Part 62 (I'm in Love...)

23.7K 1.5K 4.1K
                                    

Pemain Putra Alingga Chandra
Sisy Queen Dirga
Lily Queen Dirga
Kingsley Altair


NO COPAS NO BULLY!!!

(Yg baru baca siapkan tissue coz mereka yg udah baca bilang ini menimbulkan airmata)

Ali terpaku hampir semenit saat Kingsley mengatakan Sisy koma. Seandainya Ali wanita mungkin dia sudah pingsan jatuh ke lantai. Seandainya dia wanita dia pasti menangis meraung-raung seperti Lily. Tapi Ali laki-laki dan dia tidak ingin menampakkan kesedihan, kepedihan di sekitar orang asing.

Orang asing? Bagi Ali Kingsley maupun Lily adalah orang baru, walaupun mereka sudah sangat dekat dengan Sisy tapi tidak dengan Ali. Mereka masih baru, bukan seperti Gisell dan orang tuanya juga teman gengnya.

Ali seakan tak tahu harus bagaimana, dia terkurung di atas awan yang perjalanan tempuhnya baru berjalan tiga jam itu artinya mereka masih harus menunggu empat jam lagi untuk sampai di Tokyo, Jepang.

Rasanya dia sudah tidak tahan untuk segera sampai ke Jepang.

"Sial!" umpat Ali menahan kekesalannya.

Ali menekan ke dua pelipis kanan dan kiri di wajahnya, menekannya sangat kuat. Entah kenapa rasanya kepalanya terasa sakit. Ini kenyataan yang sangat tiba-tiba bagi dirinya. Terasa kepalanya ingin meledak.

"Put? Lu gak pa-pa?"

Wajah Ali yang tersirat kepedihan hanya terlihat dingin tanpa ekspresi tapi terkesan kaku juga kosong.

Seakan Kingsley tahu raganya disini tapi jiwanya melayang ke tempat Sisy.

"Lu gak usah mikirin gua, lu tenangin aja cewek lu. Gua keluar dulu gua mau bicara sama pramugari,"
Nada suara Ali yang terdengar getir hanya di balas anggukan oleh Kingsley.

Tanpa bertanya sekalipun Kingsley tahu Ali shock mendengarkan ucapannya barusan tentang Sisy. Dan Ali butuh sendiri.

Tatapan Ali kosong menatap keluar jendela pesawat. Awan putih yang menjulang tinggi di angkasa membawanya ke tempat Sisy tapi terasa lama dan sangat di rasakannya penerbangan hari ini tidak nyaman sama sekali.

Mata Ali berkaca-kaca dia terus saja memikirkan Sisy. Ali diam tanpa kata duduk manis di tempat duduknya padahal di sampingnya sejak lima menit yang lalu berdiri anggun seorang pramugari menunggu, menunggu tuannya berbicara kepadanya.

"Mr Chandra?" Ini ke empat kalinya pramugari itu berseru padanya.

Tanpa menoleh ke arah pramugari tersebut Ali memerintah, "Minta Kapten mempercepat penerbangan ke Jepang."

"Ta..pi Mr."

"Lakukan saja yang aku perintahkan!"

Setelah mengatakan itu Ali menoleh mendongak menatap dingin dan tajam ke arah pramugari. Membuat pramugari tersebut tidak dapat berkata-kata lagi.

Pramugari memberi hormat lalu berkata, "Baik Mr. Chandra," dan berlalu pergi dari hadapan Ali.

Setelah pramugari pergi barulah Ali menutup kedua matanya dengan ibu jari dan jari telunjuk kanannya.

keGATELan [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang