A half of me

446 16 0


Hay, aku bawa cerita baru......

A half of me
Prolog.

Tubuhku tak dapat bergerak. Terasa lemah dan seolah semua sarafku rusak. Apa ini? Terasa lengket dan berbau anyir. Tidak salah lagi, itu adalah benda cair yang sangat ku benci. Cairan merah yang kerap di sebut darah itu tak hentinya mengalir dari kepalaku. Perih, pening dan pandanganku kini mulai mengabur. Bahkan untuk sekedar bicarapun aku tak mampu.

Ggrrrrr....

Apalagi sekarang? Suara geraman? Setelah lolos dari terkaman ular kini malah masuk ke sarang serigala, yang benar saja. Serigala itu semakin mendekat. Aku baru tau ada serigala yang berukuran sebesar itu. Mungkin seukuran kuda dewasa. Apa itu spesies terbaru? Bulunya putih bersih, dengan mata keemasan yang entah mengapa membuat tubuhku bergetar hebat.
Eh, tunggu! Kenapa aku seperti mendengar suara retakan? Seperti tulang yang diinjak hingga patah. Apa serigala tadi yang meremukkan tulangku? Tapi kenapa aku tak merasakan apapun? Di tengah kesadaranku yang mulai menipis, aku mulai merasakan ada tangan kokoh yang membawaku ke dalam dekapan yang terasa hangat. Samar, sangat samar saat aku merasakan tubuhku disandarkan pada dada bidang milik pria yang aku tak tau siapa. Akhirnya ada orang yang menolongku hingga tanpa sadar kini kristal bening yang sedari tadi mengenang di pelupuk mataku menetes.

"Sssttt.... don't cry sweetheart, It's make me hurt." Suara husky nya membuat tubuhku meremang seiring dengan usapan lembut di pipiku hingga mendorongku untuk kembali pada kesadaran penuh.

Deg!

Apa ini mimpi? Tepat di depanku, seorang pria berparas tampan bak dewa Yunani tengah menatapku dengan sorot terluka yang terpancar jelas lewat manik birunya. Demi Tuhan, dia bahkan sejuta kali lebih tampan dari aktor drama korea yang sering ku tonton. Rahang tegas, hidung mancung, bibir berisi serta alis tebal juga manik biru lautan yang membuatku hanyut saat menatapnya.

"Don't wory sweetheart. Semua akan baik-baik saja setelah ini. I'm promise." Suara husky nya mengalun lagi seiring dengan wajahnya yang kian mendekat padaku hingga bisa ku rasakan hembusan nafasnya yang menerpa pipiku, juga aroma kayu-kayuan yang begitu menenangkan. Jantungku seperti ingin lepas dari tempatnya seiring dengan mengikisnya jarak diantara kami.

Eh, kenapa dia malah membenamkan wajahnya di leherku? Bukankah tadi dia ingin menci-

"Akkhhhh!!!" Teriakku saat kurasakan sesuatu terasa menancap di leherku dan semuanya menjadi gelap.
~Arasya Zelviera~

Tbc.

Hay, ini cerita fantasy pertamaku yang bertemakan werewolf. Sumpah aku minder banget. Agak gimana gitu.....
Cek di profil yak😁😁

Ustad in love Baca cerita ini secara GRATIS!