29.

5.8K 189 17

Saat ini Aurel bersama keluarga kecilnya sudah sampai di Rumahnya,ia sudah pulang dari Brisbane. sebenarnya Aurel tidak diperbolehkan untuk pulang terlebih dahulu,tapi Aurel sangat batu. Ia tetap kekeuh untuk pulang,jadi ia diperbolehkan pulang tapi dengan bersyarat,tidak boleh banyak gerak dan menjaga pola makannya.

Aurel pulang dengan keadaan yang sangat Bahagia,karna ia akan menginjakkan kakinya lagi di Istananya bersama Putri dan Pangerannya.

Namun,Ekspektasi sangat jauh dari Realitanya. Saat membuka pintu yang sangat mewah itu,ia malah melihat pemandangan yang membuat Kedua Bola Mata Aurel ingin keluar saat ini juga.

"KAFKA!"teriak aurel 8 oktaf,karna melihat rumahnya yang sangat amat berantakan,seperti rumahnya habis dilanda gempa bumi.

Baju berserakan dimana mana,Kaleng minuman berserakan,bungkusan snack,Puntung rokok yang berada dimana mana,dan tak lupa, Stick PS yang kabelnya terlilit dengan kabel lainnya.

Bantal Sofa berada di atas TV,Meja bundar yang berada diruang tengah dipindahkan ke Dapur.

Rumah ini benar benar seperti dilanda gempa bumi.

"KAMU HABIS NGAPAIN SAMPAI KAYA GINI? AKU PERGI CUMAN BEBERAPA HARI TERUS BENTUK RUMAH YANG UDAH AKU TATA RAPI JADI KAYA GINI? KAMU ITU PUNYA OTAK GA SIH?!"Aurel memberi jeda sedikit,"KALAU KAYA GINI CARANYA,MENDING AKU GAUSA PULANG!"

mampus gue. Batin kafka.

"maaf"kafka sangat takut pada Aurel saat ini juga,bagaimana tidak,Aurel membereskan satu satu diiringi dengan Ocehannya yang sangat amat panjang.

Soal kedua baby nya,sudah berada dilantai 2,dikamar Aurel. Jadi,anaknya tidak bakal bangun karna teriakan bundanya ini.

"SIAPA YANG BERANI BAWA MASUK MINUMAN INI KEDALAM RUMAH AKU?!" Aurel sangat marah sekarang,karna ia melihat Botol Diva Vodka yang berada diatas meja makan,bersama dengan tiga gelas yang masih ada sedikit Vodka didalamnya.

"it--itu--bu-bukan aku yang bawa"ucap kafka gugup karna ia tak tau harus berkata apa sekarang,jika ia bilang itu punya dia,maka Ia akan dibantai habis oleh Aurel.

"Terus kalau bukan kamu yang bawa,siapa?Tuyul?"kata aurel menatapnya dengan tajam sambil mengambil botol Vodka itu.

"Itu punya--"kafka berhenti berbicara,memikirkan siapa yang pas untuk yang ia tuduh,"Aldo!"

"Hah?Aldo?"

"iya bunda,itu punya Aldo."kafka membuat pipi Aurel memanas akibat Kafka memanggilnya dengan sebutan Bunda,namun itu tak membuat Aurel meredakan amarahnya.

"sini hp kamu!"aurel menarik handphone yang berada dalam genggaman kafka,lalu mengetikkan sesuatu disana.

"Mulai hari ini sampai seterusnya,aku gamau lagi liat rumah berantakan kaya gini! aku gamau lagi ada sisa sisa Rokok,dan aku gamau BOTOL VODKA ada didalam rumah ini lagi. kalau sampai aku ketemu Vodka lagi,besoknya kamu gabakal liat matahari lagi."kata aurel dengan tatapan tajamnya,muka yang sudah memerah,dan tangan yang terus menujuk kafka yang menunduk takut. Aurel meninggalkan kafka dibawah dan berjalan menaiki anak tangga untuk melihat anaknya.

Seiring dengan naiknya aurel keatas,Ocehannya bahkan tetap berlanjut. Benar Benar seperti ibu ibu yang sedang memarahi anaknya yang menyimpan handuk basah diatas kasur.

 MY EVERYTHINGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang