31

10.4K 639 11

Erick telah berhasil mengejar keberadaan Maxim. Maxim tergeletak di pinggir jalan dengan beberapa orang yang tidak sadarkan diri dan terdapat mobil terbalik yang letaknya tidak jauh dari mereka.

Sepertinya Maxim diserang saat sedang dalam perjalanan. Erick turun menghampiri Maxim. "Hei, kau tidak apa-apa?" Erick memeriksa keadaan Maxim yang penuh dengan luka.

Maxim terbatuk mengeluarkan darah, membuat Erick menghela nafas lega, mengetahui lelaki itu masih sadar.

"Tidak usah pedulikan aku. Cepat kejar Varrel, sibangsat itu membawa Carissa," perintah Maxim.

"Tapi-,"

"Cepatlah, seseorang akan datang, tidak usah khawatirkan aku."

Erick mengangguk lalu kembali ke mobilnya dan mengejar Varrel.

Setelah kepergian Erick, Black mengendarai mobilnya, mendekati Maxim. Lalu Black turun dari mobil, menghampiri Maxim dan menolong lelaki itu.

"Aku Black, berpihak pada kalian jadi tidak usah khawatir," ucap Black lalu menopang tubuh Maxim dan membawanya ke dalam mobil.

Musik pop terdengar sangat keras di dalam mobil, membuat Maxim merasa tidak nyaman.

"Maaf." Black segera mengecilkan volume musiknya, setelah menyadari ketidaknyamanan Maxim.

"Baiklah, aku harap kau masih hidup setelah sampai. Karena setelah ini, aku ada urusan penting," ucap Black lalu mengendarai mobilnya menuju kediamannya yang ada di LA.

Namun jarak menuju ke LA cukup jauh. Butuh beberapa jam ke sana. Akhirnya Black memesan kamar hotel yang ia temui selama perjalanan.

Setelah bersusah payah menopang tubuh Maxim yang berat menuju kamar, Black langsung merebahkan Maxim di ranjang.

"Aku akan mengambil P3K. Aku harap kau bisa merawat dirimu sendiri." Setelah itu Black mengambil P3K dan memberikannya kepada Maxim, kemudian Black pergi meninggalkan Maxim, menyusul Erick.

***

Masih dalam perjalanan, Carissa berharap seseorang menyelamatkannya. Carissa tidak bisa membayangkan apa yang akan Varrel lakukan padanya. Lebih baik ia mati saja dari pada ditahan oleh lelaki seperti Varrel.

"Aku benar-benar tidak mengerti. Sebenarnya apa yang kau inginkan dari keluargaku? Kau ingin harta?" Entah dari mana keberanian Carissa datang, hingga ia membuka suara duluan.

Varrel terkekeh. "Entahlah, aku sendiri bahkan tidak tahu apa yang aku inginkan. Kenapa aku melakukan ini?"

Carissa mengerutkan kening dengan heran dan Varrel menyadari kebingungan gadis itu. "Aku ingin menghentikan ini semua."

Cukup mengejutkan bagi Carissa mendengar jawaban itu dari Varrel. Apakah lelaki itu akan menyerah?

"Kalau begitu hentikan saja."

Varrel mencondongkan tubuhnya dan menatap Carissa dalam. "Aku mau menghentikannya jika kau tetap bersamaku. Carissa, aku ingin memiliki hidup baru bersamamu. Aku akan belajar untuk mencintaimu dan begitu juga dengan dirimu."

Carissa mengerjap matanya. Ia menatap mata Varrel lekat dan berusaha untuk mencari kebohongan di sana. Apakah lelaki itu sedang bercanda?

"Tuan, ada yang mengejar kita."

Seketika tatapan itu terputus. Varrel menoleh ke belakang dan melihat mobil Erick yang mendekati mereka.

"Sepertinya itu Erick dan ia sendirian. Apakah kita berhenti saja tuan?" tanya supir.

"Tidak usah. Lajukan kecepatan," perintah Varrel.

Supir menambahkan kecepatan, walaupun ia merasa tidak bisa lolos dari Erick. Kecepatan mobil Erick sangat tinggi hingga jarak mereka tinggal beberapa meter saja.

MY MYSTERIOUS BODYGUARDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang