01 : cowok halte

3K 498 19

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



sore itu hampir hujan, somi celingak-celinguk menengok ke arah kelas kakak nya, tapi kelas itu sudah kosong.

somi sedikit menghentakkan kaki nya ke lantai, sekarang bagaimana cara untuk pulang kalau hp nya saja mati.

jam dinding di kelas itu sudah menunjukkan pukul 5 lebih, sekolah sudah sepi. tinggal beberapa anak kelas lain yang baru beres ekskul dan kakak kelas yang tidak somi kenal.

somi jadi ingin menyalahkan guru padus nya yang tadi datang terlambat hingga ekskulnya pun selesai agak terlambat dari biasanya.

somi memutuskan untuk berjalan ke halte, berharap ada bus yang lewat nantinya.

tapi saat sampai di halte, cewek itu sedikit terlonjak karena menemukan seseorang yang sedang duduk disana. menunduk. baju seragam yang dikenakan acak-acakan. bahkan rokok yang di tangan nya pun masih menyala.

somi berusaha menghiraukan orang itu dan tetap duduk di bangku halte, di sebelah orang itu, sedikit mengambil jarak. soalnya, agak takut juga.

orang itu tampak terusik dengan kedatangan somi, terbukti dengan suara decakan yang dikeluarkannya.

somi menoleh, cewek itu terkejut saat orang di sebelahnya mengangkat wajah.

"kak echan, ngapain?"

yang disebut namanya panik, lalu setelahnya berlari menjauh dari halte. somi ikut berdiri, memastikan bahwa orang yang duduk di sampingnya tadi adalah haechan, teman kakak nya sekaligus kakak kelas nya.

wajah nya memang seperti haechan, tapi penampilannya sangat berbeda dengan haechan biasanya. dan lagi, orang tadi bau alkohol.

haechan yang biasa somi lihat tidak acak-acakan seperti itu.

somi masih terus menatap ke arah orang yang dia anggap sebagai haecan tadi, badan orang itu mulai menghilang di balik tembok tinggi di samping sekolah.

"dek, lo ngapain disitu, ayo pulang."

"kak mark, kemana aja siih. hp gue mati tauu."

"gue kira tadi lo udah pulang duluan, lupa kalo hari ini lo ekskul."

"dasar." somi memakai helm yang disodorkan kakak nya, lalu naik ke jok belakang motor.

"duh udah mulai grimis nih."

"trobos aja, kak. laper nih."

"nanti diomelin mami."

"baru gerimis gak pa-pa."

pada akhirnya mark menurut, mereka menerobos gerimis sore itu. dengan somi yang masih terus kepikiran dengan orang yang dilihatnya tadi.

"kak."

"apa?"

keduanya berbicara dengan sedikit berteriak. menandingi suara bising mesin motor.

"gak jadi deh."

"apaan, dek?"

"dibilang gak jadi juga."

sebenarnya somi ingin bertanya tentang haechan, tapi takut kakak nya salah paham dan berasumsi kalau somi punya rasa untuk haechan.

punya rasa katanya.

tapi somi sendiri juga suka bingung, jantung nya sering deg-deg an setiap kali haechan melontarkan gombalan-gombalan murahan padanya.

biasanya, jika haechan sudah begitu, mark yang akan bertindak. katanya, jangan digoda kalau niatnya cuma bikin baper.

dan orang yang somi lihat saat di halte tadi, sama sekali bukan seperti haechan yang biasanya.

haechan yang tidak bisa diam, haechan yang sering melontarkan gombalan murahan setiap kali bertemu somi.

orang tadi, tampak sangat kacau.

PELANGI FT. HAECHAN, SOMITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang