Bahagia

1 0 0

       Lama aku menunggu dirimu
   Senyuman itu, rasa ini, aku bingung
                 (Arka Al-Rasyid)

Arka (POV)

    Ketika aku masuk melihat dia, senyuman yang selama ini aku rindu, entah kenapa hati ku sangat bahagia melihat dia tersenyum, dia sudah sadar kembali dari tidur panjangnya yang membuat ku khawatir. Gadis itu, rasa ini, ada apa dengan ku? Hati ku merasa bahagia kala melihatnya tapi aku tidak mengerti, maksud hati ini .
    Sebuah tepukan mendarat di pundak ku sehingga lamunan terbuyarkan.

"Lo kenapa? " dia bertanya, aku mendengarnya tapi kenapa aku tidak bisa mengatakan bahwa "Aku bahagia, melihat gadis yang membuatkan merasa gelisah setiap hari telah sadar kembali "

"Lo ngelamunin apa sih? Gak biasa lo kayak gini. Ayo masuk kita lihat Zara. " Raihan, ya dia Raihan aku hanya bisa menganggukkan kepala ku saja.

     Masya Allah Dia begitu cantik, walaupun wajahnya sedikit pucat, senyumannya. "Astagfirullah, apa apaan aku ini, kenapa bisa menghayal seperti ini, Astagfirullah " batin Ku

***

Author (POV)

Setelah mereka masuk, Riska yang melihat zara masih tertidur, mungkin karena bius yang masih memengaruhi nya.  Namun senyum di wajah Riska tidak pernah pudar, dia bahagia melihat sahabatnya sekarang sudah membaik dan sadar dari komanya. Riska mendekat, dia memegang tangan Zara, Air matanya menetes, Dia sudah sangat merindukan sahabatnya ini.

"Assalamualaikum zara ku sayang, Aku merindukan mu, setelah kamu sembuh aku akan mengajak mu ke villa Abi lagi. Pasti kamu senang kan? Aku tau kamu pasti bahagia, tapi kamu harus sembuh terlebih dahulu."

    Zara yang mendengar suara dan sebuah sentuhan di tangannya, Merasa terganggu. Dia pun membuka matanya perlahan, yang pertama terlihat adalah Warna putih yang pertama tercium adalah bau obat . Dia mengerjapkan matanya untuk dapat melihat dengan sempurna, setelah terlihat, dia melihat Riska, Umi, Abinya, serta Abi Ali, kak Raihn, Humaira, Dan satu laki laki yang membuat degub jantungnya berlipat lipat, Dia Arka. Laki laki itu...

"Ris... Ka " ucap Zara, Riska yang mendengar itu langsung menoleh menatap sahabat nya yang sedang tersenyum ke arahnya, meskipun wajahnya masih terlihat pucat, tapi itu tidak mengurangi kecantikannya.
"Alhamdulillah Za, kamu sudah sadar. Aku sangat merindukan mu " ucap Riska Air matanya kembali menetes
"Ehh, kok kamu nangis, aku tidak apa apa Ris, sudah hapus air mata mu itu, aku tidak suka. " ucap Zara ,dia memalingkan wajahnya
    Riska yang melihat reaksi zara lantas dengan segera dia menghapus air mata nya. Sedangkan orang orang yang melihatnya hanya terkekeh geli melihat tingkah kedua orang itu.
"Aku sudah menghapus air mata ku Za, jadi lihat lah aku. Apa kamu tidak rindu dengan sahabat mu ini. " ucap riska
"Aku merindukan mu Ris, sangat Rindu. " ucap Zara
"Khemm... " sebuah deheman yang ku dengar dan aku menoleh ternyata itu suara Abi nya Riska
"Zara cuma kangen sama Riska, zara tidak kangen sama Umi dan Abi " ucap Alfian, dia mendekat ke samping tidur zara. Dan diikuti oleh Ayu Umi dari Riska
    Tiba tiba Zara menangis ,itu yang membuat orang disana terlihat panik
"Ya Allah sayang, ada apa?  Mana yang sakit nak?  Ucap Ayu
"Umi,Abi hiks.. Hisk.. Maafkan Zara, karena telah merepotkan kalian,hisk.." Zara menangis, dia sangat beruntung bisa mendapatkan sahabat sekaligus orang tua yang sangat menyayangi nya meskipun dia bukan Anak dari Mereka.
"Kamu tidak merepotkan kami Nak, kami senang ,kami ikhlas nak. Umi sama Abi sudah menganggap mu seperti anak Umi sama Abi sayang, jadi kamu tidak perlu khawatir " ucap Umi, dia memeluk zara dengan tulus, senyum di bibir zara semakin merekahh...

      Riska terharu melihat sahabatnya dan kedua orang tuanya, betapa beruntungnya dia. "Syukron Ya Rabb" batin Riska

Sedangkan disisi lain, ada seseorang yang menatapnya, dia bangga dengan wanita itu, dia begitu baik, dia tidak merasa iri melihat sahabatnya dekat dengan orang tua nya sendiri, dia benar benar membuatnya jatuh cinta. "Ya Rabb jika dia jodoh ku satukan lah kami dalam ikatan yang halal, tapi jika dia bukan jodohku tolong hilangkan rasa ini ya Rabb " batin Raihan

"Zara? " Zara yang merasa dipanggil menoleh ke arah Riska, Zara yang menangkap sorot mata Riska, disana ada sebuah penyesalan tapi apa, Zara pun tidak tau..
"Ada Ris? "
"Aku minta maaf "
"Maaf?? " zara menatap Riska bingung, apa maksud sahabat nya itu
"Aku benar benar menyesal telah mengajak mu pergi ke supermarket waktu itu, coba saja aku tidak mengajak mu, mungkin kamu tidak seperti ini. " ucap Riska
"Kamu ini, jangan seperti itu.  Kita tidak tau kan Takdir Allah  itu, Aku bersyukur Ris sekarang, karena Allah masih memberikan ku kesempatan untuk bisa bersama kalian. Jadi aku mohon jangan salahkan diri kamu seperti ini, oke. " ucap Zara
"Ta.... Ucapan Riska terpotong, karena sebuah tepukan di pundaknya halus..

AKHIR YANG BAHAGIATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang