Percaya tidak, ada banyak jenius psikopat yang berpikir kritis tentang dunia namun memilih jalan neraka untuk merealisasikan apa yang ada di dalam otak mereka? Tak peduli dengan akibat fatal atas sebab yang mereka perbuat, para psikopat tak kenal ampun membombardir manusia yang bahkan tak kenal dosa.
Seperti kata seorang lelaki yang Antares temui tempo hari lalu, "Dunia telah kotor, sedikit banyak kita harus membersihkannya supaya bumi ini tetap bertahan. Sedangkan negara-negara miskin dengan sumber daya manusia dungu tak patut dipertahankan. Kita hanya butuh orang-orang cerdas yang tahu bagaimana teknologi berkembang."
Dia bilang kalimat itu meluncur dari mulut seorang psikopat yang ia kenal secara tak disengaja. Pemimpin dari kelompok gelap yang mengendalikan industri musik dalam bayang-bayang. Dia ingin memusnahkan beberapa negara di dunia dengan tujuan mempertahankan bumi yang telah kacau balau ini. Menurutnya, masalah muncul akibat banyaknya manusia-manusia pendek akal yang tak peduli dengan masa depan. Meski dalam praktiknya, semua rencana yang telah tersusun matang itu bukan hanya 'membunuh' orang-orang 'bodoh' saja, banyak kalangan dari berbagai macam intelegensi manusia yang ikut terbunuh.
Antares masih tak bisa melupakan bagaimana kalutnya lelaki asing yang tanpa sengaja ia temui di depan mini market ketika mencari kudapan. Wajahnya yang rupawan tertutup jenggot dan kumis khas orang malas yang tak pernah mengurus diri selama berbulan-bulan, kuyu seperti tanaman yang tak pernah tersiram air, pun tersentuh sinar mentari. Setampan Apollo namun sekumal gelandangan, begitulah kesan Antares saat kali pertama berpapasan.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Mereka berlawanan arah, sempat ia lihat lelaki itu merogoh-rogoh saku jaket dan celananya di depan pintu mini market sebelum akhirnya berbalik dan berakhir berdiri mematung memandang jalan. Mungkin lupa bawa uang, pikir Antares. Namun gadis itu mencoba acuh tak acuh dan terus melangkahkan kaki menuju tempat tujuan. Mencaplok beberapa makanan ringan, mengambil sabun dan sikat gigi, sebelum akhirnya terperanjat ketika tahu-tahu saja sebuah teriakan terdengar dari luar selagi Antares memilah-milih macam-macam shampo.
Gadis itupun kemudian mendongak, memutar kepala ke kanan dan kiri mencari asal suara, lalu cepat-cepat mengambil langkah demi menuju lokasi es krim dan macam-macam roti diletakkan-tempat paling strategis untuk mencuri pandang sebab berhadapan langsung dengan pemandangan luar, hanya berbatas kaca tembus pandang sehingga Antares bisa melihat apa yang tengah orang aneh itu lakukan.
Goodbye everybody I've got to go Gotta leave you all behind and face the truth
Mama~ I don't wanna die I sometimes wish I'd never been born at all
Bohemian Rhapsody dari Queen, tak perlu Antares memutar otak demi mengetahui lagu kesukaannya yang tengah dinyanyikan. Lagu tentang seorang anak yang berpamitan untuk pergi-untuk mati, meski jauh di dalam lubuk hati dia tak menginginkannya. Kalau saja dalam keadaan normal Antares akan ikut menyahuti nyanyian itu dengan gumamam atau setidaknya bernyanyi dalam hati, maka kali ini dia hanya bisa bergidik ngeri ketika lagu 'berpamitan' dinyanyikan oleh orang yang tengah frustasi.