Kesabaran

2 0 0

Author(POV)  .....

   Sudah 1 bulan lamanya Zara tertidur,belum ada perubahan dari wanita cantik yang terbaring lemah. Riska tidak pernah bosan menemani sahabatnya ini,  dia selalu datang, sesekali dia Membacakan Zara Ayat suci Alqur'an. Di tengah tengah ayat, dia menangis tersedu sedu. Dia memegang tangan sahabatnya ini. Dia sangat berharap sahabatnya ini terbangun dari tidur panjang nya.

"Za, kapan kamu bangun? Kamu lagi mimpi apa? Kamu enggan membuka mata mu, apa karena kau sedang bahagia dia alam mimpi mu sampai sampai kamu tidak mau vangun dari tidur mu? " Riska terus berbicara ,riska berharap zara mendengar ucapannya
" Kamu tau Arka, ya Arka yang suka bertengkar dengan mu, kalau kalian bertemu pasti akan berantem. " Riska tertawa receh, entahlah tertawa apa itu air matanya pun ikut jatuh.
" Arka kemarin tanya tentang kabar mu. Dia juga ikut merindukan mu Za." Riska menangis,dia sudah pasrah akan keadaan zara sekarang.
"Zara, bangun!  Aku mohon Za " Riska memeluk sahabatnya, tampa riska tau di balik pintu Raihan ada disana, Raihan tau perasaan Riska, dia mau memeluk Riska menyalurkan Kekuatan tapi Dia tidak bisa. Dia hanya bisa melihat dari jauh dan berdoa untuk kesembuhan Zara.

    Riska terlelap di samping zara, lama riska terlelap,tiba tiba dia merasa ada yang memegang pundaknya, Riska terbangun dan dia mendongakkan kepalanya dan ternyata...

"Sayang,  kamu makan dulu" ucap Ayu~umi riska
"Riska malas makan mi, "
"Gak boleh gitu sayang, klau zara tau kamu kayak gini, pasti dia marah sama kamu. " mendengar itu tiba tiba air matanya jatuh, dia sangat merindukan sahabatnya..
"Loh kok malah nangis sih,  udah ayok kita makan, nanti Humaira yang jaga zara. " Riska mengangkat ngangkat Alisnya ,pertanda sedang bingung.
"Humaira disini Mi,? " tanya Riska
"Iya sayang sama Raihan, Arka dan Abi ali" Riska semakin bingung, tapi
mana mereka kenapa tidak  kelihatan

Cklekk...

"Assalamualaikum Ummi, kak Riska" ucap Humaira
"Waalaikumussalam sayang, ayo masuk" ucap Ayu
" Sayang, jaga Kak Zara dulu ya.  Umi sama Kak Riska mau makan dulu di kantin rumah sakit. "
" iya ummi, kalian hati hati. "
Humaira mencium punggung tangan Ayu.
"Assalamualaikum " ucap Ayu dan Riska.
"Waalaikumussalam"
Mereka pun keluar di luar sudah ada Arka, raihan, Alfian(Abi riska)  dan Abi Ali.

"Loh mau kemana nih,!?" Alfian yang melihat Ayu dan Riska keluar langsung bertanya
"mau ke kanti sama Riska, dia belum makan dari tadi pagi Abi. " ucap Ayu
"Mau Abi antar? " tanya Alfian
"Tidak usah Abi,  Riska sama Umi aja yang pergi ke kantin, Abi disini aja jagain Zara ya Abi. " Ucap Riska lalu pergi meninggalkan mereka

Humaira(POV)

"Kak Zara,  kakak kapan bangun?  Disini kami semua merindukan kakak, terutama Kak Arka. "
  Humaira memegang tangan Zara, entah karena apa, dia menangis.

"Kak, hisk.. Bangun!  Aku sayang sama kakak, kakak sudah aku anggap kakak  humaira sendiri layaknya kak Arka, kak Raihan dan kak Riska. Apa kakak tidak rindu kami,  hisk.. Bangun kak bangun hisk.. "

Humaira memeluk Zara..

Cklek..

"Assalamualaikum Ira,zara" ucap Arka yang masuk ,humaira yang melihat Arka dan Raihan Masuk langsung menghapus air matanya.

"Kamu nangis dek,? " tanya Raihan
"Jangan nangis Ira, nanti Zara ikut nangis lihat kita yang nangis. " ucap Arka ..
  Arka berdiri disamping Zara,  dia melihat Zara, wajah zara yang pucat, tapi tetap cantik bagi Arka.
"Ekhemm.. " Raihan Membuyarkan lamunan Arka
"Eh,  abang" ucap Arka kelagagapan
"Kakak suka Ya sama Kak Zara" ucap Humaira,  humaira meringis karena mendapat jitakan dari Arka
"Aduhh, kakak sakit tau. " ucap humaira
"Maaf, kamu sih masih kecil udah ngomongin suka suka an, belajar aja yang rajin." Ucap Arka
"Iya iya Abang " ..

