Tasogare-Doki

448 40 2
                                                  


Joongie © 2017 

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Joongie © 2017 

"I love you as certain dark things are to be loved, in secret, between the shadow and the soul." Pablo Neruda

.

.

.

Chae Won mengerjap. Hangat api senja yang menjilat wajah membuatnya terjaga. Di hadapannya menghampar pemandangan asing. Dia mengedip lagi, menghirup napas dalam-dalam. Bau sangit ikan panggang tercium kencang dan bunyi api meretih terdengar dekat. Matanya mencelang. Punggungnya bersandar pada batu dan sesuatu yang lembut berbulu menopang kepalanya. Awan-awan membola pekat berarak melintasi langit jingga. Semburat matahari menyapu halu pegunungan di seberang sungai.

Pandangan Chae Won melengser kepada Jun Ki yang asyik membariskan ikan-ikan matang di daun. Rambut merah mengilat sewarna delima menyembul dari tudung jubah yang membalut rapat tubuhnya. Kulitnya sepucat gading, kontras dengan bibir merah keunguan seperti plum. Chae Won meneguk bongkahan di kerongkongan, terbersit dalam benaknya kemungkinan sosok itu adalah malaikat maut. Di waktu yang sama Jun Ki menoleh, bertemu tatap dengan Chae Won. Dia menengok lebih jelas. Lelaki itu bermata segelap aswad, menggenapi kesan tajam dan jantan darinya. Ada bayangan kecil diri Chae Won dalam irisnya. Hidungnya ramping dan runcing, kemerahan di cupingnya. Dan kalau Chae Won tidak salah mengerti, sudut bibir Jun Ki bergelombang membentuk senyum.

"Sudah bangun rupanya," gumam Jun Ki, beringsut mendekat sembari menusuk sepotong ikan untuk disodorkan.

Mendadak Chae Won merinding, gestur Jun Ki terlalu ganjil. "Aku sudah mati, ya?" tanyanya sambil meraba dada, mencari detak jantung atau apa saja yang punya denyut.

"Jantungmu masih berdetak, 'kan?" Jun Ki tersenyum geli, disambut anggukan polos Chae Won yang makin membuatnya terkikik. "Tenang. Aku bukan malaikat maut, kok."

"Lalu, kau siapa?"

"Penyelamatmu."

Kening Chae Won mengernyit. "Menyelamatkanku dari?"

"Tenggelam," jawab Jun Ki enteng, menunjuk sungai berair jernih yang membentang di hadapan mereka. "Hampir seharian kau pingsan."

Tenggelam? Pingsan? Kerutan di kening Chae Won bertambah dalam. Memorinya bergulir mundur, Chae Won ingat kalau dia sedang mengantar dua gelas gin and tonic untuk pelanggan ketika hak sepatu tumit tingginya patah, sehingga dia tercebur ke kolam indoor. Tetapi sekarang dia terbangun di tempat entah-berentah bukannya di kelab.

Mimpi yang aneh.

Spontan Chae Won menampar pipi disusul pekikan setelahnya. "Harusnya tidak sakit dan aku segera bangun. Tapi, kenapa ...," ucapannya terputus waktu Jun Ki melirik dengan mimik yang jelas-jelas mengejeknya idiot.

ONESHOT COLLECTIONWhere stories live. Discover now