33

10.2K 644 14

Windhi-pelayannya datang membawa sebuah kotak kado ke dalam kamar Carissa dan memberikannya kepada gadis itu.

Kotak itu telah terbungkus dengan cover merah maroon yang indah ditambah pita berwarna emas sebagai hiasannya. Carissa mengalihkan pandangannya dari buku dan melihat kado itu.

"Letak saja di nakas, nanti saya buka," ucap Carissa lalu kembali membaca bukunya. Ulang tahun Carissa sudah lewat lima hari yang lalu, hanya kerabat saja yang datang dan Gracia yang ikut merayakannya. Seseorang baru mengirimnya kado sekarang, sungguh sangat aneh.

Windhi tersenyum, "ini dari tuan Maxim."

Carissa langsung meletakkan bukunya dan berlari mendekati Windhi yang sedang meletakkan kado itu di nakas. Carissa langsung mengambil kado itu dari tangan Windhi, kemudian membawa kado itu bersamanya dan kembali duduk di kursinya.

Dengan tersenyum geli, Windhi menunduk pamit lalu keluar dari kamar Carissa.

Carissa tersenyum senang. Ia mengambil napas dalam-dalam, lalu mulai menarik pita yang melilit dengan indah di kado itu. Carissa membuka penutup kado itu dan melihat isinya. Carissa mengernyit, melihat sebuah buku di dalam kotak itu.

Carissa mengambil buku itu dan membukanya mulai dari halaman pertama.

2 Maret 2013

Ini adalah hari pertama aku menulis buku harian. Sebelumnya aku berpikir tidak perlu menulis kisah kehidupanku yang sama sekali tidak menarik. Sejak lahir kehidupanku dan lingkunganku hanya di mansion. Pengalaman yang menyenangkan tidak pernah kurasakan. Namun, hari ini aku melanggar peraturan untuk merasakan seperti apa dunia luar itu. Hari ini aku merasakan seperti apa hidup itu. Kakakku- Flora sudah sering keluar mansion diam-diam dan ia merasakan bagaimana hidup di luar sana. Menyenangkan, katanya. Ia sering keluar untuk menemui kekasihnya. Aku mencoba untuk berani seperti kakak. Maxim membantuku. Walaupun dia sempat melarangku, namun aku memaksanya dengan memberi ciuman pertamaku padanya. Aku baru mengenalnya dan aku mendengar dari kakakku bahwa Maxim menyukaiku.

Pada saat itu juga Maxim mengutarakan perasaannya dan ia membantuku keluar dari mansion. Kami keluar bersama-sama. Ia mengajakku ke tempat indah yang belum pernah kulihat. Aku memaksanya untuk mengajakku lagi di hari-hari berikutnya dan ia menurut. Astaga, aku sangat senang hari ini. Mulai hari ini dan kedepannya hidupku akan selalu menyenangkan.

Carissa kembali membaca seluruh isi buku tentang kenangannya. Ia hanya menulis seminggu sekali, dan hanya pada saat Carissa keluar dari mansion. Namun pada bulan November dan seterusnya tidak ada lagi catatan. Carissa membalikkan ke halaman berikutnya, berharap Maxim meninggalkan sesuatu padanya.

Carissa menemukan lipatan kertas yang terselip di buku itu lalu membukanya.

Carissa mulai sekarang mulailah hidup seperti yang kau inginkan, yang kau cita-citakan. Raihlah itu. Bertemanlah dan bila perlu berpacaran dengan lelaki yang baik. Tapi, jangan berikan hatimu pada lelaki lain. Biarkan aku selalu ada di hatimu, karena aku akan kembali.

Carissa mengusap air mata yang mengalir di pipinya. Baginya Maxim terlalu manis. Carissa tersenyum bahagia. Carissa akan menunggu. Bagaimana pun ia akan terus menunggu.

Carissa menyelipkan kembali kertas itu ke dalam buku lalu ia menyimpan buku itu dengan baik. Carissa akan memulainya dari awal. Ia akan menjalani hidupnya dengan penuh bersyukur. Carissa akan terus berjalan ke depan, walaupun di hatinya selalu menginginkan kenangan indah itu terulang lagi. Ia tidak ingin melupakannya, karena kenangan itu sangat berharga baginya.

***

Dua tahun kemudian...

"Gracia, aku sudah lelah. Ayo kita ke cafe dulu, aku mau minum." Carissa membujuk Gracia yang masih sibuk mencari baju yang diinginkannya.

MY MYSTERIOUS BODYGUARDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang