Taehyung - 22

84 9 0
                                    

O Lin sampai di depan pagar saat semua murid sudah pulang. Hari ini mereka pulang lebih cepat daripada biasanya, karena itu langit masih cerah. Udara mulai mendingin karena musim dingin sebentar lagi datang.

Namun, para murid masih diharuskan memakai rok mini. Meski sebenarnya mereka diperbolehkan membawa baju tebal. Namun, O Lin tidak melakukannya karena merepotkan.

O Lin refleks memejamkan matanya karena Taehyung tiba-tiba mengulurkan tangan ketika O Lin baru saja sampai. Lelaki itu berpose seperti memeluk O Lin, meski hanya sebentar.

“Udaranya dingin,” kata Taehyung tanpa menatap mata O Lin. Lelaki itu berbicara sambil memandang langit.

Sedangkan O Lin menunduk, menemukan syal oranye milik Taehyung yang sudah terlingkar di lehernya, hangat dan juga wangi. Aroma yang mirip dengan tubuh Taehyung kemarin, familier dan juga nyaman.

“Gomawo ….” O Lin tersenyum, menampilkan deretan giginya yang rapi.

Melihat hal itu, Taehyung sempat terbius sejenak. Kemudian ketika ia sadar, lelaki itu berdeham pelan.

“Kita mengerjakan tugas di rumahmu, bukan? Kapan batas terakhirnya?” tanya Taehyung. Pipinya sedikit memerah, sepertinya karena malu atau karena dingin. Entahlah, O Lin tidak yakin.

“Sebenarnya minggu depan, tetapi tugasnya sangat banyak.” O Lin  tersenyum tipis. Taehyung terlihat lucu karena salah tingkah, tetapi masih berpura-pura cool. “Kita jalan sekarang? Rumahku tidak terlalu jauh, kok.”

Taehyung mengangguk. Mereka berdua berjalan beriringan, melintasi jalanan yang dipenuhi dengan daun yang berguguran.

***

Mereka sudah sampai dan saat ini Taehyung tengah duduk di ruangan tengah. Rumah O Lin kosong seperti biasanya. Hanya ada pembantu rumah tangga yang sibuk dengan urusannya sendiri. Menurut Taehyung, rumah ini sangat besar, tetapi auranya sangat hampa.

“Ini.” O Lin yang sudah mengganti seragamnya menjadi baju kasual membawa sebuah nampan berisi minum dan buah untuk Taehyung. “Kuharap kau menikmatinya.”

“Eo, gomawo.” Taehyung mengangguk sopan. “Geundae, di mana orang tuamu?”

“Mereka bekerja.” O Lin menjawab acuh tak acuh, lalu mengeluarkan buku dari tasnya. “Mereka selalu sibuk bekerja.”

Taehyung termenung mendengar penuturan O Lin. Satu hal lagi yang baru ia ketahui tentang gadis yang ia suka selama ini. O Lin tampak kesepian dan tidak memiliki teman cerita. Sepertinya karena sejak awal orang tuanya selalu sibuk dengan urusannya masing-masing dan kurang memperhatikan anak perempuan mereka.

“Oh, begitu.” Taehyung menjawab canggung. “Er … baiklah, kita mulai? Tugasmu yang mana?”

“Ini, ini, ini, ini, dan ini.” O Lin menunjuk buku cetaknya dan menjelaskan pada Taehyung, lalu Taehyung hanya mengangguk paham. Awalnya, mereka berdua sama-sama mengerjakan tugas masing-masing dalam diam.

Hingga pertanyaan O Lin memecahkan suasana dingin itu.

“V, apa kau punya waktu esok?”

“Waktu?” Dahi Taehyung sempat berkerut kemudian mengangguk kala sadar ia tidak punya rencana apa pun besok. “Kenapa?”

“Mau menemaniku?”

“Eh? Ke mana?” tanya Taehyung bingung. “Kau mau pergi ke suatu tempat?”

O Lin mengangguk, antusias. “Aku mau ke bioskop, ada film yang sangat ingin kutonton.”

“Film apa?”

“Burn The Stage. Aku sangat-sangat ingin, tetapi … aku tidak punya teman yang cukup dekat untuk kuajak, kecuali dirimu, mungkin?”

Taehyung terdiam sejenak. Sejak awal dia tidak pernah berencana untuk sedekat ini dengan Cha O Lin karena takut menyakiti gadis itu dan dirinya sendiri nantinya.

Namun, takdir seolah mempertemukan mereka dan Taehyung serasa tidak punya pilihan lain selain menjawab ….

“Baiklah, besok, ya?” Taehyung menyetujui ajakan O Lin.

Mendengar jawaban Taehyung, O Lin nyaris berteriak saking senangnya. Dia sudah lama sekali tidak jalan-jalan karena selama ini O Lin tidak pernah dekat dengan siapa pun atau tepatnya, dia tidak tertarik dengan siapa pun.

Namun, Taehyung berbeda. Dia menarik O Lin dengan cara yang tidak biasa dan satu hal yang O Lin sadari, ada sebuah perasaan yang berkembang di dalam dirinya.

Rasa yang tumbuh begitu cepat, seiiring dengan kebersamaan mereka.

“Iya, besok.”

***

DIVE [TAEHYUNG FF]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang