Extra P.

6.9K 178 44

Saat ini dua orang yang sudah terikat sedang menikmati udara segar dibelakang rumah yang menampilkan pemandangan yang indah. Bunga bunga tertanam rapi dengan warna yang membuatnya lebih sempurna.

"kafka?" Kafka menoleh dan menatap bidadari tak bersayapnya ini

"iya,sayang?" Kafka menatap Wajah Aurel dengan dalam,ia bersyukur memiliki Wanita seperti Aurel.

"Nih,ambil. Tapi jangan dibuka sekarang ya." Kafka mengambil amplop berwarna biru tersebut dan hendak membukanya namun tangannya langsung dipukul pelan oleh Aurel,dan itu membuat Kafka terkekeh melihat Aurel.

"ini emang apa?surat?"Aurel menggangguk dengan cepat,Ia mendekatkan duduknya kearah kafka dan bersandar dibahunya.

"Kafka,apa aku ini pengganggu dalam hidup kamu?" Pertanyaan yang dilontarkan Aurel sangat membuat Kafka kesal.

"Kamu ini ngomong apasih,kalau kamu itu pengganggu udah dari dulu aku ninggalin kamu"

"Kafka,kamu bahagia ga sama aku?" Pertanyaan kedua yang diucapkan Aurel semakin membuat kafka kesal dan bingung

"pertanyaan kamu ga berbobot banget ya,untung aku sayang sama kamu" Kafka mengucapkannya sambil menyentil jidat Aurel.

Aurel membalasnnya dengan mencubit pelan lengan kafka,dan langsung memeluk kafka dengan sangat erat.

Aurel menutup matanya perlahan mengingat masa masa dulu saat Ia dan Kafka dipertemukan. Moment tersebut takkan pernah terlepas dari ingatannya sampai ia tiada.

Eratan peluk dari Aurel taklama melemas,Kafka ikut melepaskan pelukannya dan menatap aurel yang sedang menutup mata,Aurel tak bergeming sama sekali. Badan aurel terlihat sangat lemas.

Kafka bingung dengan Aurel saat ini juga,Hati nya terasa sangat campur aduk. Ia mencoba menepuk pipi Aurel dan membangunkannya,Namun. hasilnya Nihil. Aurel sama sekali tak bergerak.

Kafka mendekatkan Jari telunjuknnya kearah hidung Aurel untuk mengecek. Saat Ia mendekatkan jarinya,Ia tak merasakan adanya nafas dari Aurel.

Deg.

Deg.

Kafka mulai panik dan cemas saat ini juga,ia menidurkan aurel dipaha nya dan segera mengambil tangan kiri Aurel,Ia hendak mencari denyut nadinya. Namun hasilnya tetap Nihil.

Tes.

Air mata Kafka seketika Jatuh,ia mulai melemas,Ia menatap kearah Aurel dengan lekat. Hanya satu pertanyaan yang ada dipikirannya

Apakah secepat ini?

"Aurel.."Panggil Kafka dengan lirih,Ia mencoba menahan isakannya. Ia menggenggam tangan Aurel sangat erat. Ia mengelus pipi aurel dengan sangat lembut,menatap aurel tanpa mengedipkan matanya 1 detik pun.

Hanya satu harapan yang kafka pinta. 'Bangunkan,Aurel.'

"sayang..kamu tidur?"

"selamanya?"

Tes.

Kafka meneteskan air matanya lagi,hingga tetesan itu berubah menjadi isakan.

 MY EVERYTHINGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang