Apa yang salah dengan 25?? part 2

299 86 22

Mengatasi kegabutan dengan menyanyi ternyata nggak begitu buruk. Aku berinisiatif merekam suara pas-pasanku ini di Hp dan aku unggah di Instagram. Karena settingannya privasi, dan followers-nya cuma keluarga sendiri serta teman dekat ,aku nggak begitu malu kalau mereka nggak puas sama suaraku,  ya wajar kan, aku bukan penyanyi.

Jujur aja, aku nggak begitu sering posting foto di instagram, saat buka aplikasinya pun hanya like foto idola dan melihat berita terbaru.

Beberapa saat setelah posting video, komentar dan like mulai berdatangan. Dari yang memuji hingga meledek. Mungkin karena terlalu lama tidak update, saat ada update sesuatu, para pengikut mendapatkan notifikasi, alhasil ramailah sudah.

Notif lainnya masuk, sebuah akun mengikutiku. Saat aku klik profilnya, dia memakai setting yang sama. Privat.

Tapi sebentar, aku familiar sama namanya.
Alee_7

"Wah,,, ini Ale yang suka ke rumah Eyang bukan ya? " monologku. Sejenak aku berpikir.

"Terima aja deh, "
Dengan satu sentuhan, aku klik kolom konfirmasi, lalu aku menimbang untuk mengikuti kembali atau tidak.

Tak lama, aku mendapat notif baru. Sebuah DM masuk.

"Hai! " pesannya. Begitu singkat.

Aku mulai mengetik balasan.

"Hai juga. " ketikku.

"Yuki, kenal aku? " balasnya .

"Ya, ini Ale yang sering datang ke rumah Eyang Widya? " tanyaku takut takut salah.

"Iya, heheheh,,, "
"Kebetulan emang rumah aku deket situ, jadi kalo ada waktu luang, aku main ke sana. " jelasnya.

"Boleh minta kontak kamu? "

Tiba-tiba dia bertanya. Jujur aja, aku amat jarang kasih kontakku pada orang terkecuali keluarga dan teman dekat, apa mungkin ini salah satu penyebab aku masih jadi jomblo karena terlalu mengekang diri sama orang lain?

Nggak butuh waktu lama, aku ketik nomorku untuk segera ku kirim pada Ale.
Semoga saja sikapnya sesuai dengan ekspektasiku.
Semoga dia bukan typical pengganggu seperti penyebab kenapa aku membatasi diri pada orang baru.

Kini tidak ada lagi tanda aktif di akun Ale, justru notif masuk pada aplikasi chat yang didirikan pada tahun awal tahun 2009. WhatsApp .

"Yuki, ini aku. Ale "

Aku terkekeh.
Ternyata zaman memang sudah berubah. Tidak ada yang salah dengan memanfaatkan aplikasi yang ada daripada membuatnya mubazir. Contohnya sekarang, Ale justru lebih memilih pergi ke WhatsApp daripada instagram seperti sebelumnya. Oke, aku ikut beralih.

****

Selain bermasalah dengan satnite, seorang jomblo juga bermasalah dengan yang namanya undangan kawinan. Ketika baca nama yang tertulis jelas sebagai tujuan undangan itu dikirim, aku cuma bisa narik napas, aku embuskan pelan lalu terkulai kayak orang habis olahraga. Capek. Bukan fisik, tapi hati.

"Yuki & partner '

Satu yang aku tau, si mempelai ini tau banget kalo aku jomblo. Kayaknya emang sengaja.

Entah keberanian dari mana, sampai hati aku foto undangan itu dan aku posting di status Whatsapp dengan keterangan kayak orang minta perhatian.

"Butuh pacar sewaan nih buat kondangan."
Lalu aku klik sebuah gambar mirip pesawat warna hijau.

Tak lama berselang, HPku bergetar. Pesan whatsapp masuk.

"Cieee jomblo, punya budget berapa sampe mau nyewa pacar segala? "

"Hahahah,,, cari pacar makanya! "

"Sini gue cariin! "

"Gak usah nyewa, Ki. Gue punya temen nih. Mau gak? "

"Yuki jones. "

Ya ampun, pengin banget ngomong kasar. Dan asal tau aja, semua pesan berasal dari sepupu sepupuku . Tega banget mereka. Ah, aku jadi merasa terzolimi. Kira-kira kalo aku berdoa sama Tuhan , dikabulin gak ya?
Kan Tuhan akan mengabulkan doa orang-orang yang terzolimi.
I wanna try.

"Tuhan, kirimkan aku jodoh secepatnya. Aku mau bungkam semua mulut tajam mereka biar mereka sadar, ngebully jomblo itu termasuk dosa. " ucapku menengadahkan tangan di depan dada.

"Tanggal 21 aku gak ada kerjaan, mau ditemenin? Tenang aja, gak bayar kok! Gratis."

Aku melotot nggak percaya. Satu pesan kembali masuk, dan itu  pesan dari Ale. Dan aku baru sadar, kalo kami sama-sama menyimpan kontak masing-masing, otomatis apapun status yang aku posting, akan bisa dia lihat.

Ah,,,, aku nggak tau mau berekspresi apa. Ada rasa malu dan bahagia di waktu bersamaan.
Ya, malu karena dia tau aku jomblo. Tapi, bahagia karena dia nawarin diri buat nemenin aku kondangan.

Ya Tuhan, cepet banget doanya dijawab.

"Gimana? Gak mau ya? "

Ah,,, Yuki bego. Buruan bales. Nggak semua kesempatan datang dua kali.

"Oh, hai Ale. Hehehe,,, aku jadi malu deh. "

"Malu kenapa? Karena jomblo? "

Duh, Le, nggak usah diperjelas kenapa? Kan aku jadi makin malu.

"Heheheh,,, ya gitu deh."
" Soalnya yang nikah kan temen, jadi ya malu aja nanti kalo ketemu yang lain , mereka udah punya baby sedang aku pacar aja nggak ada. "

Jujur banget kamu Yuki. Pertahankan!

"Oh, gitu. Oke. Sampai ketemu hari minggu! "
"Kirim alamat rumah kamu biar aku jemput! "

Jujur aja, aku masih menahan teriakan girang dari mulutku. Aku nggak mau orang-orang kaget dan bilang aku aneh karena teriak tiba-tiba. Bisa bisa aku dianggap gila. Atau parahnya si Jones gila.

Tbc

Short Story ( Alki Version)Baca cerita ini secara GRATIS!