Pt 30 | Love Story Part 1

751 32 0
                                          


Terkadang manusia mempunyai sisi kenangan yang buruk.


Tahun 2015

Disebuah restoran mewah nan mahal, dua keluarga dipertemukan. Dimana Hendra mengajak keluarga Chades untuk makan malam bersama dengan putrinya. Hendra dan Ryan adalah sahabat sejak dulu.

" Kenalkan ini putriku namanya Renava Rasty " Ucap Hendra dengan bangga.

" Wah, Cantik banget! " Puji Calista

Rena yang dipujinya hanya diam dengan senyum tipisnya.

" Nak Rena, ini adalah putra kebanggaan Om namanya Saga "  Ucap Ryan dengan tunjuknya pada Saga.

Dirinya mulai mendongak yang sedari tadi sibuk makan. Rena bisa melihat tatapan matanya yang membuat Rena tersihir apalagi lesung pipinya membuat jantungnya berdetak lebih kencang.

" Om, Tante katanya anak kalian kembar? " Ujar Rena, ia sedikit heran karena orang yang diajak bicaranya hanya diam.

" Mau jalan jalan sebentar? Bukit Taman Kota nggak jauh dari sini kok " Seru Saga yang menyadari orangtuanya tidak bisa menjawabnya.

Rena tidak pernah tahu tempat itu, membuatnya penasaran. Ia melirik dengan mata hazelnya membuat Hendra mengizinkannya.

Dengan berjalan kaki beberapa waktu, yang diucapkan Saga memang ada benar. Ia bisa melihat seluruh kota dari sini. Yang lebih indahnya adalah kerlap kerlip menambah keindahannya.

" Aku sering banget dateng ke sini sama saudara kembarku. Namanya Gara " 

" Dia pasti mirip sama kayak kamu ya? Terus gimana bisa membedakan kamu dengannya? "  Tanya Rena

" Aku punya lesung pipi yang nggak dimiliki Saga " Jawabnya sambil memamerkan lesung pipinya.

Sungguh, hanya Saga lah yang bisa membuat Rena tersenyum seperti ini. Begitupun diri Saga yang selalu ingin berada didekatnya. Walaupun waktu bertemu singkat, bisa mungkin dirinya sedang jatuh cinta.

Karena pertemuan makan malam itu, mereka menjadi lebih dekat. Saga selalu menjemput Rena pulang dari sekolahnya. Lalu belajar bersama dan bermain bersama disertai canda tawa.

Sore hari, matahari mulai terbenam dari bumi. Saga dan Rena duduk bersampingan dipasir pantai. Angin yang kencang, membuat rambut panjang Rena tergontai gontai.

Menikmati sunsite dengan Rena yang bersandar dikepala Saga.

" Aku suka kamu " Ucap Saga tiba tiba membuatnya memandang Saga.

Saga menggenggam erat tangannya, lalu dicium kening orang yang disukainya yaitu Rena.

" Aku akan selalu menjaga dimana pun kamu, selalu ada disampingmu dan akan mencintaimu kapan pun " Ujar sambil menyentuh kedua pipi Rena

" Pertemuan kita pertama kali membuat aku belajar bahwa cinta bisa datang kapan aja. Bahkan hanya beberapa detik pun aku bisa mencintaimu lewat tatapan mata mu dan lesung pipi yang kamu miliki " Kini gantian Rena yang mencium pipi Saga.

Status yang semula hanya teman,akhirnya berganti menjadi seorang kekasih yang saling memiliki satu sama lain. Setiap hari selalu menghabiskan waktu bersama tanpa rasa bosan.

Menjelajah alam,bermain dilaut,membuat cake bersama, belajar bersama. Semuanya telah dilakukan dengan canda tawa tanpa ada masalah.

Hingga tiba sebuah kejadian, dimana yang terjadi saat Ulang Tahun Si Kembar.

Rena bersama dengan Hendra datang ke sebuah aula hotel yang sudah disiapkan dengan mewah.

Ia melirik jam tangannya dan mencari seseorang.

Seseorang berjas putih dengan dasi kupu kupu berwarna merah menutup matanya.

" Ini udah jelas kamu " Dibukanya menampilkan lelaki dengan topeng diwajahnya.

" Aku kenalin kamu, ke kembaran aku " Tariknya dimana ia dipertemukan seseorang yang memakai jas hitam.

" Eh, kenalin nih pacar gue, namanya Rena " Ujar lelaki disampingnya.

Rena hanya bisa melihat wajah dengan topeng. Lelaki berjas hitam itu mengulurkan tangannya.


" Nama gue Gara " Ucapnya dengan datar.

Kini Rena tahu kalau mereka memang kembar tetapi hanya sifatnya yang membedakan mereka berdua. Dimana Saga yang periang dan Gara yang dingin.

Suara nyanyian terdengar dipenjuru ruangan. Rena terus melihat arah pintu untuk mencari orang yang membawa kado spesialnya.

Namun tiba tiba, Gara membuang kue ulang tahun yang berukur besar saat hendak dipotong oleh Saga.

Membuat semua para tamu bertanya tanya apalagi ekspresi orangtuanya yang terlihat sangat marah.

" Berhenti menjadikan keluarga kita sempurna dan harmonis! " Teriak Gara

" Kenapa kalian lebih menyayangi Saga dari pada aku? Asal semua orang yang disini tahu mereka tidak menganggapku sebagai anaknya. " Lanjut Gara membuat Ryan geram.

" Kamu itu memang anak yang enggak berguna " Sentak Ryan.

" Iya, aku tahu Pa. Bagi kalian aku hanya parasit. Tapi tenang aja parasit ini akan menjauh dari keluarga Papa sama Mama "

Gara berlari menuju pintu keluar tanpa sengaja ia menabrak Rena. Dengan mata yang berkaca kaca mereka saling menatap.

" Tenang semuanya, Saga bakal susulin Gara " Saat melewati Rena, ia menyentuh kedua pipinya menandakan kalau semua akan baik baik saja.



Bersambung..

Saga dan Gara ( Komplit )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang