Part 1 ~•~Troublemaker

170 67 71
                                    

~•~

Selama Alea bersekolah di SMA Archipelago, tidak pernah sama sekali membayangkan bagaimana rasanya terlambat masuk kelas sejarah.

Bu Lyra, guru sejarah yang tidak punya toleransi waktu barang sedetikpun. Setelah berhasil masuk ke dalam sekolah dan menelusuri koridor kelas 11 hampir saja ia masuk kelas, namun Bu Lyra lebih cepat sampai didepan pintu kelas dan nyaris menutupnya.

"Tunggu!" sang guru melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.

"Kamu hapalkan materinya setelah itu temui saya di ruang guru." Bu Lyra menutup pintunya, meninggalkan Alea yang menatapnya tidak percaya.

Kontrak perjanjian belajar tidak bisa diganggu gugat, salah satu isinya adalah ketika terlambat, siswa tidak dapat masuk kelas tanpa seizin guru yang bersangkutan.

Nilai ulangan hariannya kandas.

Arthur kah penyebabnya? Coba saja langsung membukakan pintu gerbang, Alea tidak akan terlambat sedetikpun.

Alea menelusuri koridor yang sepi, Ia duduk di kursi yang terletak disini. Tangannya mulai membuka buku Sejarah yang dibawanya.

Wajahnya tertutup buku, tidak peka terhadap keadaan sekitar yang ia yakini sepi.

Seperti ada yang memperhatikannya, perlahan Alea mendongakkan kepalanya dan terlihatlah Arthur yang berjalan pelan  ke arahnya dengan tatapan dinginnya, bisa dikatakan seperti itu karena memang tidak ada senyum yang tercetak di wajah Arthur terlebih mata elang yang dimilikinya.

Alea tidak berani menatapnya lagi, tatapan matanya begitu menusuk.

"Ngapain di sini?" tanpa memedulikan pertanyaan Arthur,  ia kembali pada dunianya.

Karena tidak ada reaksi, Arthur merebut buku yang sedang Alea baca.

"Belajar di kelas!" perintah Arthur.

Lagi. Ia tidak mengindahkan peringatan Arthur. Alea mencoba merebut bukunya, namun Arthur menipisnya.

Karena kesal Alea merebut paksa kembali, tetapi sudah tidak utuh lagi, hancur karena tarikan keduanya. Alea berdecak kesal, sedangkan Arthur membelalak seketika karena tidak ada unsur kesengajaan.

"Sorry," ujarnya merasa bersalah.

Tak ada jawaban, sepertinya gadis itu menahan tangisannya karena kesal. Alih-alih menangis, tanpa di duga Alea melemparkan sobekan bukunya pada Arthur dan mengenai dada bidang cowok itu.

"Argh!" wajahnya menatap sengit Arthur.

"Waktu gue terbuang sia-sia!" lagi. Teriaknya di depan wajah sang ketua osis itu.

Alea mengakui bahwa dirinya bersalah karena telat namun mengapa efeknya begitu berat?.

Alea melenggang pergi membuat Arthur mematung di tempat.

°°°

"Tapi udah pernah Bu waktu kelas 10," ujar Alea mencoba membuat perembukan agar tugas pengganti kuis nya tidak berat.

"Kalau gitu kenapa kamu belum hapal juga sama materinya?"

"Bukunya aja di sobek Arthur," batinnya berteriak kesal.

"Nilai kuis kamu nol atau kerjakan tugas saya?" pertanyaan Bu Lyra seperti sebuah perintah.

Bahunya melorot seketika.

"Iya Bu, saya buat tugas penelitian," jawabnya terpaksa.

Alea keluar dari ruangan Bu Lyra, sedari tadi ia tidak sadar bahwa Arthur yang sedang berada di ruang guru mendengar pembicaraan itu.

°°°

Waktu telah menunjukkan pukul 19.00, Alea baru menginjakkan kaki di rumahnya.

Raut wajahnya terlihat capek ketika memasuki pintu, jalannya sedikit gontai lalu mendaratkan tubuhnya di sofa sejenak menghilangkan penat.

"Kalau kamu keras kepala gak mau berhenti ikut paskibra, gak usah les bahasa Jerman kalau gitu," sebuah kalimat yang keluar dari mulut sang Mama membuat Alea menegakkan punggungnya.

Untung saja Mama tidak menyinggung soal ekskul Jurnalistik.

"Ma.." seru Alea dengan sedikit memohon.

"Semua yang aku lakuin itu aku suka," jawabnya dengan pasti dan tegas.

"Perhatikan juga kesehatan kamu Al, nanti kecapean."

"Kuat ko," kembali Alea menyahut yakin.

Mama hanya membuang napas panjang, dengan berat hati mengiyakan keinginan Alea.

"Eh tunggu!" Mama menahan Alea yang baru saja melangkahkan kakinya ke kamar.

"Malam ini gak usah begadang, kalau besok telat sekolah gimana?"

"Kalau gak begadang kapan ngerjain project film nya?" gumamnya yang hanya di dengar Alea sendiri.

Bisa dikatakan Alea adalah manusia super sibuk dan waktunya tidak boleh terbuang sia-sia.

~•~

Jangan lupa yaa vote dan comment ditunggu.

Makasih yaa udah baca cerita ini, semoga sukaa

Love is Delayed (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang