Taehyung - 12

83 10 3
                                    

"V, kau sudah buat tugas dari Kim Saem (Guru)?"  Yeong Ho bertanya pada Taehyung yang baru saja mendudukkan pantatnya di bangku sekolah. Lelaki itu datang sedikit lebih pagi hari ini.

"Eo? Tugas?" Taehyung menaikkan satu alisnya. "Yang mana? Memang kita punya tugas?"

Yeong Ho menepuk dahinya kuat kala lelaki itu melihat ekspresi wajah Taehyung yang tanpa dosa. "Oh, bagaimana ini? Tugasnya ada sejak satu bulan yang lalu. Seratus soal matematika, apa kau lupa?"

Taehyung mematung di tempatnya sejenak, butuh waktu bagi lelaki itu untuk berpikir hingga pada akhirnya ia membelalakkan mata terkejut.

"Astaga! Astaga!" seru Taehyung heboh hingga kakinya terentuk meja. "Sakit!"

"Oh, aku lupa mengingatkanmu. Bagaimana ini?" tanya Yeong Ho, kasihan dengan Taehyung. "Kau tahu sendiri bagaimana Kim Saem, V. Dia akan membuatmu lari lapangan dua puluh keliling."

Lari dua puluh keliling memang terdengar sedikit bagi orang yang tidak tahu. Namun, lapangan olahraga mereka yang lebih besar dari lapangan sepak bola itu bisa membuat murid kelelahan hanya dengan lari dua keliling.

Taehyung mengigit bibir bawahnya. Dia tidak boleh memaksakan fisiknya seperti itu, berbahaya! Namun, ia juga tak sempat membuat tugas sekarang, waktunya terlalu mepet.

Ah, ini semua karena kebodohannya. Tidak seharusnya dia melupakan tugas sepenting ini dan sialnya tidak ada yang mengingatkan Taehyung. Belakangan ini dia lebih sering tertidur daripada melakukan pekerjaan lain, jadi tak heran banyak pekerjaan yang seharusnya ia kerjakan jadi terbengkalai.

"Apa aku pulang saja?" usul Taehyung tiba-tiba. "Absen sekali tidak akan membuatku di DO. Pengurangan sedikit nilai jauh lebih baik daripada lari, bukan begitu?"

"Kau mau pulang lewat mana?" Yeong Ho bertanya. "Tidak mudah melewati gerbang depan. Banyak satpam dan guru, pasti mereka curiga jika kau pulang tiba-tiba."

"Eo ...." Taehyung bergumam. "Kalau aku pura-pura sakit, nanti yang lain akan membawaku ke UKS dan dokter di sana akan memeriksa. Itu berbahaya. Mereka akan tahu aku berbohong, lalu hukumanku bertambah dua kali lipat. Daebak (Hebat)."

Keduanya sama-sama merenung sampai Yeong Ho menjentikkan jari, seolah memiliki ide cemerlang.

"Lompat!" serunya tiba-tiba.

Taehyung mengerutkan dahi. "Maksudnya?"

"Kau lompat saja dari taman belakang tempat anak-anak sering melarikan diri. Namun, kudengar di sana banyak pecahan beling bekas tawuran, jadi hati-hati."

Taehyung mengangguk-angguk, membenarkan perkataan Yeong Ho. Mungkin itu satu-satunya jalan terbaik, melarikan diri. Salah satu keahlian Taehyung karena selama ini dia selalu berlari dari masalah.

"Oke, kalau begitu aku pergi." Taehyung mengambil tasnya dan melirik ke arah jam. "Nanti ajarkan aku poin-poin penting pelajaran lain. Gomawo!" lanjutnya sebelum berlari dan keluar dari kelas.

"Eo!" seru Yeong Ho pada Taehyung yang sudah tak terlihat lagi.

***

DIVE [TAEHYUNG FF]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang