8. War (2)

1.4K 165 50

"Jelasin Van!" Gilang yang baru saja mendudukkan tubuhnya disamping Kevan pun bertanya spontan. Aneh melihat sahabatnya yang datang kesiangan, biasanya Kevan kan selalu tepat waktu. Tapi hari ini? Tumben sekali cowok itu datang terlambat.

"Apa?!"

"Kenapa lu datang kesiangan?"

Kevan menghembuskan nafasnya pelan. Ia menatap kosong kearah depan. Saat ini Kevan sedang tidak mood mengobrol, ia hanya ingin duduk dan melamun sendirian.

"Lang, bisa gak lu tinggalin gue sendiri."

"Gak ah! Lu kira gue doi yang abis ngedeketin, terus ninggalin seenaknya!" Ucap Gilang tak terima, Kevan mendengus. Ia menatap kearah Gilang spontan.

"Lu gak ninggalin seenaknya, kan gue yang nyuruh."

"Bodoamat, gue gak denger!" Kevan mencebikan bibirnya kesal saat Gilang menutup telinganya. Ia menjitak dahi sohibnya itu keras, membuat si empunya dahi cemberut total.

"Kevan bangsat!"

Kevan tertawa geli. Ia mengusap dahi Gilang pelan setelah beberapa saat kemudian kembali lagi untuk menatap lurus kearah depan.

"Masalah Keylo ya?"

"Hmm."

Gilang menganggukkan kepalanya faham. Ia berdiri dari tempatnya duduk dan berjalan keluar pintu kelas. Kevan yang merasa aneh pun ikut menyusul langkah Gilang. Ia menghentikan langkahnya saat melihat sosok Randy sedang menyengir lebar di samping Gilang.

"Napa lu Ran?"

"Tawuran lagi yok Van!"

"Hah?"

Randy tertawa. Ia berjalan kearah Kevan sambil menepuk pundaknya pelan. "Ayok tawuran lagi ke sekolah si Keylo!"

Kevan mengerutkan keningnya bingung. Ia menatap wajah Randy heran. Tumben sekali sahabatnya ini ngajak tawuran. Biasanya kan pencetus ide tawuran hanyalah Kevan seorang.

"Lu ngelindur ya Ran?"

"Gak. Ayok tawuran!"

"Bentar lagi kelasnya masukkan Ran!"

"Tenang, gue mintain ijin." Gilang tersenyum. Cowok berlesung pipi itu menepuk-nepuk pundak Kevan pelan. "Gue pastiin kita bertiga bisa keluar!"

"Bertiga?" Kevan menaikkan sebelah alisnya bingung. "Ya mana ada tawuran bertiga!"

Gilang cemberut. Cowok itu menggelengkan kepalanya pelan. "Ck.. ck.. ck.. ya ada lah bego!"

Kevan hanya memutar kedua bola matanya malas. Ya terserah Gilang saja. Cowok itu emang sulit untuk di bantah.

"Udah lah, ayok ke ruang guru.. gue mau minta ijin!"

Kevan hanya mengangguk pasrah, sedangkan Randy dan Gilang di sana menyengir lebar. Mereka bertiga berjalan cepat menuju ruang guru. Entah apa rencana dua curut itu. Kevan tak tau. Yang ia tau hanyalah. Ia ingin bertemu Keylo!

***

"Bu ayok lah ijinin Bu!"

"Gak boleh!"

"Ibu please lah Bu! Ini darurat Bu!"

"Ibu bilang gak boleh ya gak boleh!"

"Ibuuuuuuuuu.."

"Cukup!"

'BRAKKKK'

Bu Maya melotot ganas. Ia menggebrakan mejanya kesal. Sudah hampir 30 menit guru dengan kacamata bulat itu mendengar ocehan Gilang. Sudah selama itu juga ia menahan nafsu untuk tidak menoyor indah dahi bocah itu. Bukannya Bu Maya kesal. Hanya saja ia tak percaya dengan alasan murid blangsak nya ini meminta ijin. Mana ada coba siswa yang meminta ijin keluar dengan alasan :

MY STUPID ENEMY [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang