Alinea 14 (Jejak bernama pernah)

12 1 0

Pada suatu senja aku menepikan langkahku.

Kuhitung kembali, jejak langkah basah yang kutinggalkan di belakang, berharap mengering esok hari ketika fajar terlelap dengan bentuk yang masih serupa.

"Aku pernah" katamu.

"Iya, aku tahu persis" kataku.

"Aku masih ada!" katamu.

"Tentu tidak." Aku katakan dengan mantap.

Tatapmu melemah.

"Kamu, jejak bernama pernah, yang sudah aku lewati dengan pasti, tanpa harus menoleh untuk ke sekian kali."

Kuhadirkan senyum terbaik dalam lintasan jejak bernama pernah yang takkan kembali.

Alinea untukkuRead this story for FREE!