[3] Bhs. Jepang : Hentikan! Hentikan!

Setelah selesai mandi karena kelelahan, Su Jian keluar dengan rambut basah. An Yize memandang ke arahnya. Sambil menggelengkan kepalanya, dia bangkit untuk mengambil pengering rambut dan menyalakannya. Lalu, dia menepuk kursi di sampingnya dan berkata, "Kemarilah."

Su Jian ragu-ragu untuk sesaat tapi pada akhirnya dia masih duduk di sebelahnya.

Sementara rambutnya dikeringkan, mereka berdua tidak berbicara sama sekali. Mendengarkan dengungan keras pengering rambut di telinganya, Su Jian merasakan kegelisahan di hatinya berangsur-angsur hilang. Perlahan digantikan oleh perasaan hangat.

Menurunkan pengering rambut, An Yize mengambil rambut yang menggantung dari sisi wajah Su Jian dan membantu Su Jian menyelipkannya di belakang telinganya. Setelah itu, dia berkata dengan suara hangat, "Selesai."

Su Jian merindukan sedikit lagi. "Sangat cepat?"

Ekspresi Yize lembut. Mengangkat tangannya untuk menyentuh wajah Su Jian, dia tersenyum dengan sudut mulutnya dan berkata, "En."

Wajah Su Jian sedikit memanas. Dia berkata dengan gelisah, "Terima kasih ... Kalau begitu, aku akan tidur!" Mengatakan begitu, dia berdiri.

An Yize menarik tangannya dan berdiri bersamanya. Melihat Su Jian sambil tersenyum, dia berkata, "Aku akan tidur denganmu." [4]

[4] An Yize membuat pelesetan di sini karena apa yang ia katakan bisa berarti tidur dengan Su Jian atau berhubungan seks.

Su Jian: "......"

......

Saat mereka sedang tidur, Su Jian memastikan untuk tidur jauh dari An Yize.

Tapi, tak bisa disangkal, An Yize berbaring di tempat tidur sekarang memberinya ketenangan pikiran yang lebih baik dibandingkan dengan hari-hari saat dia tidur sendirian, meskipun dia memiliki kebebasan untuk berguling di tempat tidur kapan pun dia mau.

Dengan hatinya dipenuhi dengan pikiran yang bertentangan dan bermasalah, Su Jian memiliki mimpi yang mirip dengan mimpi yang dia miliki dua hari yang lalu.

Mimpinya adalah R-18 seperti biasa. Dia dan An Yize berada di posisi 69 dan saling menempel dari tempat tidur ke lantai ke kamar mandi dan teras. Dari posisi normal ke posisi Chandelier Italia ...

Setelah bangun di pagi hari, saat Su Jian mengingat mimpinya dari tadi malam, dia tidak berani menatap wajah An Yize.

Di sisi lain, itu adalah An Yize yang datang dan secara alami memberinya ciuman.

"Aku akan mengantarmu untuk bekerja nanti." An Yize menggosok wajah Su Jian dengan lembut dengan wajahnya, dan suaranya yang lembut memiliki suara serak sedikit yang hadir hanya saat bangun tidur.

Pikiran yang tidak murni dalam pikiran Su Jian surut sedikit. Dia menjawab tanpa daya, "Jangan memunculkan hal-hal menyedihkan seperti pekerjaan saat aku baru saja bangun!"

An Yize tertawa pelan, dadanya yang menempel di wajah Su Jian bergetar pelan. "Kalau kamu tidak ingin bekerja, maka jangan."

Su Jian tertawa juga. "Kau bisa mengatakan hal seperti itu karena kau adalah seorang presiden. Aku tidak seberuntung dirimu. Kalau aku tidak bekerja, siapa yang akan memberiku makan? "

An Yize menjawab dengan lembut, "Aku akan memberimu makan."

Su Jian: "......"

Merangkak dari selimutnya, Su Jian turun dari tempat tidur. Dia tidak bisa menahan perasaan gelisah saat dia melihat An Yize berganti baju dari gaun tidurnya (permisi numpang ketawa bentar pfft...) menjadi pakaiannya tanpa bersembunyi dari Su Jian. Tapi, Su Jian tidak bisa tidak mencuri pandang ke abs An Yize dan area di bawah perutnya.

Mengingat mimpinya tadi malam, dia menjilati delapan abs ini yang sudah lama dia rindukan ...

An Yize tiba-tiba melihat ke atas. "Jian Jian, apa yang kamu pikirkan?"

Su Jian menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Ah, tidak ada apa-apa!"

An Yize: "Wajahmu merah."

Su Jian: "......"

Dalam perjalanan ke tempat kerja, Su Jian mengeluarkan teleponnya sambil duduk di samping An Yize dan diam-diam membuat posting di forum.

"Pemosting ini adalah seorang pria. Baru-baru ini, aku tiba-tiba menjadi tergila-gila dengan seorang kawan *. Apa yang harus kulakukan? Mendesak, menunggu balasan! "

Tidak diketahui entah semua orang memegang telepon mereka dalam perjalanan ke kantor atau tidak, tapi setelah beberapa saat, balasan datang membanjiri posnya.

"OP sudah ditekuk. Penilaian selesai. "

"Untuk berpikir kalau kau bisa bergerak pada saudaramu ... OP dilakukan dengan baik!"

"Pemosting, bagaimana kabar kakakmu *? Apa dia memiliki sosok yang baik? "

"Sambar dia dengan berani, OP! Jangan ragu lagi! "

"Perempuan busuk di atas, ini sudah cukup! OP, bagaimana kabar kakakmu *? Apa rasanya enak? Biasanya, aku suka menambahkan jintan. "

"Ha ha ha. Chowhound di atas, itu sudah cukup! "

"OP, kau sudah jatuh hati pada saudaramu. Kalau kau menyukainya, katakan saja padanya! "

Reborn As My Love Rival's Wife ✔Baca cerita ini secara GRATIS!