Sebelum Mengenalmu, Aku Mencintaimu || 1

85 1 0

Cinta ku dimulai sebelum aku mengenal, siapa kamu,
Hanya lewat begitu saja tanpa tegur sapa,
Hanya memandang dari seberang jalan,
Kutatap lekat lekat, aneh nya seketika itu aku menyukaimu,
Kau asik dengan telepon genggammu, tersenyum entah kau bicara dengan siapa,
Yang ada dalam benaku selain suka, terheran dengan keadaanmu,
Bertanya-tanya sambil berlalu, apa yang terjadi kepadanya,
Semakin ku pandangi dirimu dari kaca spion,
Berlalu tanpa henti memandang, hati ku penasaran,
Tanpa memandang kekurangan yang ada dalam dirimu,
Kamu mempesona dengan apa adanya kamu,
Pandangan pertama ku kepadamu,
Namun bukan pandangan pertama mu kepadaku,
Kamu tak memandang ku,
Bahkan kamu tak melihat ku,
Justru aku tidak mengenalmu,
Tapi kenapa aku menyukaimu,
begitu saja,

Jika sekarang kamu bertanya,
Kenapa aku mencintai mu,
Jangan pernah sesekali kamu bertanya,
Atas jawaban yang bisa kamu rasakan oleh hatimu,
Namun, jika kamu bertanya,
Sejak kapan aku mencintai mu,
Mungkin akan terdengar sedikit lucu dan tak masuk akal,
Ku rasa sejak itu lah aku mencintaimu,
Sejak pandangan pertama ku melihat kamu,
Tanpa kamu sadari, dan tak pernah kamu tau,

Saat pertama kali aku melihat mu,
Yang hanya dari seberang jalan saja,
Saat itu lah aku menyadari atas hatiku,
Hati ku yang dulu mati, seketika iya kembali terbuka,
Beberapa hari kemudian aku kembali lagi,
Berharap aku berjumpa dengan mu, mungkin kita bisa tegur sapa,
Harapanku tak berpihak, ternyata aku tak bertemu dengan mu lagi,
Entah rasanya hati ku kecewa,
Ku biarkan waktu berlalu begitu saja,
Tanpa pernah sedikitpun berharap lagi,
Jika jodoh, ku yakin kita akan berjumpa,
Jika tidak pun tak apa, mungkin suatu saat nanti ada pengganti,
Tapi namanya hati tak bisa di pungkiri,
Sialnya, kecewa ku mendalam, membuat gelisah,

Ketika kamu dirundung pertanyaan, atas hatiku yang mencintaimu,
Jika cinta ku selalu kamu pertanyakaan, lantas bolehkah aku juga mempertanyakan atas hatimu kepada ku?
Diam sejenak, tahan emosimu,
Aku tau kamu mencintai aku sepenuh hatimu,
Begitu pula aku,
Jika kau bertanya, kenapa banyak orang selalu mengaku, aku adalah kekasihnya,
Jawabannya sederhana sayang, Sesederhana aku mencintai kamu tanpa jeda,
Kau tanya saja kepada siapapun mereka yang memberi info palsu,
Aku tak pernah takut, karna aku bukan milik siapa pun kecuali milik kamu,
Kau boleh bertanya kepada mereka, dan meminta bukti,
Jangan sekali pun kamu terpancing, oleh info bodong sayang,
Bisa saja mereka tertawa, karena mereka berhasil penggang kendali,
Aku tak mau kamu terlihat bodoh begitu saja oleh info tidak penting,

Bisakah kau redam amarah mu,
Lalu duduk manis di samping ku,
Mungkin kau ingin merebahkan badanmu,
Dan menaruh kepalamu di pahaku,
Aku akan membelai mu,
Bukankah itu hal ter-favorit mu,
Akan ku ceritakan kisah ku,
Bagaimana akhirnya kita bertemu,
Mungkin sedikit panjang, tapi begitu haru,

Setahun kemudian setelah aku hanya melihat mu dari seberang jalan,
Ketika itu hari pertama ku bekerja setelah lulus sekolah ku,
Hal yang tak pernah aku kira sebelumnya,
Aku bertatap muka langsung oleh mu,
Aku speechless, tentu saja, tapi aku menahannya,
Seolah itu pertama kalinya aku bertemu dengan mu,
Aku tak menyangkan akan seperti ini akhirnya,
Kau berusaha mencari bahan untuk berbincang,
Dan aku hanya mengangguk atau menggelengkan kepala sebagai jawaban,
Bukannya sok jaim atau songong,
Tetapi berusahan menjinakan hati yang berdegup tak beraturan,
Kamu menyuruhku untuk mencatat nomer telepon mu, dan menghubungimu ketika butuh apapun,
Aku hanya mengangguk tak bersua,

Dihari kedua, kau semakin membuatku tak karuan,
Ternyata kau juga curi curi pandang,
Karena sesekali mata kita saling bertatapan,
Senyumku dan senyummu mengembang,
Dihari hari selanjutnya,
Kau bertanya, kenapa aku tak menghubungimu,
Aku hanya tersipu malu,
Kau selalu membuat ku tersenyum, meski kau bukan siapa siapa dulu,
Hingga di hari ke enam, tiba tiba kau di hadapanku,
Membuatku bingung oleh tingkah mu,
Dan kau pun mulai angkat bicara,
Memintaku dengan cara yang cukup aneh, tak terduka sebelumnya,

Gue mau punya anak dari lo, lo mau married sama gue.

Tak terduga, dan tak pernah sekalipun lelaki memintaku, dengan ucapan yang sedikit, mungkin aneh, tapi bagi ku luar biasa,
Kita mengawali dengan penuh kebahagiaan,
Sesekali kau marah, jika aku mulai mengabaikan mu,
Mungkin aku cuek, tapi itulah caraku mencinta,

-to be continue
Shaki, 00:42
28'01'19

Luka Dan RinduBaca cerita ini secara GRATIS!