Part 9

842 180 9

Fahrania membuka management Selebgram yang kini sedang marak dibicarakan. Banyak Selebgram-selebgram baru yang bermunculan. Itu adalah peluang yang sangat besar baginya. Salah satu bentuk kerja management dalam menangani selebgram pendatang baru supaya bagus adalah dengan didukung dengan manajemen yang bagus, yang bisa berperan di belakang layar demi keberhasilan orang tersebut. Manajemen memegang peranan penting buat Selebgram dan manajemen sebaiknya membuat target yang ingin mereka raih. Contohnya dari konsep itu sendiri.

Management yang Fahrania buat adalah hanya untuk endorsement. Ia yang akan menaungi Selebgram yang lain terutama Selebgram baru. Disana akan lebih terkonsep untuk mempromosikan sebuah brand. Ada kontrak yang di tandangi oleh Selebgram. Management yang akan memilah untuk semua endorse. Umumnya, endorse itu cara promosi di akun twitter ataupun instagram dengan cara memberi gratis barang jualan ke artis untuk dipromosikan di akun twitter atau instagramnya. Produk gratis yang diberikan tadi akan dipakai oleh si artis, difoto lalu diposting di akun twitter atau instagramnya. Tidak lupa pula dengan menyebutkan nama online shop yang diendorse tersebut.

Bagi online shop ataupun produsen produk tertentu, tentu saja bisa meningkatkan penjualan, karena produknya sudah diposting dengan kalimat – kalimat dukungan oleh si artis. Sudah bukan rahasia lagi bahwa apa yang dipakai oleh artis, maka para penggemar akan berbondong-bondong mengikutinya. Dengan demikian, hal ini sangat membantu online shop untuk meningkatkan penjualannya. Itulah tujuan endorsement.

Fahrania sedang disibukan untuk membangun usaha barunya. Ia sendiripun masih mendapatkan endorse. Bisa dibilang dirinya salah satu Selebgram terkenal di Indonesia. Selama ini Fahrania menanganinya sendiri tidak ikut management manapun. Namun kali ini ia ingin mempunyai usaha yang lebih menjanjikan. Untuk ikut ke managementnya tidak sebarangan. Harus mengikuti tahap yang diberikan management. Fahrania tidak mau salah memilih orang lalu menjatuhkan management yang sedang dirintisnya.

Ia mempekerjakan beberapa orang yang pernah bekerja sama dengannya. Yang mempunyai kompetensi yang lebih untuk membangun management tersebut sukses. Dua minggu ini Fahrania sangat sibuk mengurusnya. Dari menyewa gedung dan lain-lainnya. Semalam ia baru tidur pukul 01.00 WIB. Daniel dan Daninda mendukung apa yang sedang dikerjakannya. Matanya masih terasa berat untuk bangun. Ia menuruni tangga dengan mengenakan t-shirt kebesaran dan celana pendek.

Orangtuanya tidak ada, hanya ada Rosco. Melihat Fahrania anjing tersebut menghampiri dengan senang. "Ugh, Rosco si tampan .. Rindu ya?" Rosco menyalak. "Maaf ya aku sedang sibuk-sibuknya. Nanti kita jalan-jalan oke?" Rosco menggongong.

"Eum, tadinya Mommy mau bangunkan tapi kata dia jangan." Daninda berdiri di dekat sofa ruang TV. Ia mendengar suara Rosco hingga tahu bahwa putrinya sudah bangun. Dahi Fahrania berkerut mendengar kata 'Dia' siapa? Pikirnya. "Temuilah, dia sedang mengobrol sama Daddy." 

Fahrania benar-benar bingung, namun tetap menuruti ke ruang tamu diikuti Rosco. Matanya melebar saat melihat pria itu lagi. Dia itu adalah Ben.

"Hai," sapa Ben. Daniel tersenyum miring dan Fahrania tahu itu.

"Mau apa kesini?" todong Fahrania ketus. Bagaimana Ben bisa tahu rumahnya? Pasti Reifan, pikirnya.

"Ada sesuatu yang aku ingin berikan."

"Sebaiknya kalian bicara berdua," Daniel bangkit dari sofa. "Ben nanti kita mengobrol lagi, Rosco ayo. Jangan ganggu Kak Rania," anjing tersebut langsung mengerti dan mengejar Daniel. Diruang tamu hanya ada mereka berdua.

"Aku ingin memberikan ini," Ben mengeluarkan kotak dari saku jaketnya. "Aku sudah janji padamu. Janji adalah hutang yang harus ditepati."

"Kita bicara diluar," ucap Fahrania tanpa melihat kotak tersebut. Ia tahu, orangtuanya sedang menguping dibalik dinding. "Aku bilang jangan menghubungiku lagi!"

Heart Is Beating (GOOGLE PLAY BOOK)Baca cerita ini secara GRATIS!