Dunianya Runtuh

3.7K 164 0

"Moza..bangun sudah jam tujuh nih. Kamu nggak berangkat ke kampus?" Regas mengetuk pintu kamar Moza berkali-kali.

Ceklek..pintu terbuka. Mata Moza bengkak seperti orang kekurangan tidur. Memang, semalam Moza sama sekali tak tidur. Ia habiskan waktu tidurnya untuk menangis

Rambutnya pun dibiarkan berantakan.

"Moza, kamu kenapa kayak gembel gini?"

"Enak saja kamu ngomong. Mana ada gembel secantik aku?" Pagi-pagi Regas mendapat hadiah cubitan di pinggangnya.

"Aduh sakit!! Ayo sarapan"

"Kamu duluan saja. Aku berangkat siang" Moza kembali menutup pintu kamarnya.

Tanpa Regas tahu Moza sudah menyiapkan satu buah tas besar. Moza ingin pergi dari rumahnya. Ia benci dengan semua disini.

"Moza mana?" tanya Jerry saat melihat Regas kembali ke ruang makan tanpa Moza.

"Dia bilang akan berangkat siang" jawab Regas sambil mengolesi roti tawarnya dengan selai nanas.

"Regas, liburan semester ini kamu akan ikut kami ke Inggris. Mau kan?" kali ini Lolita bersuara.

Sekejap Regas berhenti dari aktifitasnya mengoles roti tawar.

"Ke Inggris? Untuk apa? Moza ikut?"

"Begini bisnis daddy yang disana sedang butuh karyawan dan daddy tunjuk kamu untuk kesana. Nanti kalau daddy pensiun kan kamu bisa menggantikan daddy. Moza nggak ikut. Lagipula nggak lama kok hanya sebulan saja"

"Aku pikir-pikir dulu ya. Aku pergi, nanti saja kita bicarakan lagi"

**

Moza POV

"Non Moza mau makan apa?" suara lembut Mak Odah memanggil ku yang sedang memberi kelinci-kelinci pemberian Regas di halaman belakang. Aku menoleh ke arah wanita tua yang puluhan tahun menjaga dan merawatku. Wajahnya nampak tua namun Mak Odah masih kuat untuk bekerja mengurusi rumahku. Ingin sekali aku membawa Mak Odah pergi bersamaku tapi aku pikir cukup sampai disini aku menyusahkannya. Aku akan belajar menjadi anak mandiri.

"Non Moza kok bengong? Mau Mak buatkan apa?"

"Nggak usah Mak. Aku nggak begitu lapar. Oh ya sekarang jam berapa? Saatnya aku beres-beres untuk berangkat ke kampus"

Segera aku langkahkan kakiku ke kamar dan menguncinya. Aku menelepon sebuah taksi agar ke rumahku segera. Aku memutuskan untuk pergi dan hanya meninggalkan sepucuk surat.

Untuk mama, Mak Odah, Om Jerry dan Regas..

Entahlah aku mungkin memang menyebalkan. Egois, keras kepala, urakan, kekanak-kanakan. Tapi aku melakukan itu karena aku butuh perhatian.

Saatnya sudah tiba, aku akan pergi dari hidup kalian jadi kalian nggak perlu khawatir denganku. Aku akan hidup bebas tanpa ada yang mengaturku.
Begitupun dengan hidup kalian, akan terbebas dari aku.

Mama, maaf beribu maaf dariku. Aku memang anak yang nggak tahu diuntung. Seharusnya aku membuatmu bahagia bukan sebaliknya. Aku berterima kasih padamu Ma.

Mak Odah bagiku mak adalah ibu peri. Mak ada disaat aku sedih dan bahagia. Aku sayang sama Mak Odah. Sayaaaanngggg banget. Terima kasih untuk segalanya Mak.

Om Jerry terima kasih sudah menjadi sosok papa untukku. Awalnya aku nggak merestui pernikahanmu dengan mamaku. Tapi sekarang aku mulai menyukaimu. Jaga mamaku baik-baik. Jangan sakiti dia.

