Lupa Sejenak

3.7K 163 0

"Sudah kamu telepon Moza?" Toro bertanya kepada Regas yang sedari tadi duduk di sampingnya.

"Sudah Om. Tapi nggak diangkat" Regas mengutak atik layar ponselnya.

Regas mengajak Toro dan Moza untuk makan siang di sebuah restoran sekalian merayakan ulang tahunnya hari ini. Namun sudah satu jam menunggu Moza tak kunjung datang.

"Hei Pa, Regas. Maaf aku terlambat karena tadi aku nyari kado dengan Dirga" kata Moza sambil terengah-engah. Regas tak berkomentar apa-apa.

Mereka bertiga larut dalam suasana hangat.

Regas maupun Moza tidak berani bercerita tentang Toro ke Lolita. Pasti Lolita akan melarang mereka menemui Toro.

♥♥♥♥♥

"Hei darimana saja kalian baru pulang?" tanya Lolita.

"Kami..kami..dari nonton Mom, ya kan Moza?" bohong Regas dan menyikut tangan Moza agar menyetujui kebohongannya.

"Ya Ma kami dari bioskop. Kata mama kami harus akrab"

"Benar kata Moza sayang. Biarkan saja mereka berdua biar akrab. Yasudah sekarang kalian mandi terus makan bersama" kata Jerry menengahi.

**

Senang sekali hari ini. Rasanya tak ingin berakhir. Dirga mengajak Moza ke rumah orang tuanya. Mengenalkan gadis itu pada mama dan papanya. Mereka senang dengan keberadaan Moza. Biasanya sih kalau seorang laki-laki yang mengajak wanitanya ke rumahnya dan mengenalkan ke orang tuanya berarti dia serius.

"Kamu Moza? Cantik sekali kamu sayang. Pintar ya Dirga mencarikan mama calon menantu" puji Lilian-mama Dirga.

"Mama apaan sih. Mozanya malu tuh. Sudah ah aku mau mengajak Moza ke mall dulu. Dah mama"

Wajah memerah Moza sangat jelas tergambar mengingat kedekatan Moza dengan orang tua Dirga. Moza merasa jadi wanita paling berbahagia di dunia ini.

Moxa tidak tahu harus membelikan Regas apa sebagai kado. Atas usul Dirga, dia membelikan sebuah jam tangan sport berwarna black metalic. Dia tidak tahu Regas menyukainya atau tidak.

Moza merasa semenjak ada Dirga di hidupnya, dia jadi merasa bebas. Mulai melupakan sejenak kegiatan balap liarnya.

Kalau aku ada masalah Moza lebih ingin Dirga yang mengetahuinya pertama.

Regas membalut tubuh atletisnya dengan sebuah handuk yang melingkar di pinggangnya. Rambut spike nya masih basah. Sungguh indah maha karya Tuhan. Dia teringat akan kado yang berikan Moza untuknya.

Perlahan Regas mendekat ke tempat tidurnya dan merogoh tas kecil miliknya. Sebuah kotak berukuran sedang ia dapatkan.

"I like it. Thank you sista. Aku akan menjaga ini" batin Regas.

Ponsel Regas berkedap kedip pertanda panggilan masuk. Regas paling suka kalau ponselnya di silent.

Moza.. di layar ponselnya sebagai incoming caller.

"Ada apa ya? tumben dia nelpon"

**

Ada apa dengan Moza???

Lophe
221092❤

Thank you My Stepbrother Baca cerita ini secara GRATIS!