The Devil's Take Me | 28 - Just as your wish

2.8K 183 13

RICHARD UPDATE!!!

JANGAN LUPA KLIK BINTANG DIBAWAH DAN KOMEN!

***

Playlist: Julia Michaels - Heaven

Your playlist:

___________________________

Kecupan yang bertubi-tubi di punggung tangan Barbara membuat wanita itu membuka matanya dan cahaya yang menyilaukan mata serta rasa pusing langsung menyerangnya.

"Akhirnya kau sadar juga... Kau butuh apa, sayang? Kau mau minum? Kau mau makan? Cepat katakan maumu aku akan menurutinya." ucapan beruntun itu langsung menyerangnya begitu si pengucap tahu jika dirinya sudah sadar.

Barbara yang terlalu lemas mendengar ucapan berentet itu hanya meletakkan telunjuknya ke bibir Richard mengisyaratkan agar pria itu tidak berbicara lagi. "Aku haus." pinta Barbara yang dengan langsung dilaksanakan oleh Richard.

Setelah menaruh kembali gelas yang airnya sudah tandas itu ke atas meja kecil disebelahnya, Richard kembali duduk di kursi sebelah ranjang Barbara dan meraih tangan wanita itu untuk di kecupinya berkali-kali–berharap rasa khawatir yang hinggap di hatinya menghilang karena wanitanya sudah sadar.

"Kau membuatku hampir gila." hanya itu yang diucapkan Richard, tapi Barbara tahu dibalik satu kalimat itu tersimpan nada cemas–khawatir dan panik yang sangat kentara.

"Tapi sekarang sudah tidak, kan? Aku sudah sadar sekarang." Barbara mengelus dengan lembut kepala Richard yang bersandar di perutnya.

Perut? Seketika Barbara ingat sesuatu. "A-anak kita baik-baik saja kan?" pertanyaan cemas itu langsung membuat Richard terbangun dan menatap Barbara dengan senyuman menenangkan di wajahnya.

"Tidak usah khawatir. Dokter bilang kandunganmu baik-baik saja dan dia bilang kemarin kau hanya kelelahan, dia juga bilang jika baby kita tidak menyukai bau seafood. Itu biasa terjadi dengan ibu hamil." jawaban Richard membuat kecemasan Barbara menghilang dan digantikan dengan helaan napas yang melegakan.

Cukup lama keheningan yang terjadi di antara mereka hingga suara Richard memecahkannya. "Maaf." pria itu mengucapkan 1 kata itu dengan kepala menunduk. Walaupun posisi kepala Richard sedang menunduk, Barbara bisa melihat dengan jelas guratan penyesalan di wajahnya.

Belum sempat Barbara menanyai maksud perkataan itu, Richard kembali berbicara.

"Maafkan aku. Semua ini terjadi karena aku. Sebenarnya waktu itu dokter sudah bilang kalau kau harus banyak istirahat dan tidak boleh dulu naik pesawat karena takut kau akan mengalami jetlag. Tapi aku malah membawamu demi semua kejutan bodoh–"

Dengan bersusah payah Barbara bangkit dan langsung membungkam bibir Richard. Walaupun hanya sekedar menempel tapi itu cukup untuk membuat pria itu diam.

Ketika Barbara ingin menarik kepalanya, Richard justru menarik tengkuknya dan kembali mempertemukan bibir mereka.

Ciuman itu terasa tulus dan ada sebuah penyesalan di baliknya. Setelah dirasakan Barbara membutuhkan oksigen, barulah Richard melepaskan pagutannya dan membiarkan wanita itu bernapas.

Dan setelah beberapa saat mengembalikkan napas normalnya, Barbara merengkuh wajah Richard hingga membuat pria itu menatap tepat di manik matanya.

"Jangan berbicara seperti itu. Kau tahu yang kemarin sangatlah menyenangkan dan berkesan bagiku. Jadi, jangan sebut kejutanmu kemarin adalah sesuatu yang bodoh karena aku menyukainya." Barbara mengakhiri kalimatnya dengan sebuah kecupan kilat dibibir Richard.

"T-tapi..."

"Tidak ada tapi-tapian! Lagipula... seperti yang dokter bilang kan? Aku hanya kelelahan. Jadi, tidak ada yang perlu dikhwatirkan lagi, right?" potong Barbara.

Tapi, seakan belum cukup, Richard kembali berucap. "No! Untuk menebus kesalahanku, aku akan menuruti segala kemauanmu." ucap Richard.

"Benarkah? Segalanya?" ulang Barbara, Richard mengangguk cepat sebagai jawabannya.

Barbara tampak berpikir dengan mengetukkan jarinya di dagu. Tiba-tiba suatu pemikiran masuk ke dalam otaknya.

"Bagaimana jika kita pergi ke makam orang tuaku? Aku rindu Daddy dan Mommy."

Richard menaikkan satu alisnya. "Hanya itu?" Barbara menjawabnya dengan 'iya' "Tidak ada yang lain?"

"No!" jawab Barbara dengan tegas.

"Baiklah... just as your wish, Princess..."

Dan Barbara seakan tuli–tidak mendengar apa-apa lagi selain detak jantungnya yang menggila.

Astaga... pria ini semakin membuatnya jatuh!

 pria ini semakin membuatnya jatuh!

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

TO BE CONTINUE

_____________________________

HOPE YOU LIKE IT!!!

MAAFIN AUTHOR YANG PHP DAN PLINPLAN PLUS GA TEPAT JANJI INI YA WKWK

JANJI MAU UPDATE SEMINGGU SEKALI EH... malah kelewatan

But, kali ini serius deh janji lagi aku bakalan fokus sama cerita Richard dulu, Damien, baru si anak baru A.K.A Christoper–My Bastard Prince, ada yg udah baca?👆👆

SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER!

LOVE YOU,

Mrs. Mendes🖤

The Devil's Take MeWhere stories live. Discover now