Cklekk...

Humaira, raihan, dan arka lantas melihat pintu yang terbuka,  disana sudah ada Riska yang berdiri menatap mereka.

Author(POV)

Riska masuk Ke dalam ruangan zara, dia duduk di samping tempat tidur zara.

"Za, kapan kamu bangun.  Kamu gak kangen sama aku, sama umi sama abi dan sama kita semua. " Riska menatap Zara yang masih tidur dengan tenang
" Dia pasti Rindu kamu Ris, dia pasti rindu kita semua" ucap Raihan
"Eh kak Raihan, aku kira tadi kalian keluar " ucap Riska Polos, Raihan terkekeh mendengar Ucapan Riska
"Kakak masih disini, nemenin kamu, kamu harus bersabar dan tetap tabah.  Kami disini juga mendoakan Zara " ucap Raihan yang di balas anggukan dari Riska.
"Arka mana kak, kenapa gak sama kakak"
"bentar lagi dia kesini, tadi dia keluar bentar mau antar Humaira pulang"

Riska hanya ber"oh" ria,, tiba tiba pintu pun terbuka

Cklek..

"Assalamualaikum Bang, Riska"
"Waalaikumussalam, Udah sampai aja kamu Ar,  gak sabaran amatt mau nemuin Zara" ucap Raihan menggoda Arka
"abang apaan sih, gak gitu lo kak , Arka cuma mau tau keadaan nya aja kok bang" Dan aku merindukan nya bang, aku ingin dia cepat bangun" lanjutnya di dalam Hati..
"Dia masih belum ada perubahan Arka" Ucap Riska angkat suara

Arka mendekat ke tempat Zara,  entah kenapa hatinya menjadi sakit melihat orang yang dia cintai dalam diam sekarang terbaring lemah seperti ini

"Za,  bangun!  Lihat disini banyak yang merindukan mu." Termasuk aku Zara, aku sangat merindukan mu" lanjut ucapnya dalam hati..

Benar benar tidak terduga, Tangan Zara langsung bergerak, Arka yang melihat itu tersenyum bahagia, senyumannya sangat tuluss,  kalau kalian lihat bakalan pingsan deh, senyuman nya manis bangett,hehhe

Tampa ba bi bu,  Arka langsung berlari memanggil dokter,  Sedangkan Riska dan Raihan hanya terbengong, tidak mengerti dengan tindakan Arka.
Diluar Semua orang kaget melihat Arka yang berlari sambil memanggil dokter,  akhirnya Dokter pun datang.  Dokter masuk ke ruangan zara.

"Ada apa nak, kenapa kamu memanggil dokter, Zara tidak apa apa kan?" tanya Ayu
"Ummi tidak usah Khawatir, in sya allah Zara tidak apa apa Ummi. " ucap Arka senyum nya tidak pudar, hati nya sangat bahagia ketika melihat Tangan orang yang selama ini ditunggu bergerak.
"Arka,  zara kenapa?  Kenapa tadi kamu langsung berlari meninggalkan kami " ucap riska, air matanya tiba tiba jatuh
"Tenang Ris, tadi aku refleks langsung manggi dokter, soalnya Aku lihat Tangan Zara bergerak. " mendengar itu Riska langsung menatap Arka, dia mencari apa Arka berbohong padanya, namun nihil Arka berkata jujur
"Kamu tenang ya Ris, kita tunggu dokter keluar " ucap Raihan

   Tidak lama, dokter pun keluar. Dokter itu tersenyum, entah karena apa.

"Dok, bagaimana keadaan Zara" Ayu menghampiri Dokter Alex
"Alhamdulillah, sungguh kuasa Allah. Ini sebuah mukjizat.  Anak ibu sekarang sudah sadar, dan kembali normal. "

Wajah wajah yang awalnya penuh dengan kesedihan kini berganti menjadi raut wajah yang sangat bahagia, mereka semua tersenyum bahagia.  Terutama Riska dia langsung memeluk Umi dan abinya. Riska tidak bisa menahan kebahagiannya dan kerinduannya kepada Zara.

"Dok, apa boleh kami menemui Zara" ucap Riska
"Iya boleh,  tapi kalian jangan terlalu mengajaknya bicara, karena dia harus istirahat total. " ucao dokter Alex
" Siap dok" ucap Riska,  hatinya sangat bahagia sekarang, senyumnya tidak pernah luntur..

AKHIR YANG BAHAGIATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang