ketakutan

1 0 0

          Riska masih berada di pelukan Abinya,Uminya mengusap punggung Riska yang terus saja menangis. Tiba-tiba Dokter pun keluar, Riska yang semula berada di pelukan Abinya seketika bangun dan menghampiri dokter itu. Umi dan Abinya pun ikut bangun dan menghampirinya.

"Dok, bagaimana keadaan Zara? " Riska menarik narik kemeja dokter Alex,.
"Tenang dulu Riska, " ucap dokter Alex
"Sayang kamu tenang dulu, jangan seperti ini nak. " Umi memegang pundak milik putri satu satunya itu
"Alex, bagaimana keadaan putri saya" Alex menarik alfian ke ruangannya. Riska yang melihat itu hendak mengikutinya namun Ayu-Umi riska menarik lengannya.
"Kita tunggu disini sayang" Ayu menarik Lengan Riska untuk duduk di kursi tunggu. Riska hanya mengikuti Uminya, air mata riska terus mengalir.
"Umi, Zara akan baik-baik saja kan? "
"Zara akan baik baik saja sayang, kamu percaya sama Allah kan sayang? " Riska mengangguk tapi dia tidak bisa menahan rasa sedihnya
"Allah maha tau sayang, Allah memberikan cobaan ini kepada zara karena dia sayang sama zara, Allah ingin zara lebih mendekatkan dirinya kepada Allah sayang. Semoga Ada hikmah di balik semua musibah ini. Dan kamu sayang harus tetap berdoa dan yakin kalau Zara pasti sembuh. " Riska memeluk Umi yang sangat dia sayangi. Ayu selalu memahami dirinya.

    Tiba tiba Alfian datang menghampiri mereka.
"Abi, apa kata Dokter? Zara tidak apa apa kan Abi? " Riska menghampiri Abinya. Dia memeluk Abinya, Alfian mengusap Lembut kepala yang tertutupi hijabnya Riska.
"Zara Butuh istirahat sayang, kita doakan saja" Alfian Mengusap punggung anaknya
"Maksud Abi,? "
"Hmm.. Zara Koma sayang, Benturan di kepala Zara yang keras menyebabkan dia Koma sayang. "
"Aa-apa, Ya allah Abi. Ini semua salah Riska, hisk.. Hisk.. "
"Tidak sayang ini sudah kehendak Allah sayang. "
"hisk.. Hisk Abi umi " Riska terus saja menangis Penglihatan kabur karena air matanya. Dan Brukk.. Riska pingsan di Pelukan Abinya.
"Astagfirullah Riska, Ya allah Anak abi,bangun sayang" Alfian menepuk nepuk pipi anaknya, namun sayang tidak ada pergerakan sama sekali dari riska. Alfian menggendong riska ke Ruangan yang ditunjuk oleh perawat.
"Sayang,,hisk.. Bangun nak. Jangan buat Umi khawatir sayang. " Ayu mencium tangan dingin milik riska.
"Udah Umi, tenang Riska tidak apa apa, dia cuma kecapean. " Alfian menenangkan istrinya.

     1 jam kemudian, riska membuka matanya. Dia membuka matany perlahan. Putih yahh warna putih hanya itu yang dilihat, bau obat menyeruak di hidung riska. Riska merasa ada yang memegang tangannya. Ternyata Uminya.

"Ummi,,?? "
"Sayang, kamu udah bangun nak. Umi sangat Khawatir sayang. "
"Riska di rumah sakit ya Mi, kenapa riska bisa ada disini. "
"Tadi kamu pingsang sayang, 1 jam kamu pingsan. Umi khawatir kamu kenapa napa. " Ayu mengelus Kepala Riska, sesekali mencium kening putrinya.
"Hiks.. Hikss.. Umi" riska tiba tiba saja menangis. Ayu yang sedang mencium kening putrinya merasa terkejut.
"Sayang ada apa, apa yang sakit nak? " 
"Hisk.. Hiskk..Umi, hiskk.. Zara mana Umi?" Riska menangis kembali, matanya sudah membengkak karena tangisnya yang tak henti henti.Riska melihat uminya hanya terdiam.
"Umi zara Mana mi?, Zara tidak apa apa kan? " riska menarik narik tangan uminya
"Zara kritis Sayang, dia koma. Kata dokter karena benturan di kepalanya yang sangat keras membuat dia koma sayang,  dokter bilang sangat tipis untuk Zara sadar kembali. "
   Mendengar itu Riska membulatkan matanya, dia bingung apa maksud dokter itu.
"Apa maksud Dokter itu Umi, ?Dia pikir dia Tuhan yang bisa nentuin sadar atau tidak sadar nya seseorang "
"Tenang sayang,  Dari pada kamu seperti ini Mendingan kita berdoa untuk kesembuhan Zara ya sayang. "
"Iya Umi, Umi Riska pengen lihat zara.  Boleh kan? " riska menatap uminya, sedangkan ayu yang ditatap seperti itu oleh riska, dia hanya bisa pasrah.
"Iya sayang, Ayo umi bantu" Ayu membantu Riska untuk bangun, dan mendudukkan Riska di Kursi roda.
"Makasih Umi" ucap Riska
"Iya sayang"

        Sesampainya di kamar tempat Zara dirawat,  Riska Masuk disana Ada sosok Wanita yang sedang tertidur pulas, Wanita yang dulu sangat ceria, wanita yang cantik, yang selalu senyum, tertawa riang. Tapi sekarang dia tertidur lemah, wajahnya sangat pucat seperti Mayat. Disana hanya suara alat yang membantu nya untuk bertahan. Hati riska sangat sakit melihat sahabatnya sekaligus adiknya itu.

