Siang hqri udara panas sudah menyapa siswa siswi SMA DUTA MANDALA yang berlatih giat dalam urusan medis ,mereka melakukan dengan senang hati
"Break dulu guys "
Ucap seorang siswa bertubuh tinggi itu yang tak lain adalah raka ketua ekxstrakulikuler PMR
Sementara ruang seni saat ini saat ini begitu ramai oleh alunan musik yang dimainkan dengan perasaan gembira di ruangan inilah seorang siswi menyalurkan bakatnya
"Jadi lo tinggal belajar variasinya aja lagi "
" oke bang" memberikan jempol
****
Kantin dan koprasi sekolah pun dipenuhi siswa siswi yangsudah keroncongan , raka keluar kelas niatnya ingin makan bersama anggota PMR lainya ditangannya pun sudah ada sekotak bekal yang berisikan makanan kesukaan raka
Sampai di depan UKS raka sedikit dibuat heran lantaran yang ada di dalamnya bukan anggota PMR melainkan siswi yang raka tau pasti mereka beralasan sakit
" hay raka "
"Makan bareng aku yuk "
"Raka aku sakit obatin dong "
" raka aku udah siapin makanan kamu sini aku suapin "
Dan masih banyak lagi ocehan para pasien gadungan raka yang membuat telinganya sakit , ia pun pergi melangkah menuju kantin membiarkan saja ruangan UKS itu di penuhi orang gila
" btw lo kok jarang kekantin syal ?"
"Males "
"Bilang aja lo bawa bekal "
"Iya "
Raka sedikit terganggu makan di kantin lantaran terlalu berisik yang membuatnya tak makan dengan nikmat
"Oy tumben makan di kantin " sapa bisma
"Tuh no pasukan alay"
"Aelah gitu aja lo gak bisa ladenin"
"Sorry aja ya gwe gak modus "
"Mulut -mulut " mmenjawab ****
Bel beberapa menit lagi akan bernunyi satu demi satu pun siswa siswi mulai memasuki kelasnya masing-masing dipertikunhan jalan menuju kelas tanpa sadar misyal dan raka bertabrakan
Ppprrraaakkk
Kini kotak makan ditangan raka sudah jatuh tergeletak dilantai
"Jalang yang bener dong"
"Namanya di tikungan " elak enteng misyal sambil mengambil kotak makan raka
"Nih gak lecet"
Misyal pun melangkah malas menuju kelasnya sementara masih diam membisu entah aneh , dikelas pun sudah di isi oleh guru terkiler di sekolah mau tak mau misyal harus menerima akibatnya ia tau bahwa kali ini toilet sudah menantinya
" dari mana kamu misyal ?"
"Kantin buk"
"Bagus kamu sudah tau bel berbunyi apa kamu tidak dengar? "
" dengar kok buk " santainya
" kamu , pergi bersihkan toilet" menunjuk keluar
" ibu suruh saya keluar apa bersihin toilet sih buk?"
" toilet " gemas guru berkaca mata itu
" toilet kan ke arah sana buk "
" misyal cepat kerjakan "
Misyal pun melangkah keluar namun langkahnya kembali ia tarik kembali
" apa lagi misyal" geram
" toilet cewek apa cowok buk?"
"Dua-duanya " serempak murid menjawab
Sepanjang jalan menyusuri lorong-lorong sekolahtak hentinya mulut misyal mengomel , tinggal satu toilet lagi bisa di bayangkan gimana gambaran toilet pria
Raka sudah tidak dapat lagi menahan hajatnya ia sontak mengambil ahli izin ke toilet sampai di depan pintu toilet pun ia di kejutkan oleh penampakan
"Haaa hantuu"
"Hantu mata lo"
" aelah ngapain sih lo disini gak baca papan di depan ini toilet pria salah masuk lo "
Misyal tak meresppn ia lebih baik melanjutkan menyikat lantai meski telinganya sakit mendengar omelan kakek hauhau di hadapannya ini
" ngapain lo masih disini? Atau mau ngintip lo" tunjuknya pada misyal
" idih NAJIS " bergidik ngeri
" loh gak bergerak " bergoyang tak karuan
" gwe dihukum " ketus misyal
"Lah ngapa jadi lo curhat mau lo dihukum di pecat itu sih DL"
"Udah ceramahnya ?" menaikan sebelah alisnya
" tablik akbar buk "
Misyal pun pergi meninggalkan raka yang bertingkah seperti penari tiang karna susah payah menahan hajatnya , sampai dikelas pun misyal duduk bersandar di kursi ujung belakang entah mengapa ia sangat suka tempat itu
" gimana olahraganya?" ledek diko
" seneng amat lo"
" lah salah lo udah salah malah nyolot tapi gwe dukung lo kok" tertawa lepas
" bomat"
****
Pagi ini cuaca sangat panas mana pidati upacara kali ini gak kelar-kelar misyal pun mengusap buliran keringat yang menempel di dahinya
" dik lo ada tisu gak?"
" lo pikir gwe warkop ap"
Misyal amat malas jika upacara sebenarnya ia ingin bolos saat upacara soal hukuman urusan belakangan , sementara raka berdiri di belakang barisan tepatnya di barisan kelas misyal
" oy bisa diam gak lo" tegur raka
" panas bangke " ucap misyal asal
"Lo kira cuma lo yang panas korsa dong"
Bel istirahat telah menggema di seluruh penjuru sekolah niat misyal ingin ke ruang seni memainkan alat musik kesukaannya ia sedikit heran lantaran ruangan itu terbuka tidak seperti biasanya ia pun masuk dan mendapati seorang pria berdiri sambil berkacak pinggang
"Ngapain lo?" memukul bahu
Sontak raka terkejut karna seseorang menyapanya
"Aelah lo mulu bosen gwe "
"Sama "
"Lo ngapain disini?"
"Kok nanya balik" melirik raka
"Suka -suka gwe " sewot raka
"Awas kalau ada barang rusak atau hilang lo ganti "
Misyal pun berjalan menuju ruang penyimpanan gitar betapa terkesimanya misyal saat mendengar suara merdu dan alunan bunyi petikan gitar ia pun terpaku asik mendengarkan hiburan musik di depannya saat ini
Lagu pun selesai , misyal langsung bertepuk tangan yang membuat rama terkejut namun rasa terkejutnya berganti menjadi senyuman yang hangat
" keren " tersenyum kikuk
"Thanks "
Hening
1
2
3
"Sorry gwe bikin berantakan "
" enggak " menggelengkan kepala
" ram lama amat " teriak dari arah luar
" sorry rak "
# ANYONG🎧
#SORRY MASIH ADA TYPO
# JANGAN LUPA VOTE AND COMENT
THANKS BUAT YANG BACA💙