The last messsage for my stepbrother, Regas

Sudah ke berapa kalinya aku meminta maaf padamu, berterima kasih padamu. Aku memang menyebalkan. Satu hal yang aku sukai dirimu, kamu begitu sempurna menjadi sosok laki-laki. Terima kasih telah mempertemukanku dengan papaku. Thank you my stepbrother.

Moza Kiona.

Aku tidak sanggup membaca pesan terakhir ku untuk keluargaku. Dengan susah payah aku bawa tas besar menuruni tangga. Untung saja Mak Odah sedang bersih-bersih di kamar mama. Pelan-pelan sekali ku langkahkan kakiku agar Mak Odah tidak mengetahuinya.

Sampailah aku di dalam taksi. Aku tidak tahu mesti kemana. Tujuanku tidak jelas.

Aku mengirimkan pesan untuk Bembenk agar memberi tahuku dimana tempat menginap yang dekat dan murah tentunya.

Tak sampai lima menit Bembenk meneleponku kalau dia bisa membantuku mencarikan tempat tinggal.

Segera ku menuju kawasan yang di maksud Bembenk.

❤❤❤❤❤

Regas tidak mendapati Moza di seluruh kampus. Biasanya Moza sedang asyik menyendiri di ruang olahraga atau di pojok kantin. Tapi Moza tidak ada.

Ia bertanya kepada salah seorang teman sekelas Moza dan Regas kaget saat mengetahui kalau Moza tidak berangkat ke kampus hari ini.

Regas mencoba menelepon ke ponsel Moza tapi tidak aktif.

Regas panik. Sejurus kemudian Regas menelepon rumah. Barangkali Moza memang sedang tidak enak badan.

"Halo Mak. Moza ada di rumah?" tanya Regas saat telepon diangkat Mak Odah.

Regas bertambah panik karena Mak Odah diseberang sana sedang menangis.

"Mak kenapa? Moza kemana Mak?" tanya Regas lagi.

"Mas Regas pulang ke rumah cepat. Non Moza pergi dari rumah dan hanya meninggalkan surat" kata Mak Odah sambil sesegukan.

Buru-buru Regas ke parkiran dan pergi menuju rumah.

"Ya ampun Mak. Kenapa sih Moza nekat pergi dari rumah? Apa ada masalah lagi?" tanya Regas sesaat dia tiba di rumah.

Mak Odah diam. Tapi matanya yang lesu menggambarkan bahwa ada sebuah rahasia.

"Jawab aku Mak" Regas memegang kedua tangan Mak Odah.

"Non Moza pergi dari rumah karena...."

Mak Odah bercerita tentang kejadian semalam. Saat Moza akhirnya tahu bahwa ia bukan anak kandung Lolita.

Regas terduduk lemas serasa kakinya tak bertulang.

"Jangan panik Mak. Kita pasti akan bawa Moza pulang. Kita selesaikan semua. Mulai dari kemana Moza pergi dan tujuan orang pergi biasanya adalah bandara, pelabuhan, stasiun dan terminal. Logikanya kalau Moza ke bandara otomatis dia butuh banyak biaya untuk naik pesawat" Regas berlagak seperti detektif handal. Mak Odah mengangguk-angguk.

"Kalau stasiun nggak mungkin, mas"

"Kenapa Mak?"

"Non Moza takut kereta api. Teman SMPnya ada yang meninggal karena tertabrak kereta api"

Ya memang Moza sangat phobia dengan kereta api. Ini dinamakan Diderodromophobia.

"Kalau pelabuhan Non Moza mabuk laut mas. Waktu itu kita sekeluarga sedang liburan dan pergi naik perahu menuju pulau kecil di Makassar dan Non Moza muntah-muntah"

"Berarti terminal?"

Tak sia-sia Regas dan Mak Odah main tebak-tebakan. Secepat kilat mereka menuju terminal terdekat dari rumah.

**
Vomment please..

Kemanakah Moza pergi?????

Lophe,
221092

Thank you My Stepbrother Baca cerita ini secara GRATIS!