3

73 17 0
                                                  

Whatsapp

1 new massage

Chimchim❤

hari ini berangkat sendiri
06.16 AM

'apa Jimin semarah itu?' batinku saat membaca pesan dari Jimin. Gara-gara permasalahan kemarin Jimin sampai tidak mau menjemputku?. Pikiranku langsung buruk. Jimin benar-benar marah.

Akhirnya aku putuskan untuk menelfonya.

Tuutt...tuutt

sambungan terangkat

"Hallo Chim" ucapku ragu.

"Ngga bisa baca pesan yang ku kirim?"

"Kamu marah ya? maafin aku, aku ngga maksud bikin kamu marah. kemarin aku cum--"

"Lupain itu, hari ini aku ngga berangkat" Jimin ngga marah? dia bahkan menyuruhku melupakan masalah itu? ah, rasanya sangat lega. Tapi kenapa hari ini dia tidak berangkat. Apa jangan-jangan...

"Kenapa kamu ngga berangkat? kamu sakit? kamu kenapa? aku ke rumahmu ya?" aku tidak bisa mengontrol kepanikanku.

"Aku baik, ada urusan keluarga" mendengar jawabanya membuatku lebih tenang.

"Ah, aku kira kamu kenapa-napa"

"Tidak"

"Aku rasa aku akan merindukanmu" cicitku sambil mengerucutkan bibir.

"Aku akan menelfonmu nanti" aku tersenyum merona.

"Baiklah Chimchim. Aku akan berangkat sekolah. Jangan rindu ne?" aku merona lagi.

"Hm"

Setelah jawaban singkat itu Jimin memutuskan telfonya. Dan hari ini aku mungkin akan naik bus.

Akupun segera mengambil tas dan keluar kamar. Setelah sarapan dan izin dengan kedua orangtuaku akupun lekas berangkat. Aku mentusuri jalanan komplek untuk sampai di halte yang memang tidak terlalu jauh.

Saat masih sekitar setengah perjalanan lagi, tiba-tiba ada mobil mewah berwarna hitam yang sangat aku kenal. Mobil itu berhenti tepat disampingku dan akupun ikut berhenti. Kaca mobil bergerak turun menampakan sosok laki-laki tampan bergigi kelinci. Jungkook.

"Ayo, naik" ajaknya dengan tatapan datar. Sifatnya sangat mirip dengan Jimin, dingin.

Aku bingung, tapi akhirnya aku masuk ke dalam mobil itu. Kan lumayan dapat tumpangan gratis dan menghemat energi pula, pikirku.

Ditengah perjalanan kami hanya diam. Aku hanya melihat pemandangan di luar jendela. Jujur saja ini sangat tidak nyaman, aku tidak terbiasa diam seperti ini.

"Ehem" aku mendehem kecil untuk menghilangkan kecanggungan.

"Tenggorokan lo sakit?"

"Eh, engga" aku menggeleng keras. Dia terkekeh.

"Lo lucu kalo lagi malu" Jungkook melihatku sekilas lalu fokus menyetir kembali.

"Dih, siapa yang malu" aku kembali menghadap jendela.

"Eh, Jung. Lo tahu ngga kenapa Chimin ngga berangkat?" aku menatap lawan bicaraku itu.

Can You Love Me Jimin? | SEULMINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang