1

7.7K 395 44
                                        

Jungkook mengelap mesin espressonya hingga mengkilap. Setelah melihat pantulan dirinya dengan senyum lebarnya ia meletakkan kain lap di atas meja dan membalikkan papan tanda buka di pintu masuk dan siap menerima pelanggan2 setianya hari ini.

 Setelah melihat pantulan dirinya dengan senyum lebarnya ia meletakkan kain lap di atas meja dan membalikkan papan tanda buka di pintu masuk dan siap menerima pelanggan2 setianya hari ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sudah 8 bulan semenjak kelulusannya dari bangku SMA. Tidak seperti teman temannya yang melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Jungkook kembali ke kampung halamannya di Busan untuk melanjutkan usaha kedua orang tuanya yaitu Coffee shop.

Bukan tanpa sebab di minta kedua orang tuanya untuk melanjutkan usaha ini. Coffee shop milik kedua orang tua Jungkook ini terancam bangkrut karena sepinya pelanggan. Hal ini dikarenakan di daerah tempat mereka membuka Coffee shop ini sudah banyak bermunculan saingan2 dengan konsep dan tempat yang lebih keren yang tentunya menarik para Kawula muda untuk bersantai dan pastinya ber foto-foto Ria di sana.

Benar saja, kehadiran Jungkook membawa warna baru di Coffee shop ini dan sekaligus menyelamatkan usaha kedua orang tuanya dari ambang hancuran. Berkat tampang Jungkook yang bisa dibilang tidak pas-pasan, sedikit demi sedikit, lambat laun menarik beberapa pengunjung untuk singgah dan memesan kopi di Coffee shop nya.

Mulai dari anak anak sekolah, mahasiswa, m pekerja kantoran dan Nuna-Nuna sering mengunjunginya dengan dalih membeli kopi untuk sekedar melihat senyuman dari Jugkook. Ya, pacar Rose itu lumayan laris di kampung halamannya.

Jungkook sedang mengelap meja saat bel pintu  berbunyi. Seorang pelanggan! Jongkook segera berlari ke belakang meja Coffee bar untuk menyambut pelanggan pertamanya itu. Dengan senyum hangat Jungkook menyapa seorang gadis cantik berambut panjang bertubuh tinggi langsing itu.

"Selamat pagi, ada yang bisa dibantu dengan pesanannya?" Tanya Jungkook.

Gadis itu tersenyum manis, "seperti biasa ya." Ucapnya lalu bertumpu pada coffee bar.

Jungkook mengangguk dan tersenyum. Ia segera membuatkan minuman yang setiap hari dipesan gadis cantik itu. Ya, gadis itu adalah pelanggan setianya.

Tidak membutuhkan waktu lama, Jungkook selesai membuatkan pesanan gadis itu. Jus Yoghurt. Meskipun coffee shop, namun cafe jungkook juga menjual aneka ragam minuman non kopi untuk orang-orang yang kurang suka dengan rasa pahit kopi namun ingin menikmati suasana coffe shop Jungkook yang nyaman dan tenang.

Jungkook membubuhkan tulisan nama pemesan Jus Yoghurt itu dengan spidol hitam pada cup minumannya. Ia tak perlu menanyakan nama gadis itu karena ia sudah hafal dengan namanya. "Sana." Tulis Jungkook lalu menaruhnya diatas nampan.

"Silahkan." Ucapnya dengan senyum.

Sana membayar dengan uang pas kemudian duduk di salah satu tempat duduk dekat coffee bar. Tempat favoritnya.

"Pagi-pagi minum yoghurt

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Pagi-pagi minum yoghurt. Apa tidak sakit perut?" Tanya Jungkook memecah keheningan.

Sana menoleh dan tersenyum manis. "Tidak kok. Coba saja." Ucapnya ramah.

Jungkook mengangguk. "Nanti akan kucoba." Ucapnya.

Sudah sebulanan ini Sana setiap hari datang ke coffee shopnya. Pertama-tama ia hanya iseng mencoba coffee shop ini, karena nuansanya yang berbeda dengan coffee shop2 lainnya. Dan betapa bahagianya ia mendapatkan menu yang tak bisa ia dapatkan di coffe shop2 lainnya. Jus Yoghurt kesukaannya! Semenjak itu, Sana menjadi pelanggan tetap coffee shop ini.

