06 : pulang bareng?

822 244 21

"hai somii

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"hai somii..."

senyum cerah haechan menyambut somi di depan pintu kelas. sempat membuat cewek itu terkejut. juga herin yang keluar bersamanya tadi.

"kak echan ngapain disini?"

"mau ngajakin somi pulang bareng." senyum di bibir cowok itu masih setia melekat.

"hah? tapi aku bareng sama kak mark." ucapnya, canggung.

haechan bergeser lalu menarik somi sedikit menjauh dari depan pintu. mata nya juga sempat melirik ke arah herin. memberi kode pada cewek berlesung pipi itu agar pergi.

herin memutar bola mata nya lalu menepuk pundak somi. "som, gue duluan ya."

"iya, her. hati-hati."

herin mengacungkan ibu jari nya lalu berjalan menjauh dari mereka berdua.

"kakak kamu yang minta." ujar haechan setelahnya.

"maksudnya?"

"bang mark yang minta aku buat nganter kamu pulang." bohongnya.

"loh, emang kak mark kemana?"

"ada urusan katanya. udah ayo." tanpa menunggu jawaban dari somi, haechan langsung menarik tangan cewek itu.

ada rasa deg-deg an saat tangan haechan menyentuh pergelangan tangan nya. tapi sekelebat kejadian siang tadi saat di lapangan membuat perasaan somi goyah lagi.

"sini atuh, jangan di belakang."

somi tersenyum canggung lalu menyusul langkah haechan dan berjalan di sebelah cowok itu. "gak ngerepotin emang kalo kak echan nganterin aku?"

"disuruh nganter somi pulkam ke kanada aja a echan siap, apalagi cuma sampe rumah."

"kak echan bercanda mulu." somi tertawa kecil.

haechan nyengir. "biar gak ngebosenin atuh, neng. emang somi lebih suka cowok yang gimana? yang receh apa yang sok cool gitu?"

"eh? aku gak mandang begitu sih, kak. yang penting nyaman aja hehe."

"kalo a echan bikin nyaman gak?" tanyanya, sambil melirik ke arah somi. ingin melihat reaksi cewek blasteran itu.

somi menggaruk telinga nya. "ya nyaman lah, kan kak echan udah kayak kak mark gitu."

padahal bukan itu jawaban sebenarnya. tapi somi tidak punya keberanian. takut salah ngomong.

"gitu ya."

"motor kak echan yang mana?" tanya somi untuk mengusir kecanggungan. sekaligus mengalihkan pembicaraan.

"kamu tunggu disini aja, aku ambil motornya."

"oke, kak."

setelah itu, haechan berjalan ke arah motor scoopy cokelat hitam miliknya. lalu membawa motor itu menghampiri somi yang berdiri tidak jauh darinya.

PELANGI FT. HAECHAN, SOMITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang