10. Yihaa!

1.3K 170 16

"Lang, lang.. lu liat apa? Gua mau liat!"

"Gak boleh!"

"Eh anjir Lang! Minggir bentar gua mau liat!"

"Gak boleh!"

"Anjir lah Lang, pelit lu! Minggir gua mau liat!"

"Gak. Boleh!"

"Lu berdua bisa diem gak sih!" Ketus Andra jengkel melihat dua cowok berbadan tegap saling dorong-dorongan pantat.

"Iya nih! Nyebelin! Masa gue di iket gini! Gue pengen makan tutut ini!" Keluh Darrel kesal, menatap malang kearah tutut pedas di tangannya yang mulai dingin karena kelamaan nganggur. Ya gimana gak nganggur orang daritadi gak di makan-makan. Kan tangan Darrel dan Andra ceritanya lagi di iket. Jadi tutut nya harus rela menunggu sampai saatnya telah tiba~

"Gak boleh ada yang liat ya! Ini adegan dewasa! Yang masih di bawah umur harap bijaksana dalam membaca! Saya tidak bertanggung jawab bila ada beribu-ribu burung yang beterbangan! Itu konsekuensinya!" Ucap Gilang asal, ia menatap Randy, Darrel dan Andra bergantian sambil memainkan telunjuknya mirip ibu-ibu yang sedang menasehati anak bobroknya. Randy yang gemas melihat ekspresi Gilang pun menjitak kepala Gilang sebal, membuat cowok itu menoleh sewot kearahnya.

"Mamah bisa gak, gak usah ceramah dulu? Ini belum subuh!" Gilang mencebikan bibirnya kesal. Ia melotot sebal kearah Randy setelah beberapa saat kemudian kembali fokus mengintip di sela-sela pintu UKS.

Yap! Mereka sedang berada di depan UKS saat ini. Kok bisa gitu? Ya bisa lah, kan author nya ajaib muehehe. Gak, gak canda. Jadi gini ceritanya..

Friendzone on!

Eh anjir salah-salah.

#Flashback on!

"Kita serang mereka dengan cara kasar!"

"Ok!"

"Kalian mau ngapain oy!" Andra menatap curiga kedua makhluk hidup di hadapannya. Jangan-jangan mereka ini teroris yang sedang membuat rencana! Kalo itu benar? Wah bahaya!

"Kita mau serang pake cara kasar katanya." Randy memutar kedua bola matanya malas mendengar ucapan Gilang. Usulnya sekarang jadi tidak terdengar sadis gara-gara di ucapkan kembali oleh Gilang.

"Bisa gak lu ubah gaya bicara lu, nyebelin tau." Ucap Randy sambil tersenyum sinis. Gilang menganggukkan kepalanya polos. Ia menatap wajah Andra dan Darrel serius.

"Katanya, kita mau serang pake cara kasar!"

'dug..' itu bukan suara bedug gan. Ini belum bulan puasa! Itu suara Randy yang sedang menjedug-jedugkan kepala frustasi. Mimpi apa dia semalam sampe harus separtner tawuran dengan Gilang, cowok absurd yang hobby nya nyengir sambil garuk-garuk pantat.

"Serah lu Lang serah! Pusing aing!"

"Kalo pusing ke UKS lah Ran!"

Randy mendengus pelan. Cowok berambut hitam pekat itu menjitak dahi Gilang sebal. "Gue bakal ke UKS, tapi bukan karena gue yang sakit! Lu yang bakal gue bikin sakit!" Ucapnya sambil menjepit kepala Gilang dengan belahan keteknya. Saoloh belahan :'>

"Anjir Ran! Lu ngajak gue berantem ya!" Ucap Gilang tak terima. Ia menjambak rambut Randy cepat, membuat Randy menjerit keras karena jambulnya berantakan.

"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa Gilang! Anjir mati lu! Mati!" Randy menendang-nendang area selangkangan Gilang. Membuat Gilang menjerit nyeri karenanya.

"Randy bangsat!"

"Gilang sialan!"

"Peran kita disini ngapain sih Ndra?" Darrel cemberut kesal melihat perkelahian dua cowok dengan paras dan badan dewasa di hadapannya. Ia menatap Andra spontan, membuat Andra mengangkat bahunya cuek.

MY STUPID ENEMY [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang