Chapter 66

179 39 17

Peringatan: Area R-18! Baca dengan resiko kalian sendiri.

Anak dibawah umur harap lewati adegannya, bijaklah dalam memilih bacaan.




Chapter 66 - Malam Itu, Kau Tidak Menolakku! Malam Itu, Aku Melukaimu!


An Yize menegang dan ekspresinya berubah. Pada akhirnya, dia hanya menghela nafas dalam diam. Dia mengangkat wajah Su Jian, menunduk dan mencium.

Kali ini, tindakannya lebih lembut, tidak sesegera sebelumnya, jadi tindakannya lebih emosional. Su Jian dicium olehnya sementara tubuhnya dibelai oleh tangan di bawah pakaiannya. Mendengarkan rintihan penuh gairah pria dan wanita, dia perlahan mulai memanas.

Saat dia berada di titik terpanasnya, Su Jian menghela napas tergesa-gesa dan mendorong An Yize ke bawahnya secara naluriah.

Alih-alih menghentikan aksinya, An Yize pergi bersamanya dan berbaring di bawah Su Jian, membiarkan Su Jian duduk di atasnya.

Mereka perlahan melepas pakaian mereka saat mereka terjerat satu sama lain. Su Jian duduk telanjang di pinggang An Yize, terengah-engah. Tiba-tiba, dia menundukkan kepalanya dan menguburnya di dada An Yize.

An Yize yang sedang dihisap tidak bisa menahan nafas panjang. Matanya memerah saat dia melihat rambut panjang Su Jian yang menjalar ke dadanya.

Setelah mengisap dan menjilati sebentar, Su Jian mulai bergumam pada dirinya sendiri, "Betapa kecilnya ..."

An Yize masih merasa terdiam ketika dia merasakan sentakan rasa sakit di dadanya. Melihat ke atas, dia melihat kalau Su Jian tiba-tiba menggigitnya. Lalu, Su Jian menjulurkan lidah untuk menjilat lukanya.

An Yize tidak tahan lagi. Dengan putaran tiba-tiba, dia menekan Su Jian di bawahnya.

Itu menjadi panas di kamar. Di ruang kecil ini, suara terengah-engah terus terdengar tanpa henti. An Yize takut kalau mereka akan didengar oleh para tetua di sebelah. Dengan begitu, dia sudah mencium Su Jian untuk mengendalikan suaranya. Untungnya, Su Jian hanya terengah-engah, sesekali mengeluarkan erangan kecil yang lembut seperti anak kucing kecil. Tapi, suara seperti inilah yang membuat An Yize semakin panas.

Gigitan kuat Su Jian sudah membuat dada An Yize merembeskan darah, tapi dia tidak memperhatikannya, hanya menatap orang dalam pelukannya dengan sepasang mata merah.

Kata-kata Ji Mingfei tiba-tiba terdengar di telinganya: "Sebenarnya, ada metode yang sederhana dan kasar. Kau hanya harus melakukannya! Saat dia memiliki anakmu, dia tidak akan mau bercerai. "

An Yize memegang pinggang Su Jian dengan erat dengan kedua tangannya. Dia hanya harus maju selangkah lagi dan orang di bawahnya akan menjadi miliknya ...

Pembuluh darah di dahi An Yize menggembung dan keringat di wajahnya mengalir di rahangnya, menetes ke kulit putih salju di bawahnya.

Jian Jian ...

Berkeringat deras, An Yize mengubur dirinya dengan gigi terkatup.

......

Peringatan R-18 berakhir

Saat Su Jian bangun, dia tidak tahu malam itu.

Setelah menatap kosong ke langit-langit di atasnya untuk beberapa saat, dia akhirnya ingat. Dia sudah kembali ke kampung halaman saudari Su dengan An Yize dan dia sekarang berbaring di ranjang "kota kelahirannya".

Saat kepala Su Jian sedikit sakit, dia tidak bisa menahan erangan lembut. Dia mengerutkan alisnya saat sepasang tangan tiba-tiba terulur dan dengan lembut menggosok pelipisnya. Pada saat yang sama, suara rendah dan lembut terdengar di telinganya. "Apa itu sangat tidak nyaman?"

Reborn As My Love Rival's WifeBaca cerita ini secara GRATIS!