--devano

25 4 0

HARI ini, hari dimana devi akan mendaftarkan dirinya untuk menjadi pengurus OSIS, devi sendiri dulu pernah menjadi pengurus OSIS saat dirinya masih SMP

"jo, temenin gw ke depan ruang guru dong, gw mau daftar" kata devi "yodah, sini gw temenin" devi menganggukan kepalanya, mereka pun pergi ke depan ruang guru

"dev, nih kertasnya diisi aja" rangga, ketua osis SMA Burung Garuda, memberikan devi secarik kertas untuk pendaftaran menjadi pengurus osis "oh, oke" devi mengeluarkan pulpennya dan mulai mengisi kertas tersebut, setelah selesai, ia langsung memberikan kertas itu ke rangga

"3 hari lagi bakal ada tes tertulis terus 3 hari setelah tes tertulis bakal ada wawancara" kata rangga memberitau, devi menganggukan kepalanya, setelah itu ia dan jocelyn langsung kembali ke kelas mereka

-Deviana-

Setelah devi melakukan tes tertulis dan wawancara beberapa hari yang lalu, hari ini devi pergi untuk melihat hasil yang baru keluar di depan ruang guru

'Deviana Velicia Navriel Alexa'
Nama devi yang tertulis di kertas yang ditempel di mading depan ruang guru membuat devi tersenyum, ia melihat nama nama lainnya, hanya ada 35 anak yang diterima dari kelas X dan XI, hal tersebut membuat devi merasa bangga akan dirinya

"dev" panggil rangga "iya ka?" devi membalikkan badannya "congrats ya" jawab rangga "oh ya, bakal ada LDKS ya 2 minggu lagi, semangat" tambah rangga "iya" devi menganggukan kepalanya, ia dan rangga sudah menjadi teman dekat karena belakangan ini mereka sering bertemu dan mengobrol

"lu" raynand menghampiri devi yang sedang berjalan ke arah toilet "i-iya?" mendadak devi merasa gugup, ia merasa bersalah tentang dirinya yang pernah memaksa raynand unutk mengantarkan dirinya ke ruang kepsek

"nama lu siapa?" tanya raynand dengan muka datarnya "devi" jawab devi singkat "nama panjang" kata raynand menatap devi "deviana velicia navriel alexa" jawab devi "oke, devi" raynand menganggukan kepalanya lalu berjalan pergi

-Deviana-

"weh, lu pada tau gak anak baru dari medan yang ganteng itu?" tanya jocelyn "gatau sih" jawab devi "entar deh pas pulang gw tunjukin, eh, itu tuhh" tiba tiba jocelyn menunjuk seorang lelaki tampan dan bertubuh tinggi

"jehh, itu mah bukan anak baru, emang dia sebelumnya sekolah disini tapi abis itu dia pindah ke medan terus sekarang balik lagi dia" kata rani sambil menggelengkan kepalanya

"kok gitu?" tanya jocelyn "katanya sih gara gara kerjaan bokapnya" jawab rani santai "ganteng kan?" tanya jocelyn "yang mana sih?" devi mengerutkan dahinya "itu loh bebss" rani menunjuk lelaki yang daritadi mereka bicarakan dengan dagunya

'deg'
Wajah devi berubah pucat, ia jelas tau siapa lelaki yang baru ditunjuk oleh rani "ganteng kan?" tanya jocelyn "kalau gue sih yess" rani menganggukan kepalanya

"dev?" bingung jocelyn melihat devi yang hanya diam "eh? i-iya" jawab devi "hmm, gw duluan ya" tambah devi, ia langsung berdiri dan pergi kearah toilet, teman temannya hanya melihat devi dengan tatapan bingung

Saat devi keluar dari toilet, ia melihat seorang lelaki yang sedang bersender di tembok sambil memainkan ponselnya, lelaki yang ia lihat di kantin tadi, devi pun langsung mempercepat langkahnya

"deviana velicia navriel" lelaki itu menahan lengan devi "i-iya ka?" tanya devi berusaha menetralkan suaranya "lu inget gw?" tanya lelaki tersebut "iya" jawab devi takut "nama gw?" tanya lelaki tersebut "de-devano allaver" jawab devi terbata bata

"nice" kata lelaki yang bernama devano tersebut, devano adalah kakak kelas devi di SMA Medan tapi sekarang ia akan menjadi kakak kelas devi di SMA Burung Garuda juga, pacar rachel, suka memerintah devi seenaknya, salah satu orang yang ditakuti oleh devi

"devv, itu si devano, kakel yang di kantin tadi liatin lu terus tuhh" kata rani yang duduk disebelah devi, ia menunjuk devano yang sedang berdiri menatap devi dengan dagunya, devi pun langsung melihat ke arah yang ditunjuk rani

ia langsung menundukkan kepalanya setelah melihat bahwa devano sedang menatapnya tajam, bukannya devi pengecut atau apa, dulu saat pertama kali mereka bertemu, devi suka melawan devano, ia juga selalu memarahi dan berani menghadapi lelaki tersebut

namun setelah devi tau bahwa devano adalah pacar rachel, entah kenapa ia tiba tiba tidak pernah berani untuk melawan devano, alhasil devano pun selalu menyuruh nyuruh dan memaksa devi untuk melakukan hal yang diinginkan devano

"devi" panggil devano saat devi baru keluar dari gedung sekolah "iya?" devi menelan ludahnya "mo balik bareng?" tanya devano

"ngga usah ka, aku pulang bareng abang aku" jawab devi sopan, menjaga agar kata kata yang dikeluarkan dari mulutnya tidak ada yang salah

"oh gitu, oke" devano menganggukkan kepalanya "tapi laen kali harus mau!" tegas devano "i-iya kaa" kata devi

-Deviana-

"bang, willie kemana?" tanya devi saat ia turun dari lantai atas "udah pulang, ada urusan mendadak katanya" jawab steve sambil menonton tv "ohh, yodah" devi langsung kembali ke atas

"dek, mau ke mal gaa? Gw bosen nihh" teriak steve dari lantai bawah "males!" jawab devi dari kamarnya

"ihh harus mau, gaada penolakan, cepet ganti baju!" teriak steve dari bawah, ia segera naik ke atas dan masuk ke kamarnya untuk mengganti bajunya

"au ah!" devi segera berdiri dari ranjangnya dan membuka lemari bajunya

"kok tumben banget sih abang ngajak pergi? biasanya juga pergi sendiri" tanya devi saat ia dan steve sedang dalam perjalanan

"bosen gw dirumah, sama skalian cari makan soalnya ibu kan lagi pergi, gaada yang masak, lu pasti males" jawab steve

"eh, apa maksud? gw mah rajin kali ah!" devi refleks memukul pelan lengan steve "hmmmm" steve hanya bergumam

"dek, gw beli makan dulu yaa" kata steve "iya" steve pun pergi, devi hanya melihat kesekelilingnya, tiba tiba handphonenya bergetar, ia melihat nama yang tertera di layar ponselnya tersebut, ia tidak mengangkat telepon tersebut, ia langsung memasukan ponselnya ke dalam tasnya

kenapa dia nelpon gw lagi? pikir devi

"devi" panggil seseorang yang jelas suaranya membuat devi bergidik ngeri, devi langsung membalikkan tubuhnya dan melihat devano yang sudah menatap dirinya tajam "kenapa lu gak ngangkat telepon gw?" sinis devano, devi menelan ludahnya takut

FOLLOW :
clarissaalika_ (ig)

makasi buat yang udah voment, ditunggu next partnya yaa¡¡

DevianaRead this story for FREE!