Ya,
Kini aku akan berhenti menanti,
Menanti kabarmu yang tak kunjung pasti,
Taukah kau aku selalu menunggu kepulanganmu, namun saat aku mendengar kabar kepulanganmu dari orang lain, bodohnya aku mengira kamu akan datang untukku.
Sejak hari itu aku menunggu dering telfonmu mengatakan "aku di depan rumahmu" .
Menunggu batang hidungmu untuk bertamu ke rumahku, melepas rindu dan berbagi tawa denganku.
Namun sampai detik ini, pintu rumahku tak terketuk olehmu.
Aku lelah untuk menunggu.
Kau yang tak pernah merindu.
Cukuplah sampai disini aku menunggu dan berharap kedatanganmu.
Aku, berhenti untuk berharap dan menunggu.
Ingatlah ini,
Akan ada masa dimana suatu hari nanti kau teramat sangat merindukanku,
Dimana suatu hari kau akan menungguku pulang,
Dimana suatu hari aku pulang, namun bukan untukmu.
Ya, suatu hari. Kau pasti akan merakannya nanti.
- Surabaya, 14 Januari, 2019. Tepat 7bulan yang lalu kau dan aku bersatu.
