Chapter 76

147 32 14

Chapter 76 - Kalau Ini Terus Berlangsung, Apa Aku Hanya Menekan Yize Di Tempat Tidur Dan Melakukan Padanya ...


Pemeriksaan menunjukkan kalau tidak ada yang salah dengan tubuh Su Jian. Tapi, obat tersebut bisa menimbulkan beberapa efek samping. An Yize tidak memberi tahu Su Jian tentang ini, berbohong kepada Su Jian kalau obatnya adalah untuk menyembuhkan radang usus buntu sepenuhnya. Su Jian juga tidak terlalu memikirkannya. Memperlakukannya sebagai tindak lanjut setelah operasi, ia dengan patuh memakan obat yang diberikan An Yize padanya.

Tentu saja, saat Su Jian mengetahui kalau Ji Yan yang membiusnya, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak kaget. Kalau pelakunya adalah Li Feifei, ia masih akan menemukan itu bisa dimengerti. Mengetahui kalau Ji Yan benar-benar memegang kejahatan terhadapnya, dia merasa ngeri. Tidak peduli bagaimana dia memikirkannya, dia masih tidak bisa memahami alasan kenapa Ji Yan akan melakukan itu. Dia merasa lebih takut setelah mengingat gambar Ji Yan yang lembut dan anggun serta sikapnya yang tulus dan hangat saat dia berbicara dengannya malam itu.

Su Jian sedikit tidak mampu menghadapi kata "dewi perempuan". Kerinduannya akan wanita cantik tidak lagi setulus sebelumnya.

Persetan! Bahkan kalau pun aku tidak sungguh-sungguh untuk dewi perempuan seperti Ratu Ji, aku seharusnya tidak sungguh-sungguh untuk seorang pria seperti An Yize!

Su Jian belakangan ini merasa tertekan.

Mungkin itu adalah pantang yang sangat lama, tapi begitu rusak, Su Jian mulai ingin mengalaminya lagi. Sebagai seorang pemuda dari generasi baru, ia secara alami tidak malu atau takut dengan topik seks. Di sisi lain, ia merasa kalau seks terkait dengan keharmonisan kehidupan serta masa depan umat manusia. Dia merasa itu adalah sesuatu yang penting. Tapi, entah itu sebelum atau setelah kelahirannya, jenis aktivitas erotis yang selalu dia bayangkan adalah dia dan seorang gadis sebagai pemeran utama. Tapi kenapa setelah dia meninggalkan gelar perawan laki-lakinya, dia akhirnya tertarik pada tubuh pria! * Membalik Meja *

(Oh tidaak Jianjian sekarang jadi napsuan~~ Yize, berhati2lah~~♡)

Su Jian awalnya tidak memperhatikan ini. Meskipun rasanya hebat melakukannya dengan An Yize, dia tidak harus berniat untuk terus melakukannya dengan An Yize. Tapi, saat dia kembali ke rumah, tubuhnya terasa aneh karena suatu alasan saat dia menatap An Yize.

Saat dia melihat wajah An Yize, dia akan ingat tubuh An Yize meneteskan keringat saat dia bergerak di atas dirinya sendiri.

Saat dia melihat bibir An Yize, dia akan mengingat An Yize perlahan mencicipinya dengan lidahnya.

Saat dia melihat tulang selangka An Yize, dia akan ingat An Yize menekan nafasnya saat dia menjilatnya.

Saat dia melihat celana An Yize ... Sial! Aku tidak bisa berpikir lebih jauh!

(Buakakkakakakakakkakakakakkaakkakakakkakakakak)

Su Jian bersandar di dinding dan mulai menggaruk dinding, sedikit berantakan.

"Jian Jian?" Setelah keluar dari bak mandinya, An Yize dengan hati-hati memanggilnya.

Su Jian berbalik. Saat dia melihat An Yize yang setengah telanjang dengan hanya handuk yang membungkus bagian bawahnya, dia merasa ingin berbalik untuk menggaruk dinding lagi.

Seperti kata pepatah, kebahagiaan datang sendiri tapi kesulitan tidak pernah datang sendiri. Sejak mereka kembali dari jamuan keluarga Li, dia dan An Yize kembali tidur bersama. Ini karena ibu An menemukan kalau mereka tidur terpisah. Ibu An tidak meragukan penjelasannya kalau mereka tidur terpisah untuk sementara waktu karena perkelahian kecil, tapi ibu An meminta seseorang untuk melepas sofa di ruang belajar. Karena itu, mereka berdua tidak punya pilihan selain berbagi tempat tidur yang sama lagi.

Reborn As My Love Rival's WifeBaca cerita ini secara GRATIS!