Prolog

199 18 0
                                          

Ceritaku bukan sekedar omong kosong, mungkin akan terbaca tidak menarik namun begitulah adanya. Itu adalah awal dari banyak masalah yang harus aku hadapi, saat yang ingin aku lewati pada waktu itu. Sayangnya, garis takdir memaksaku untuk melewatinya. Hingga aku bertemu dengannya.

Saat ini aku sedang duduk menghirup aroma hujan yang menjejak pada tanah. Di temani lagu yang terdengar sangat berisik dan aku tidak suka. Niatku ingin dikamar saja, namun paru-paruku butuh lebih banyak oksigen untuk mengingat masa laluku agar jantungku juga tidak berdetak maraton serta bibirku untuk tidak terus tersenyum.

Dan hari ini aku putuskan untuk membagi ceritaku pada kalian, sebab sudah saatnya aku membiarkan kenangan itu agar tak lagi menjadi bayang- bayang. Tidak lagi membebani niatku untuk melanjut hidup seperti saat beberapa tahun lalu hatiku yang tertekan kenangan. Iya, aku akan bercerita mengenai dia yang kutemui dibawah langit biru yang selalu sama. Dia yang baru aku sadar setelah beberapa tahun tanpa sengaja menunjukkan betapa pentingnya sadar diri untuk memantaskan diri.

Maaf pernah mengusikmu dengan perasaan labilku. Tapi sungguh! Dulu aku memang mencintaimu.

LANGIT (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang