28.

5.3K 207 19

Saat ini kafka sedang berada di dalam pesawat untuk menuju ke Brisbane,Australia.

Selama di udara,ia terus memikirkan bagaimana keadaan Aurel saat ini. Ia sangat khawatir.

~~~~

ARRIVAL.

"Tuan Aditama?"ucap salah seorang supir yang menunggu kafka di kedatangan.

"ya?apa kau yang dimaksud oleh Sekertaris Aurel?"tanya kafka memastikan

"betul sekali,tuan. Mari saya langsung mengantar tuan ke Rumah Sakit"

Rumah sakit?batin kafka.

"Rumah sakit?"

"iya tuan. Nyonya,sedang membutuhkan tuan sekarang juga,junior anda sudah ingin melihat dunia."ucapnya yang langsung membuat senyuman diwajah Kafka terukir. dan merekapun langsung menuju RS

Sesampainya di RS,kafka langsung berlari,memasuki ruangan bersalin. awalnya Kafka bingung karna banyak sekali wartawan didepan RS dan ada BodyGuard didepan ruangan,namun ia hanya menghiraukan saja,karna sekarang tujuannya hanyalah,Aurel.

Saat memasuki ruangan,Kafka mendengar kan suara Aurel yang terus memanggilnya.

"kafka..sakit.."ucap aurel yang tidak menyadari adanya Kafka

"iya,aku disini"ucap kafka yang langsung menarik perhatian Aurel

"kamu kenapa bisa ada disini?"tanya aurel dengan polosnya

"kamu gausa banyak nanya,sekarang kita harus sama sama berjuang buat anak kita"ucap kafka tersenyum yang dibalas anggukan aurel

"aku minta maaf sama kamu,kaf"kata aurel memegang tangan kafka dengan kuat

"tidak,seharusnya aku yang meminta maaf kepadamu"balasnya mengecup kening aurel

"Aku bakalan berjuangan buat anak kita" Kafka hanya tersenyum mendengar balasan aurel,namun tiba aurel meremas tangannya dengan sangat kuat,membuat kafka terkejut akan hal itu.

"kafka,sakit. aku udah gakuat"

"Dokter,apakah sekarang waktunya?"

"Sekarang ibu tarik nafas yang kuat"ucap dokter kandungan tersebut.

Aurel memegang tangan kafka dengan kuat,dan menjambaknya. Sedangkan,kafka ia hanya mengelus elus kepala aurel,dan tak henti hentinya memberikan semangat.

"Semangat,sayang. kamu bisa. ayo terus"kata kafka,Aurel terus menarik rambutnya dengan kuat,dan kadang membuat ia kesakitan

"kamu tu--cuman bisa kaya gitu,SAKIT TAU INI!"jawab aurel sambil menarik nafasnya

"arghh,sakit rel."rintih kafka

"AKU LEBIH SAKIT!"ucap aurel,namun tak dijawab oleh Kafka,ia malah mencium keningnya dan memegang erat tangannya

"Ayo,lagi bu. tarik nafasnya dalam dalam"ucap dokter tersebut

Oeek Oeek~~

 MY EVERYTHINGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang