PROLOG

36 4 3

Pernahkah kalian takut untuk membuka mata?

Takut akan melihat dunia?










~~

Namaku Hirai Yuki dan aku bisa melihat yang apa kalian tidak bisa lihat.


Hahh hahh hahh

Nafasku terengah engah, keringat dingin membanjiri tubuhku, aku mencengkram erat bed cover milikku.

"Mimpi itu lagi?" gumamku tak terdengarkan.

"Hei... Kau kenapa?" tanya gia hantu yang bertahun tahun berada di kamarku,jika boleh aku menggambarkan sosok gia, menurutku dia mirip seperti hantu hantu belanda lainya, berkulit pucat, berambut coklat, bermata hazel, dia juga memakai topi putih yang selama ini selalu berada dikepalanya, gaun berwarna putih terurai panjang hingga mencapai lantai, hanya saja yang membuatnya mengerikan yaitu adanya bercak darah di dada sebelah kirinya.

"Yuki! Kau kenapa?!" tanyanya lagi kali ini dengan nada yang cukup tinggi.

Aku menatapnya dan berkata
"Aku bermimpi tentangnya lagi.." lirihku yang masih bisa terdengar olehnya.

"Kau bercanda?" tanya gia mencoba memastikan kembali.

"Untuk apa aku bercanda?"jawabku kesal.

"Bagaimana ini gia? Aku takut" lanjutku lagi sambil menatap gia dengan pandangan ketakutan.

Gia tersenyum  manis membalas tatapanku.
"Ada aku, kau tak perlu takut, sudah lebih baik kamu kembali tidur,besok kamu sekolah" katanya dengan nada menenangkan.

"Baiklah" jawabku sambil membaringkan tubuhku di bed king size ku.

----

Malam telah berganti pagi, kicauan burung terdengar merdu diluar sana,sinar matahari menembus jendela hingga menyilaukan mata, didalam kamar bernuansa hitam dan putih seorang gadis berparas cantik berdarah jepang itu sedang memperhatikan pantulan tubuhnya dicermin.

"apakah negri dongeng itu benar adanya?"tanya yuki,ya!gadis keturunan jepang ini adalah yuki.

"Kau bertanya pada siapa?" tanya gia yang sedari tadi memandang yuki sambil bersekedap dada.

"Yang berada dikamar ini selain aku dan kamu siapa lagi?" ujar yuki kesal, sambil beranjak keluar kamarnya.

"Berarti dia bertanya kepadaku?" tanya gia  sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Tapi kenapa tiba-tiba dia menanyakan negri dongeng? Ku rasa tadi malam dia tak membaca cerita dongeng" gumam gia lagi sambil menatap langit langit kamar yuki.

---

Setelah sampai di lantai bawah yuki melihat mamanya sedang memasak didapur.

Yuki tersenyum kecil,ternyata mamanya masih ingat caranya memasak, bukan apa apa hanya saja wanita itu terlalu memprioritaskan perkerjaanya dibanding anaknya bukan hanya mama nya saja, papanya juga, percuma bukan memiliki banyak harta tapi hubungan keluarga sangat tidak harmonis, andai yuki bisa meminta,yuki ingin hidup di keluarga yang sederhana tapi punya keluarga yang harmonis.

Setelah memandangi punggung mamanya cukup lama yuki pun langsung berangkat begitu saja tanpa sarapan.

Mamanya yang melihat yuki langsung pergi tanpa menyantap masakannya atau sekedar menyapanya tersenyum hambar.

"Suatu saat nanti kamu pasti mengerti nak" gumamnya tak terdengarkan.






----

Seorang gadis cantik berdarah jepang yang berkulit putih cerah,bermata hitam pekat, berambut hitam sebahu sedang berjalan dikoridor sekolah sendirian dengan memasang wajah datarnya.

"lihat deh! Gadis yang aneh!"

"sombong! "

"sok kecantikan"

"dasar cewe dingin!"

Banyak teman teman seangkatannya yang mengatai dirinya bermacam macam dengan kata kata pedasnya secara terang terangan yuki hiraukan begitu saja, sudah menjadi santapan setiap pagi baginya, itu hal yang biasa.

Dipertengahan jalan yuki merasa bulu kuduknya berdiri semua,badan yuki bergetar hebat, kakinya tidak bisa ia gerakan, seperti ada magnet yang menahannya agar tetap disitu, baru kali ini yuki merasa ketakutan entah hantu apa yang bisa membuatnya seperti ini.

Orang orang disekitar koridor menatap yuki dengan berbagai macam tatapan.

Yuki memejamkan matanya mencoba tidak ketakutan, ia menoleh ke arah kanan tidak ada apa apa, lalu ia menoleh ke arah kiri ia juga tak menemukan adanya hantu, jin atau semacamnya, tapi ketika ia menatap ke arah depan.

Napas yuki tercekat, yuki tak bisa berkata apa apa lagi, keringat dingin mulai bercucuran, yuki meneguk salivanya susah payah, badanya bergemetar hebat, matanya masih terarah ke satu titik.

Yuki melihat adanya sosok pazuzu
Yang sekarang berada didepannya.

Pazuzu merupakan iblis yang terkenal dijaman Babilonia.oleh karena itu usia iblis ini sudah sangat tua.Iblis jahat ini mempunyai wujud yang mengerikan. Iblis ini mempunyai tubuh layaknya pria,kepala singa,2 pasang sayap elang dan ekor kalajenging.

"Hai,namaku nori" katanya sambil melambaikan tangan ke arah yuki, tak lupa dengan senyuman mengerikannya itu.

Yuki masih tak bergeming,iblis pazuzu yang mengenalkan namanya sebagai nori tadi tertawa ringan melihat wajah ketakutan yuki.

"Kau tak usah takut padaku, aku bisa merubah wujudku menjadi pria tampan seperti oppa oppa koreamu itu" ucapnya lagi kali ini sambil menghentikkan jarinya.

Bushhh

Yang benar saja iblis yang tadinya terlihat mengerikan sekarang menjadi sangat tampan, yuki sampai terpesona meilhatnya, sadar jika dia iblis, yuki sedikit memundurkan langkahnya memberi jarak dengan sang iblis nori.

"Kau masih ketakutan?" tanyanya pada yuki.

Yuki menggelengkan kepalanya, bukan ia merasa ketakukan hanya saja nori itu iblis, yuki tak ingin mempunyai urusan dengan iblis apalagi iblis pazuzu.



















Bagaimana? Tunggu kelanjutannya yaa.....

The story of me.Read this story for FREE!