Chapter 80

107 27 12

Chapter 80 - Tiba-Tiba Su Jian Semacam Merindukan An Yize



Saat hari-hari berlalu, Su Jian perlahan-lahan terbiasa tinggal di desa.

Anak-anak di sini tidak semeriah murid-muridnya sebelumnya dan jauh lebih sederhana, tapi mereka juga sama imutnya. Meskipun Su Jian awalnya merasa asing dengan mereka, mereka dengan cepat menjadi dekat.

Di tempat kecil ini, tidak ada banyak hiburan. Tidak ada TV di kamar asrama. Su Jian sudah membawa laptopnya sendiri, tapi tidak ada internet dan dia tidak mungkin pergi ke kafe internet dan duduk bersama para siswa. Karena itu, ia hanya bisa menggunakan ponselnya untuk menjelajahi internet.

Saat An Yize menelepon, dia mendengar Su Jian menyesali karena datanya digunakan terlalu cepat. Dia berkata, "Jangan khawatir, aku akan mengisi ulang ponselmu."

Su Jian langsung tersenyum cerah dan berkata, "Hubby, kau yang terbaik!"

An Yize tertawa ringan.

Setelah mengoceh cukup lama, Su Jian menutup telepon dan menyadari kalau mereka sudah mengobrol selama hampir satu jam.

Sejak kapan An Yize dan aku punya banyak hal untuk dibicarakan? Su Jian merasa bingung dan juga sedih. Ini adalah Sambungan Langsung Internasional!

Tapi, begitu dia memeriksa saldo ponselnya, dia tidak merasa sedih lagi — An Yize sudah menambahkan sepuluh ribu (sekitar 1458 USD) ke ponselnya!

Tindakan sederhana dan kasar dari orang kaya! Su Jian diam-diam mengutuk dari atas tempat tidurnya, cekikikan sambil memeluk teleponnya.

Saat Su Jian tidur di malam hari, dia selalu merasa sedikit kedinginan.

Sepertinya suhunya benar-benar turun.

Su Jian bangkit dan memeriksa jendela lagi. Setelah memastikan kalau semuanya tertutup rapat, dia naik kembali ke selimutnya.

Menutup dirinya sepenuhnya dengan selimut, tiba-tiba Su Jian agak merindukan An Yize. Tidak peduli apa, An Yize sangat memenuhi syarat untuk menjadi pemanas manusia ...

Berbicara tentang iblis, panggilan telepon tiba.

Su Jian meringkuk di selimut dan menjawab panggilan itu dengan kepala di selimut. Di dunia gelap kecil ini, seperti hanya suara An Yize yang tersisa.

"Jian Jian, apa yang kamu makan hari ini?"

"Pertanyaan ini lagi? Bisakah kau bertanya sesuatu yang lain? "

"Lalu, bagaimana kamu tidur?"

"Yize, jangan marah dengan apa yang akan kukatakan!"

"Mhm, lanjutkan."

"Aku akhirnya mengerti kenapa Ji Yan menolakmu saat itu."

"......"

"Oke, aku akan bertanya padamu kali ini. Bagaimana makananmu? "

"Sangat bagus."

"Lalu, bagaimana tidurmu?"

"Sangat bagus."

"......"

Mendengar tawa lembut melalui telepon, Su Jian juga tersenyum. "Kenapa kau tertawa?"

Suara An Yize diperkuat di ruang kecil ini, dan sepertinya dia berbicara tepat di telinga Su Jian. "Karena aku bahagia."

(Iyain ajah yang lagi mabok cintah -_-)

Su Jian tidak bertanya kenapa dia bahagia karena dia tahu kenapa. Karena itu, bibirnya tersenyum tanpa sadar. Tapi, apa yang keluar dari mulutnya adalah: "Tapi aku tidak bahagia."

Reborn As My Love Rival's WifeBaca cerita ini secara GRATIS!