Prolog

21K 1.7K 136
                                                  


Maincast :

- Akira Antasena

- Risa

Banyak Typo!!! Vote dan Komen selaluuuu ditungguuu hahahhah -Aku update buat ngetes aja sih ada yg nunggu apa kagak cerita ini. kalo kagak aku unpublish aja hahahhaha-


Prolog

Akira membuka-buka berkas di hadapannya, di sana terlampir juga sebuah foto perempuan cantik dengan tubuh seksi dan menggodanya. Kemudian Akira kembali menutup berkas tersebut dan menatap kesal ke arah Romi, temannya.

"Aku mencari istri, bukan pelacur pribadi." Geramnya setengah kesal.

"Ya, tapi dia cocok menjadi istrimu."

"Yang benar saja. Perempuan yang foto setengah telanjang seperti ini adalah perempuan tak punya malu. Dari mana kamu dapatkan pelacur macam dia?"

"Man, dia bukan pelacur sembarangan."

"Kubilang aku tidak mau dengan pelacur. Kamu nggak ngerti, ya?"

"Akira. Sekarang kamu mau cari kemana lagi perempuan yang mau dinikahi sementara sampai punya anak dan mau diceraikan? Bahkan pelacurpun tidak mau melakukan itu. Tapi perempuan ini mau, asal kamu bisa membayar dengan harga yang pantas."

Akira mendengus sebal. "Berapa harganya?" tanyanya kemudian. Ucapan Romi memang masuk akal, sangat sulit mencari perempuan yang mau dinikahi sementara. Memenuhi kebutuhan biologisnya dan memberinya keturunan sebelum ditendang pergi. ia sudah menawarkan hal itu dengan orang terdekatnya, sekertaris pribadinya, tapi ia ditolak mentah-mentah.

"Kita belum negosiasi."

"Lalu, bagaimana kamu bisa yakin kalau dia mau dan memenuhi semua syaratku?"

"Karena dia perah melakukan transaksi seperti ini sebelumnya. Menikah kontrak dengan pengusaha lain. Walau hasinya gagal."

"Gagal?"

"Ceritanya panjang. Pokoknya aku rekomendasikan perempuan ini. kalau kamu tertarik, aku akan jadwalkan pertemuan kalian."

Akira berpikir sebentar kemudian ia menghela napas panjang. "Oke, aku mau ketemu dulu sama orangnya."

Romi tersenyum dan mengangguk puas. Ia tahu bahwa Akira akan menerimanya. Dan temannya itu tak mampu berpaling dari perempuan pilihannya, perempuan cantik dan seksi bernama Risa...

***

Beberapa hari kemudian.

Akira mengumpat dalam hati, ketika ia sadar bahwa Romi sedang mengerjainya. Malam ini, ia dijadwalkan bertemu dengan sosok perempuan yang beberapa hari yang lalu semua tentangnya sudah ia ketahui melalui sebuah map yang diberikan oleh Romi padanya. Mulai dari golongan darah, alergi hingga ukuran payudara serta pinggulnya.

Brengsek!

Dan kini, Akira baru tahu bahwa tempat ia bertemu untuk pertama kalinya dengan sosok Risa adalah di dalam sebuah hotel dengan nomor kamar 211.

Akira tidak tahu apa ini keinginan Risa atau Romi sengaja mengerjainya untuk membuatnya tak bisa menahan diri saat berada berdua dengan perempuan itu hingga ia bisa melakukan hal-hal yang diluar akal sehatnya.

Dengan mendengus sebal, Akira keluar dari dalam lift dan berjalan menelusuri lorong lantai tersebut sembari memasang matanya mencari nomor 211. Dan akhirnya, ia mendapati kamar tersebut berada di ujung lorong.

Akira berdiri di hadapan pintu tersebut. Merapikan kemeja yang ia kenakan sebelum kemudian ia mengetuk pintu kamar tersebut.

Tak berapa lama pintu tersebut dibuka dan Akira dibuat ternganga olehnya.

Perempuan itu tampak cantik dan mempesona dengan polesan kosmetik tipisnya. Rambutnya dicat pirang, bibirnya merah menggoda, tubuhnya.... Jangan ditanya lagi. Jika dilihat dari penampilannya, perempuan ini lebih cocok disebut sebagai sosialita, bukan pelacur seperti yang tertulis dalam berkasnya. Dan sialnya, Akira menegang seketika.

"Halo. Akira?" tanya perempuan itu dengan suara sembut menggoda.

Sialan Romi! Demi Tuhan! Akira menginginkan sebuah pelepasan malam ini juga setelah dua tahun lamanya ia tidak menyalurkan hasrat seksualnya. Brengsek!

"Ya." hanya kata itu yang mampu keluar dari bibir Akira lengkap dengan suara seraknya.

"Well. Silahkan masuk." Risa mempersilahkan Akira masuk. Dan Akira menuruti kemauan Risa. Setelah pintu tertutup kembali, Akira tak membuang waktu. Ia menepuk pundak Risa hingga Risa membalikkan tubuhnya menghadap ke arahnya, kemudian tanpa banyak bicara Akira menyambar bibir ranum wanita tersebut. Bibir yang tampak begitu menggodanya.

Astaga.... Tessa... maafkan aku... maafkan aku..... gumam Akira dalam hati.

-TBC-

Adakah yang nunggu cerita ini??? T_T

Update setelah Sarah tamat yaaa...... diusahakan maraton juga hahhahahaha


Akira

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Akira

Akira

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Risa

RisaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang