1. Kecewa Lagi, Kecewa Terus

11.2K 961 105
                                                  

"Tapi kali ini akan berbeda. Aku tidak akan kecewa lagi. Aku harus jadi yang terbaik."

  Boom..., kemudian kecewa menyapanya. Lagi.

Setelah terus berada di dalam lingkaran yang sama, dia merasa lelah dan akhirnya merasa punya hak untuk menyalahkan. Menyalahkan keadaan. Menyalahkan orang sekitar. Menyalahkan situasi. 

Bahkan sampai berani menyalahkan takdir.

Tapi dia lupa soal dirinya. 

Padahal dia sendiri yang... 

... membuat standar "tidak kecewa",

... mengandalkan dirinya sendiri yang tidak punya kuasa atas masa depannya, 

... sok tau mana yang terbaik buat dirinya. 

... berniat agar diakui orang lain, 

... mengikuti penilaian orang-orang agar bahagia, 

... menyetujui cita-cita orang lain untuk dirinya. 

Lalu, mengaku lelah. Merasa nggak ada yang memahaminya. Mengaku capek sama dunia ini
karena nggak mendapatkan yang dia mau.

Dan berharap dapat simpati. Berharap dapat afirmasi dari orang sekitar. Seakan dia jadi korban. Padahal kekecewaannya lahir dari pola pikir yang dia buat sendiri.  

Mau sampai kapan bertahan dengan pola pikir yang sama?   

***

Begini, kekecewaan lahir dari ekspektasi dan realita yang tidak bertemu.

Namun, kekecewaan timbul untuk menjadi pelajaran, bahwa kita salah berekspektasi, karena jelas kita tidak bisa menyalahkan realita yang terjadi.

Tidak salah memiliki ekspektasi, namanya juga hidup.

Tetapi, yang salah adalah apa yang kita ekspektasikan, kepada siapa kita berekspektasi dan ketika kita tidak belajar-belajar bahwa Allah tahu yang terbaik, maka kita akan semakin tenggelam dalam kekecewaan itu.

Mungkin, kita nggak langsung melihat hasilnya, kita nggak langsung memahami bahwa ini yang terbaik, tetapi, nanti, ketika kita melihat ke belakang, semua itu menjadikan kita yang sekarang, kita yang lebih kuat, yang lebih bijaksana. Kadang, hikmah nggak datang secepat itu.

Nah, sekarang kalau sudah paham bahwa yang terjadi adalah yang terbaik, untuk apa kecewa?

***

Thanks for reading my writing, if you want to get to know me better, you can follow me on Instagram: ardhimd

What's So Wrong About Your LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang