CHAPTER 5 : JUST GO..

Mulai dari awal
                                                  

.

.

"Jinan-ah..Jinanie..buka pintunya..ayo kita makan malam"

Yunhyeong mengetuk pintu dan memanggil gadis itu. 

Tak ada jawaban.

"Apa kau marah padaku soal Mino Oppa? Aku minta maaf karena tidak memberitahumu sebelumnya kalau dia disini..dia memintaku untuk dipertemukan denganmu, ingin bicara dan menjelaskan semua padamu.." 

Masih belum ada jawaban.

"Baiklah aku tidak akan mengganggumu lagi, tidurlah.."

Baru saja Yunhyeong hendak pergi, pintu kamar terbuka dan Jinhwan keluar tanpa mengatakan apa-apa, langsung menuju meja makan disusul Yunhyeong di belakangnya.

"Kau tidak apa-apa?"

"Aku lapar"

Jinhwan tersenyum pada sahabatnya itu.

"Baiklah..kita makan sekarang"

Yunhyeong balas tersenyum lalu mengelus kepala Jinhwan, lega karena Jinhwan tidak marah padanya.

"Maaf aku tidak memberitahumu soal Mino..aku-"

"Hyeong-ah..aku ingin makan dengan tenang dan melanjutkan tidurku, aku lelah sekali hari ini"

Jinhwan memotong kata-kata Yunhyeong, tidak ingin mendengar nama pria itu disebut lagi.

"Aku mengerti..maaf ya..makanlah yang banyak lalu istirahatlah"

Yunhyeong tahu suasana hati Jinhwan sedang buruk, dia tidak ingin menambah kacau keadaan.

.

.

.

Apa yang sebenarnya diinginkan Mino?

Apa belum cukup baginya menyakiti Jinhwan dan keluarganya?

Pikiran Jinhwan melayang ke masa 5 tahun yang lalu ketika dia menjalin kasih dengan Mino.

Mereka kuliah di kampus yang sama, Mino adalah kakak tingkat Jinhwan, dia mengambil jurusan bisnis.

Mereka bertemu pertama kali di acara ulang tahun Yunhyeong, sahabat Jinhwan sekaligus sepupu Mino.

Sejak saat itu Mino terus mengejar Jinhwan dan akhirnya berhasil menjadikan gadis itu kekasihnya. 

Sayangnya hubungan keduanya yang sudah berjalan setahun itu mendapat tentangan dari kedua orangtua Mino ketika Mino membawa Jinhwan ke rumah untuk diperkenalkan pada orangtuanya.

Mereka menganggap Jinhwan hanya menginginkan harta keluarga mereka karena dia dari keluarga miskin dan tidak pantas bersama Mino.

Tidak hanya itu, hinaan dan ancaman Jinhwan terima dari keluarga Mino, memaksa gadis itu agar meninggalkan Mino.

Yang paling menyakitkan bagi Jinhwan adalah ketika ada beberapa orang suruhan keluarga Mino mendatangi kedai Ibunya di Jeju, membawa sekoper uang sebagai kompensasi agar putrinya tidak lagi mendekati Mino.

Ibu Jinhwan jelas menolak mentah-mentah uang itu lalu mengusir orang-orang itu pergi.

Jinhwan sungguh tidak bisa melupakan penghinaan itu, lebih parah lagi saat ayah Mino mendatangi gadis itu di kampus, mengancam Jinhwan jika tidak juga putus dengan putranya, maka ibu dan kakaknya tidak akan selamat.

Mino yang juga menyaksikan kejadian itu tidak mampu berbuat apa-apa,bahkan untuk membela kekasihnya di depan ayahnya.

Jujur saja Jinhwan kecewa dengan sikap Mino itu...

BINHWAN -LOVE OF MY LIFE-🔚Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang