Tentang Kamu, Cinta dan Aku

124 2 1

Kau adalah satu satunya hal yang terindah,
Setelah Tuhan menciptakan alam untuk kenikmatan,
Dan kau satu satunya hamba yang penuh dengan kasih sayang,

Tubuhmu yang tinggi menjulang,
Membuat ku "mendongak" ketika kau di hadapanku,
Hingga senyum ku seketika mengembang,
Merekah berseri-seri, lunglai kau pandangiku,
Tak berkedip sama sekali, seakan mataku terbius oleh tatapmu,
Sorot mata mu yang begitu teduh,
Mengembalikan jiwa ku yang luruh,
Hanyut dalam tatap tajam yang penuh kasih,
Terombang ambing di lautan asmara cinta yang kian utuh,
Ini sedikit kampungan tapi inilah kenyataannya,
Jika boleh ku obrak abrik hati ku, ia pun merasa hal yang sama,
Mungkin dulu nya mati salah mencinta,
Tapi tidak untuk saat ini, yang telah hidup untuk kedua kalinya,

Peluk mu yang begitu hangat, penuh kenyamanan,
Tak ingin ku beranjak pergi dari pelukan,
Dengan begini, aku bisa menikmati irama detak jantung,
Yang bisa ku dengarkan ketika kamu bersama ku berdua, seperti sekarang,

Aku tak ingin ada jeda di antara kita,
Jika harus memilih, dan kehilangan mu suatu saat nanti,
Aku tak memilih apapun jua,
Aku memilih tetap berada di samping mu, meski hati ku tersakiti,
Dengan begitu aku selalu bisa melihat mu,
Setidaknya begitu yang ku mau,
Karena aku telah buta oleh cinta yang kau tabur,
Bagaimana bisa aku mencabut cinta yang telah kuat mengakar,

Aku ini payah dalam hal mencintai,
Bukankah sudah jelas, jika mencintai kita harus siap untuk tersakiti,
maupun siap untuk kehilangan satu sama lain suatu hari nanti,
Tapi aku tak menjadikannya sebuah pedoman hati,
Karena bagi ku kamu satu, yang aku cintai sampai mati,
Amin, dalam doaku setiap waktu, kapan saja,
Aku pun tak pernah mau memikirkan apa yang belum terjadi,
Setidaknya kamu masih disini,
Kamu takakan pergi kemana mana lagi,
Bukankah kau bilang aku rumah mu paling nyaman?
Bukankah kau tak butuh seseorang yang lain lagi,
Karena aku yang selalu mengertimu dan memahamimu,
Serta mencintaimu,
meski terkadang hati ku terluka oleh sikapmu,
Kau tetap saja kembali ke dalam pelukanku,
Lelah ku tak pernah kau perhitungankan,
Aku pun jua tidak pernah memperhatikan,
Yang aku tau kamu masih berada dalam dekapan,
Dan tangan ku yang selalu dalam genggaman,
Kita berdua sudah menjadi satu,
Genggaman kita begitu kuat,
Jika ada yang ingin kita pisah, itu cukup berat,
Karena hati kita sungguh, telah lebur menjadi satu,
Hingga suatu saat nanti kita sama sama telah menjadi abu,
Cinta kan mengabadi sepanjang masa,
Bersama kenangan yang ada di ingatan,
Tak terlupakan,
Tak lekang oleh sang waktu,
Tak akan punah meski akhir zaman,
Ataupun saatnya nanti, kembali pada kehidupan yang baru,

Luka Dan RinduBaca cerita ini secara GRATIS!