HATE TO LOVE YOU (2)

28.9K 1.6K 34

3 bulan kemudian.

"apa kau sudah melakukan rencana kita, Ginny? Aku tak sabar melihat Dante membayar semua yang dia lakukan padaku" kata Kate menatap Ginny.

"Aku belum melakukannya." Jawab Ginny.

"Kenapa? Apa kau jatuh cinta pada Dante?" Tanya Kate tajam.

"Demi Tuhan, Kate! Kau pikir mudah bagiku melakukan semua hal yang kau rencanakan itu? Jika kau tidak sabar melihat kehancuran Dante, kenapa tidak kau sewa seorang wanita atau teman mu yang lain untuk melakukan nya?" Kata Ginny kesal.

Kate menggigit bibirnya. "Maaf. Hanya saja ini sudah tiga bulan sejak kau bekerja di Club tapi kau belum memberiku kepastian kapan kau akan melakukan rencana kita"

"Rencana mu!" Tukas Ginny. "Apakah kau begitu merasa sakit hati padanya sampai-sampai balas dendam ini begitu penting untuk mu?" Tanya Ginny.

"Ya. Dia mencampakkan aku! Aku, Ginny. Kate! Tak ada seorang pria pun yang boleh mencampakkan aku! Dia menendang ku dari Club nya! Tidak mengijinkan aku untuk melangkah masuk ke Club nya!" Desis Kate.

Ginny menatap Kate. Dia tak tahu apakah dirinya sanggup untuk ikut andil dalam rencana Kate.

Banyak hal yang terjadi selama tiga bulan dia bekerja pada pria itu. Dia mulai merasakan perasaan yang tidak seharusnya dia rasakan pada Dante.

Pria itu seolah memberinya harapan, melambungkan angan-angannya tentang cinta.

Dia ingat ketika suatu hari saat seorang pemabuk menyentuhnya ketika dia selesai menari. Dante datang dari kerumunan penonton lalu memanggulnya dan membawanya keruangan pria itu.

Saat itu Ginny merasa Dante lebih menakutkan dibandingkan si pria pemabuk.

Melihat tatapan matanya yang tajam, menelusuri tubuhnya yang nyaris telanjang, membuat Ginny gemetar.

"Aku akan memberitahumu kapan aku akan melakukan rencana mu itu. Segera" kata Ginny meraih tas nya dan pergi meninggalkan Kate.

*****

Dante menatap Ginny yang sedang berlatih menari diatas panggung. Wanita itu menjadi salah satu primadona Club.

Tubuh indahnya meliuk bergerak menggoda. Lalu mata mereka bertemu. Dante bisa melihat wanita itu terkejut melihat dirinya yang sedang bersandar memperhatikannya.

Ginny tersenyum kearahnya tanpa menghentikan tariannya. Dia menggerakkan jari telunjuknya meminta Dante untuk mendekat.

Dante berjalan mendekat. Duduk di salah satu kursi dekat panggung.

Ginny kembali menari, bermain-main dengan tiang besi. Berputar, dan membuat gerakan seolah-olah sedang bercinta.

Tarian Ginny semakin liar, wanita itu mulai melepaskan celananya menyisakan G-string berwarna putih dan sport bra warna abu-abu.

Ginny terus menari, menggoda Dante dengan tarian erotis. Lalu wanita itu turun menghampiri Dante. Menari dengan lembut dihadapannya.

Dante membuka lebar kakinya, seolah mengundang Ginny untuk duduk di pangkuannya.

Ginny tersenyum. Dia mengangkangi Dante. Membuat gerakan vulgar lalu menurunkan bokongnya, duduk diatas pangkuan pria itu.

Ginny mendesah, matanya terpejam saat dia merasakan milik Dante yang mengeras.

Dia membuka matanya, tersenyum pada pria itu. Tangannya membelai dada bidang Dante, melepaskan satu persatu kancing kemejanya. Dia mengerang saat tangannya menyentuh bulu-bulu halus yang memenuhi dada pria itu.

EROTICATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang