Bab 7 (First kiss)

970 45 4

Ustad in love.

Bab 7

(First kiss)
.
.
.

(Warning : Typo, gaje, absurd tapi cerita ini murni dari imajinasiku sendiri dan juga segala hal yang kutulis di sini tidak bermaksud untuk menyinggung pihak manapun. Hapy reading all.... )

.
.
.

~Disini semua bermula. Aku dan kamu, bagaikan idhofah. Aku mudhof, kamu mudhof ilaih. Tak bisa dipisahkan.~

.
.
.

(Hasbi pov)

Suasana tenang di danau ini sama sekali tak mampu menenangkan pikiranku. Perkataan Mas Ridwan siang tadi saat di apartemen entah mengapa membuatku mengingatnya. Aku tau, masalaluku yang kelam mengubahku secara perlahan. Kautau? Tak ada yang menyangka jika seorang Hasbi Muzaki pernah menjalin hubungan dengan seseorang. Dia? Yah, gadis pertama yang membuat hariku terasa lebih menyenangkan. Gadis pertama yang membuatku merasa ingin menjaga dan juga menyanyangi tanpa batas. Tapi kisah kita tak seindah cerita di negri dongeng. Dan besok, bertemu dengan mas Rizal otomatis akan membuatku mengingat kembali memory juga kenangan masalalu yang begitu ingin kulupakan. Ya Allah, apa semua akan terulang kembali?

Aku menengadahkan pandanganku ke atas, gumpalan awan serta langit yang semakin mendung membuatku tersenyum miris. Entah mengapa hujan lebih sering mengguyur ibu kota saat ini. Memejamkan mata dan menyenderkan kepalaku senyaman mungkin adalah hal yang kulakukan saat ini. Mungkin ini bisa sedikit mengurangi keresahanku.

Tes..tes..tes..

Rintik hujan yang mulai membasahi rambut dan tubuhku tak membuatku bergeming. Biarlah, aku terlalu malas untuk beranjak dari bangku ini atau sekedar membuka mataku.

"Kenbi sering lihat di drakor kalau orang habis putus pasti duduk galau sambil huja - hujanan. Tapi Kenbi nggak nyangka bisa lihat secara live action."

Deg!

Suara cempreng yang tak asing merasuki indra pendengaranku. Benar saja saat aku membuka mata dan menegakkan badanku, ada gadis dengan mata coklat menawannya yang tengah menatapku tanpa kedip dengan payung putih yang dipegangnya.

"Hy, kita bertemu lagi, kakak ganteng." Sapanya riang dengan semburat merah tipis di pipi tembemnya.

Hasbi pov end.

Normal pov.

Hasbi menatap lekat gadis didepannya. Dengan dahi mengernyit dan mata yang memicing, di lihatnya sekeliling mereka. Merasa heran bagaimana gadis di depannya bisa berada di tempat sepi seperti ini.

"Kau, sedang apa disini?" Tanya Hasbi kaku.

"Ah, tadi Kenbi nunggu Kak Radit di mobil tapi lama, terus Kenbi bosen, terus liat orang gila hujan-hujanan ya udah Kenbi samperin aja." Jawab gadis yang tak lain adalah Kanabi Khafiya tadi panjang lebar sementara bibir Hasbi sedikit berkedut antara kesal di sangka orang gila dan juga gemas melihat bagaimana ekspresi gadis didepannya saat berbicara.

"Nih kak, kurang baik apa Kenbi." Kata Kenbi saat memberikan payung yang dipegangnya pada Hasbi dan segera berlalu dari sana.

Ustad in love Baca cerita ini secara GRATIS!