"Zara, "
"Zara bangun, "
"kamu dengar aku kan? " Riska terus mengguncang tubuh Mungil Zara
"Zara bangun, Aku rindu kamu, aku rindu senyum kamu, aku rindu tingkah konyol kamu" Air mata riska jatuh, pipinya basah.
"Zara maaf kan aku, gara gara aku kamu jadi seperti ini. " Riska menggenggam tangan dingin milik Zara.
"Zara bangun, please bangun zara " tangisnya pecah
"Kamu gak kangen sama aku Za, bangun dong kita pergi ke villa Abi. Kamu suka kan kesana, Ayo bangun kita pergi kesana za" Nihil tidak ada sama sekali pergerakan dari Zara, zara sudah seperti mayat, wajahnya pucat tangannya dingin.
"Ya allah, sayang jangan seperti ini nak, zara akan marah sama kamu.  Kamu ingat kan ,zara sama sekali tidak suka melihat kamu menangis Nak, nanti dia marah sama kamu. " Ya riska Ingat..

  Flasback..
"Ris, lo kenapa? " Tanya zara
  Mereka sedang berada di villa waktu itu.
"Aku gak apa-apa kok " ucap Riska
"lo bohong kan,  lo gak bisa nyembunyiin ini Ris." Ya Zara tau Riska sedang menangis dia tau riska sedang memikirkan perjodohan nya
"Aku gak nyembunyiin apa apa kok"
Riska menunduk, dia menghapus Air matanya
"Gue bilang jangan nangis Ris, Lo mikirin perjodohan lo kan. " riska terdiam, ya apa yang diucapkan Zara emang benar
"Hmm gak kok"
"gue tau lo sayang dan cinta kan sama Raihan itu. "
"Hmm... "
"Kenapa lo nolak, kalau lo cinta lo terima dong"
"Aku gak cinta dia Za"
"lo bohong Ris,Kenapa sih lo nyembunyiin ini, lo anggap gue apa Ris.  Lo bilang gue sahabat lo tapi nyatanya lo gak mau cerita apapun sama gue. "
"Bukan gitu Za,aku cuma gak mau ninggalin kamu "
  Riska menangis lagi, dia memang tidak pernah cerita soal Hatinya pada Zara
"kenapa lo nangis, lo jelek kalau nangis Ris, gue ngerti lo gak mau gue sendirian kan,? tenang aja gue ada Umi sama abi lo mereka juga sangat sayang sama gue begitupun gue Ris, lo gak usah khawatir. "
  Tangis Riska pecah, Dia tidak menyangka seorang Zara bisa mengerti masalah hati
"Loh kok makin kenceng sih nangisnya, Kalau lo gak mau berhenti nangis gue marah sama lo" Riska berusaha untuk berhenti menangis tapi air matanya terus menetes
"oke, gue pergi" zara beranjak pergi, tapi tangannya di tarik oleh Riska
"Apaa? " tanya zara sinis
"aku minta maaf, aku gak akan nangis" riska mengusap air matanya, zara terkekeh melihat sahabatnya itu
"Oke gue maafin, tapi gue mohon lo jangan nangis lagi oke, kalau ada apa apa kasih tau gue, tapi please jangan nangis kayak gini lagi gue gak suka, gue akan marah kalau lo kayak gini lagi,paham!." Riska hanya bisa menggangguk lalu dia memeluk zara, dia sangat beruntung bisa mendapat sahabat seperti zara.

      Flasback off

"Umi,Zara pasti sembuh kan mi? "
"Iya sayang pasti, umi sama Abi mau ke musolla, kamu mau ikut? " Riska hanya mengangguk patuh
      Mereka pergi ke musollah,  lama mereka pergi dan akhirnya mereka kembali ke ruangan zara.

Cklek..

Riska melihat disana sudah ada keluarga Kak Raihan..

"Assalamualaikum " ucap Riska, Ayu dan Alfian
"waalaikumussalamm" jawab mereka serempak
" Eh, Ada ente bang" Ucap Alfian kepada Abi Ali
"Kalian udah lama disini? "tanya Ayu
"Tidak, kami baru saja kesini" Ucap Abi Ali
"Maaf ya bang,  tadi kita habis dari musolla dulu" ucap Alfian sembari duduk disamping Abi Ali
"Ya gak apa apa Fi,  gimana keadaa Zara sekarang.? " ucap Abi ali
"belum ada perubahan sama sekali bang." Alfian melirik Riska sedari tadi hanya diam
"Kalian sabar saja ya, in sya allah zara pasti akan sembuh. "
"Aamiin" Ucap mereka serempak

 

AKHIR YANG BAHAGIATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang