Alinea 16 (Dariku, dari seberang laut)

8 1 0

Arka membentang dalam lengkung pertanda akan tenggelam.

Garis merah di batas horizon mengabu dan melebur dalam hangat senja yang beranjak mendingin.

Aku memainkan pasir dengan ujung jari kakiku yang bebas tanpa penghalang alas kaki, sesekali merasakan sentuhan basah ombak laut, menanti hari redup dengan tenangnya.

Dengar, di sini masih ada bisikmu yang sayup kudengar lewat deru ombak.

Ah... aku berhalusinasi... mungkin di palung hatiku masih berharap kau ada, untukku, membisikkan kalimat cinta yang selalu mampu memancing rona pada pipiku.

Aku tegakkan kepalaku. Mengulas senyum menghadap laut dan dengan tegas mengucap dalam doaku yang lirih "Dariku, dari seberang laut, padamu, yang lelah dan menghilang. Aku hargai keputusanmu untuk pergi..."

Dariku, dari tepi pantai dengan bias merah muda senja yang perlahan mengabu...

Alinea untukkuRead this story for FREE!