03 - Rezeki Anak Sholehah

28 4 0


Hahhhh..

Entah ini sudah yang keberapa kalinya aku menghembuskan nafas panjang sambil menatap malas Pak Devan yang sedang berbicara serius dengan seorang laki-laki berkemaja rapih yang ku tebak adalah konsumen nya. Mengingat dua jam lalu saat diriku baru saja sampai di kantor Pak Devan langsung mencegat ku untuk mempersiapkan beberapa dokumen perusahaan, penjualan dan juga list harga barang yang kami jual. Aku pikir dirinya hanya menyuruhku untuk menyiapkan dokumen-dokumen saja tapi dugaan ku salah saat dirinya masih tetap berdiri di depanku setelah semua dokumen yang dibutuhkannya sudah ku berikan dan dengan santainya Pak Devan menyuruhku untuk bersiap diri ikut bersamanya menemui konsumen.

Disinilah aku berada sekarang. Duduk manis disalah satu Caffe yang berada daerah senopati tengah melihat interaksi Pak Devan yang sedang berbicara serius dihadapanku bersama konsumennya. Melirik jam tangan seharga tiga puluh lima ribu yang melingkar dengan indah di tangan ku kini sudah menunjukan pukul sebelas kurang sepuluh menit. Pantas saja cacing-cacing diperutku sudah mulai melakukan korporasi didalam sana, jam makan siang sebentar lagi tiba dan sepertinya belum ada tanda-tanda Pak Devan hendak menyudahi acara negosiasinya bersama sang konsumen.

Lagi-lagi aku menghela nafas panjang. Bukan, ini bukan karena aku bosan atau sudah mulai merasa lapar. Melainkan aku mengingat jika kemungkinan besar hari ini aku akan menghabiskan waktu seharian bersama Pak Devan diluar untuk menemui para konsumen istimewanya yang berarti aku tidak akan bisa bertemu dengan Mas Ali untuk melakukan pendekatan seperti biasanya. Aku merasa sedih akan hal itu, belum lagi besok itu hari sabtu dan lusa hari miggu terhitung dengan hari ini aku tidak bisa bertemu dengan Mamas kesayanganku selama tiga hari. Hah benar apa kata Dilan. Rindu itu berat. Tapi sayangnya volume tubuh ku lebih berat dari pada rindu yang kurasakan pada Mas Ali hehehe aku bercanda guys

Selagi Pak Devan masih fokus bernegosiasi bersama konsumennya aku pun mengambil ponsel yang sedari tadi ku taruh didalam cluts seharga lima puluh ribu milikku unutk melihat aplikasi WhatssUp dan mengabarkan kabar sedih ini di grub 'Bersatu Kita Juliders' mengingat sudah masuk jam istirahat.

'Bersatu Kita Juliders'

Mita.S.H

Guys L 10.55

Daku membawa berita buruk :'( 10.55

Ting!

Mas Rehan

Whats news? 11.00

Mba Ayu

Kepo saya wkwkwk 11.01

Mita.S.H

Mas Gio masih jaga ya? 11.03

Mba Nia

Yaps. Btw, berita buruk apa? 11.05

Mita.S.H

Kabar buruk guys 11.06

Sepertinya hari ini daku tak dapat mengunjungi sang kakanda L 11.06

Mba Ayu

Waw! Really? 11.08

Pantesan mukanya si Ali cerah banget dari pagi wkwkwk 11.08

Mas Rehan

Ha-ha-ha 11.10

Ali belum kamu kasih tau kan? 11.10

FALL IN LOVE WITH YOU (SUDAH TERBIT DI GUEPEDIA)Read this story for FREE!