Setiap hari Sana hanya datang sendirian. Memesan Jus Yoghurt dan duduk di meja yang sama setiap hari. Sering kali ia mengajak Jungkook ngobrol jika cowok itu tidak sibuk.

Setelah beberapa kali berbincang, Jungkook tahu bahwa Sana adalah seorang model yang baru pindah ke kota ini setelah kelulusan SMA, seperti halnya Jungkook. Ya, mereka seumuran. Alasan kepindahannya adalah karena.... toxic relationship!

Sana memiliki pacar zaman SMA bernama Mark. Anak skate katanya. Cowok itu menjadi pacar pertama Sana di SMA. Mereka sudah berpacaran 3 tahun lamanya, semenjak kelas 1 SMA. Namun semakin lama hubungan mereka,  Sana bukannya merasa bahagia. Ia terus tersakiti oleh sikap Mark. Mark terlalu posesif padanya, selalu mengatur2 hidup Sana, melarangnya berteman dengan cowok yang bahkan teman sekelasnya, hingga akhirnya Mark melarang Sana melanjutkan aktivitas modelnya.

 Mark terlalu posesif padanya, selalu mengatur2 hidup Sana, melarangnya berteman dengan cowok yang bahkan teman sekelasnya, hingga akhirnya Mark melarang Sana melanjutkan aktivitas modelnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jungkook terkadang memberikan beberapa saran dan tanggapannya atas cerita2 Sana disamping menjadi pendengar yang baik.

"Omong-omong, ceritamu mengingatkan pada cerita sahabatku." Ucap Jungkook tiba-tiba.

"Dia ada di dalam toxic relationship?" Tanya Sana dengan wajah khawatir.

Jungkook menggelengkan kepalanya, "tidak. Mungkin hampir. Sahabatku itu ingin ke New Zealand untuk kuliah tapi pacarnya menentangnya dan akhirnya mereka putus." Ucapnya.

Sana bernafas lega, "syukurlah mereka putus."

Jungkook tersenyum, "kau ini baik sekali mengkhawatirkan orang lain." Pujinya. "Jangan khawatir! Kau pasti bisa melupakan mantanmu itu kok! Sahabatku saja sekarang mendapatkan pacar yang mensupportnya! Meskipun itu sahabat kami juga sih... tapi, kamu kan cantik! Kamu pasti bisa mendpatkan gantinya yang jauh lebih baik dari mantanmu itu!" Hibur Jungkook.

Sana menggeleng pelan, "kata2 mu mengingatkanku pada dia." Ucap Sana.

Jungkook otomatis menutup mulutnya.

Sana tersenyum pahit. "Ia selalu berkata bahwa aku cantik, aku pasti bisa dengan mudah mendapatkan cowok baru dan melupakannya, seorang anak berandalan yang berasal dari keluarga broken home." Ucap Sana dengan tatapan nanar.

"Ah... dia menggunakan kata2 itu agar membuatmu merasa bersalah?" Tanya Jungkook.

Sana mengangguk. "Kata2 itu berhasil membuatku tinggal dan tak tega untuk memutuskannya." Ucap Sana.

"Yah, yang terpenting sekarang kalian sudah putus. Bgaimana teman2 mu? Kau sudah mengabari mereka tentang keberadaanmu?" Tanya Jungkook.

Sana menggeleng, "aku tidak ingin mereka khawatir. Lagi pula Mark masih meneror mereka untuk mendapatkan informasi keberadaanku. Aku... tidak bisa mempercayai siapapun." Ucapnya sedih.

Jungkook mngangguk. Orang tua Sana sedang tugas di Jepang, Sana tidak ingin kedua orang tuanya mengkhawatirkan dirinya. Begitupula dengan para sahabt2nya di Seoul. Sana berhati mulia sungguh malang nasibnya terjebak di dalam toxic relationship. Ia pindah ke Busan seorang diri untuk kabur dari mantannya dan mencoba mencari ketenangan disini.

Sebenarnya Jungkook memahami prasaan mantan Sana. Ia sangat mencintai Sana dan tak ingin kehilangan Sana, namun caranya sungguh salah. Berakhir menyakiti Sana.

Jungkook memutar lagu Soulmate dari IU ft Zico untuk memecah keheningan. Keduanya hanya diam sambil mendengarkan lantunan musik.

-Tbc

New ChapterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang