Chapter 69

196 45 11

Chapter 69 - Orang Yang Akan Bersamaku Selama Paruh Kedua Hidupku Hanya Akan Menjadi Jian Jian Dan Tidak Ada Yang Lain


Membuka pintu, hal pertama yang dilihat Yize adalah Ji Yan berbaring di sofa. Di atas meja kopi di depan sofa ada botol-botol anggur dan gelas cabernet yang masih berisi anggur.

Dia pernah tinggal di tempat ini. Lalu, dia sudah memberi Ji Yan kuncinya dulu untuk kenyamanannya, dan dia sudah mulai tinggal di sini. Tapi, setelah dia menolak lamarannya, dia merasa terluka dan pindah dari tempat ini, tidak pernah kembali. Tanpa diduga, Ji Yan datang ke sini.

Saat dia baru saja sampai di rumah beberapa saat sebelumnya, dia sudah menerima telepon dari Ji Yan, mengatakan kalau mereka belum pernah bertemu begitu lama dan kenapa mereka tidak bertemu. Dia tidak berharap dia mengatur tempat pertemuan di sini. Selanjutnya, An Yize merasa kalau suara Ji Yan terdengar sedikit tidak biasa atas panggilan itu. Dia akhirnya menyetir ke sini dengan alis yang dirajut.

Memang, saat dia memasuki pintu, dia menyadari kalau Ji Yan mabuk. Bahkan, dia mungkin minum sedikit.

Ji Yan mendongak dengan bingung saat dia mendengar pintu terbuka. "Xiao Ze, kamu datang ..."

An Yize berjalan mendekat dan duduk di sebelahnya. Dia bertanya dengan alis berkerut, "Ah Yan, apa yang terjadi?"

Ji Yan menatapnya linglung dan tersenyum ringan. Tapi, suaranya dipenuhi dengan kesedihan yang tak terlukiskan, "Xiao Ze, apa kamu masih khawatir kalau sesuatu terjadi padaku?"

An Yize menjawab, "Kita adalah teman. Tentu saja aku akan khawatir. "

Rasa kehilangan melintas melewati mata Ji Yan. Dengan wajah sedih, dia mengulurkan tangannya ke gelas anggur.

An Yize memblokir tangannya dan memerintahkan dengan suara yang dalam, "Berhenti minum."

Ji Yan menatapnya dan tersenyum lembut. Tapi, matanya tampak sedih. "Xiao Ze, kamu sudah dewasa. Kamu tidak lagi mau mendengarkanku ... "

Am Yize tidak menjawab, hanya berkata dengan tenang, "Ah Yan, kamu mabuk."

"Aku tidak mabuk ..." Ji Yan tersenyum sedih, "Kalau aku bisa mabuk, itu akan bagus. Maka, aku tidak akan begitu sedih ... "

An Yize terdiam sesaat sebelum berbicara dengan hangat, "Apa Li Mingyi menganiayamu?"

Ji Yan menatapnya. "Bagaimana kalau aku bilang iya? Xiao Ze, kalau dia memperlakukanku dengan salah, maukah kamu membantuku? "

(Kalian aja deh yang marah reader-tachi, Akai cape 😥)

An Yize mengerutkan alisnya. "Bagaimana aku bisa membantumu?"

Wajah Ji Yan bengkok karena kesedihan. "Dia bersama wanita lain ... Suatu hari dia bilang dia ingin menikah denganku, tapi hari berikutnya, dia bersama wanita lain ..."

Ini bukan pertama kalinya Ji Yan datang untuk menemukannya saat Li Mingyi berselingkuh. Awalnya, An Yize sangat marah dan mencoba membujuk Ji Yan untuk meninggalkannya. Tapi, Ji Yan tidak pernah menyerah. Setelah An Yize terluka berkali-kali, dia menjadi mati rasa. Akhirnya, dia berhenti berusaha meyakinkannya. Dia hanya tinggal di sisi Ji Yan dan menatapnya merasa sedih dan terluka karena pria lain.

Pada saat ini, saat siklus ini mulai terulang lagi, An Yize tidak lagi merasa sakit kecuali untuk sedikit berat hatinya. Tapi, dia tetap diam seperti sebelumnya.

"Saat dia mengatakan ingin menikah denganku, aku merasa sangat senang. Dalam beberapa tahun terakhir ini, ada banyak kali aku mengenakan gaun pengantin. Tapi, tidak ada satupun yang nyata. Aku selalu menunggu hari di mana aku bisa mengenakan gaun pengantin milikku dan menjadi pengantin yang paling indah ... Keinginanku sebenarnya sangat sederhana. Aku hanya ingin suami yang penuh kasih dan keluarga yang bahagia, dengan kami berdua membesarkan anak-anak kami bersama ... "

Reborn As My Love Rival's WifeBaca cerita ini secara GRATIS!