan diperlakukan seperti ini??

Jinhwan sudah berpikir akan menyerah saja untuk berbaikan dengan Hanbin, membiarkan saja dulu Hanbin seperti itu untuk sementara waktu dan berbalik menuju pintu keluar ketika dia mendengar suara pintu dikunci dari dalam dan Hanbin sedang berjalan menghampirinya.

Dengan tiba-tiba Hanbin menciumnya, kali ini dengan sedikit kasar membuat Jinhwan refleks mendorong dada Hanbin, melepaskan ciuman mereka.

"Apa yang kau—mppht.." Hanbin kembali memagut bibir Jinhwan tanpa memberi kesempatan Jinhwan bicara. Pria itu menggigit bibir bawah Jinhwan membuat bibirnya terbuka dan memberi kesempatan pada lidah Hanbin menyusuri bagian dalam bibir kekasihnya. Lenguhan pelan lolos dari bibir Jinhwan. Hanbin membawa tubuh Jinhwan semakin merapat ke tubuhnya dengan mendorongnya ke dinding membuat Jinhwan tak bisa bergerak. Air matanya mulai berjatuhan, tidak menyangka kekasihnya akan memperlakukannya sekasar ini. Hanbin menghentikan ciumannya setelah menyadari bahwa gadis itu menangis.

BINHWAN -LOVE OF MY LIFE-🔚Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang