05 - Supranatural

22 2 0


Setelah kejadian semalam aku yang menyembur Mas Ali dan menertawakan mochi berjalan alias Vanseha pacarnya Mas Ali, pagi tadi suasana sarapan di ruang makan terasa begitu hening dan akward gimana gitu. Mungkin Mas Ali dan Vanesha masih merasa jengkel padaku karena semalam bukannya aku meminta maaf sehabis menyembur Mas Ali, aku malah tertawa ngakak mengejek Vanesha dan kabur begitu saja ke kamar.

Mba Siska juga dari pagi buta tadi mendiamkan ku terus. Berbeda dengan Bang Tian yang sudah mengetahui sifat ku dari balita hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja sambil menyentil dahi ku gemas. Yah.. bukannya aku gengsi dan tidak mau meminta maaf pada sang pujaan hati dan rival, hanya saja bagaimana ya mengutarakannya. Dari lubuk hati ku terdalam, aku sama sekali tidak merasakan bersalah karena perbuatan ku semalam, justru aku merasa hal itu sudah seharusnya aku lakukan.

Entahlah. Mungkin menurut kalian aku ini keterlaluan ya?

Oke jika menurut kalian aku ini keterlaluan. Nanti siang aku akan meminta maaf. Tapi hanya pada Mas Ali saja, tidak untuk si mochi berjalan itu yang jelas-jelas adalah rival ku saat ini.

"Nte. Petik stobeli yuk"

Aku yang sedang asik membaca novel Dunia Nadhira karya Mba Alnira pun langsung berhenti membaca saat Vino berjalan menghampiriku yang tengah terduduk di meja santai dekat kolam renang dengan baskom kecil tersampir di lengannya.

"Ayoo! Kebetulan Nte lagi gabut nih!" Seru ku semangat membawa Vino kedalam gendongan membuat pangeran kecil ku ini terkekeh senang. Sebelum ke kebun strawberry milik keluarga Mba Siska aku membwa Vino kekamar ku dulu, melewati ruang tamu dimana Bang Tian, Mba Siska, Mas Ali, Mochi berjalan dan sepasang suami istri beserta perempuan kecil yang baru kuketahui adalah sepupu dan keponakan dari Mas Ali tengah kumpul bercengkrama.

Saat aku melewati ruang tamu lagi, langkah kaki ku terhenti saat Mba Sisaka bertanya padaku yang masih menggendong Vino.

"Kalian mau kemana?"

"Oh, Vino ngajakin metik strawberry Mba. Ya kan sayang?" Tanyaku sambil mengendus leher Vino membuatnya memekik senang lalu menganggukan kepalanya."Iya Mah. Aku mau metik stobeli sama Nte"

"Nda aku mau ikut boleh nda?" Aku dapat mendengar suara perempuan kecil sepantaran Vino tengah merengek pada istri sepupu Mas Ali."Ssstt.. Jangan ngerepotin tantenya" aku dapat melihat perempuan itu mereggut sebal mendengar perkataan Mamahnya.

"Kamu mau iku juga cantik? Ayo sini kita metik strawberry bareng!"

"Seriusan Nte?!" Aku tersenyum senang mendengar pekikan dan binar senang dari perempuan kecil itu."Iya ayo sini" Perempuan kecil it berlari kecil menghampiri ku dengan senyum senang terulas diwajahnya.

"Tap-"

"Engga apa-apa Mba. Sekalian main kita" Potong ku saat ibu perempuan kecil itu hendak memprotes dan dibalas dengan anggukan ragu.

"Ayo kita petik strawberry!" Seru ku menggandeng lengan perempuan kecil itu meninggalkan ruang tamu dan para orang dewasa lainnya yang sepertinya kembali bercengkrama lagi. Entah apa yang di bicarakan mereka semua. Tapi saat tadi tidak sengaja aku menatap kearah Vanesha yang sedang bersandar pada Mas Ali, aku melihat tatapan sinis dan tidak suka yang di layangkan Vanesha kepada ku, sedang Mas Ali masih saja fokus pada ponselnya.

Duh Mas seandainya engga ada tuh mochi berjalan, aku udah pepet Mas terus kali. Kapan lagi coba kita bisa seatap kayak gini kalau bukan sekarang.

**

"Vino, Ista. Strawberry nya mau dibuat apa ini?" Tanya ku pada kedua anak kecil yang kini sedang sibuk menghitung buah strawberry hasil petikan mereka masing-masing di bales dekat perekebunan.

FALL IN LOVE WITH YOU (SUDAH TERBIT DI GUEPEDIA)Read this story for FREE!